Artikel Tinjauan: Peran Telemedisin dalam Memperluas Aksesibilitas Farmasi antara Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Isi Artikel Utama
Page: 1056-1061
Abstrak
Telemedisin dan telefarmasi berperan penting dalam memperluas akses layanan kefarmasian, terutama di wilayah pedesaan yang kekurangan tenaga dan fasilitas farmasi. Namun, sintesis komparatif yang berfokus pada perbedaan penerapan telemedisin antara masyarakat pedesaan dan perkotaan di Indonesia masih terbatas. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis peran telemedisin dalam meningkatkan aksesibilitas layanan farmasi serta membandingkan penerapannya di masyarakat pedesaan dan perkotaan. Kajian dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “telemedisin, telefarmasi pedesaan dan perkotaan, serta aksesibilitas telemedis”. Dari 540 artikel yang ditemukan, 11 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa telemedisin mempermudah konsultasi obat, e-resep, edukasi pasien, serta pemantauan penyakit kronis melalui berbagai platform digital. Beberapa layanan seperti WhatsApp, Halodoc, dan aplikasi kesehatan daring lainnya telah mendukung peningkatan akses layanan farmasi. Terdapat kesenjangan yang signifikan antara penerapan telemedisin di wilayah perkotaan dan pedesaan, di mana masyarakat perkotaan memiliki implementasi yang lebih optimal karena didukung oleh infrastruktur teknologi dan literasi digital yang lebih baik, sedangkan masyarakat pedesaan masih menghadapi keterbatasan jaringan internet, fasilitas kesehatan, dan kemampuan adaptasi teknologi. Literatur riview ini menyimpulkan bahwa telemedisin berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi serta pemerataan akses layanan farmasi antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Darmayadi, “Studi Kualitatif tentang Persepsi dan Pengalaman Pasien terhadap Pelayanan Darmayadi Danduru ; Arlin Adam ; Andi Alim,” vol. 7, no. 1, pp. 60–69, 2025.
Rahman, “Accessibility , Availability of Workforce , and Availability of Health Center Health Service,” J. Kendari Kesehat. Masy., vol. 4, no. 3, 2025.
F. R. Rahayu, I. S. Ramadhan, and R. Hendriani, “Pelaksanaan Telefarmasi Pada Pelayanan Kefarmasian Di Farmasi Komunitas,” J. Pharm. Sci., vol. 6, no. 1, pp. 273–280, 2023, doi: 10.36490/journal-jps.com.v6i1.60. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.60
R. Ardiansyah et al., “Hukum Kesehatan Dan Akses Ke Obat : Tinjauan Ekonomi Terhadap Hak Pasien,” vol. 2, pp. 353–361, 2025.
M. T. Ghozali, “Assessment of knowledge, perception, and readiness for telepharmacy-assisted pharmaceutical services among young pharmacists in rural Indonesia,” Explor. Res. Clin. Soc. Pharm., vol. 16, no. May, p. 100513, 2024, doi: 10.1016/j.rcsop.2024.100513. DOI: https://doi.org/10.1016/j.rcsop.2024.100513
R. F. Djuria, R. Andrajati, N. F. Syafhan, and B. Wispriyono, “The Implementation of Telepharmacy in Bangka Belitung Islands Province,” J. Info Kesehat., vol. 21, no. 3, pp. 529–535, 2023, doi: 10.31965/infokes.vol21.iss3.1059. DOI: https://doi.org/10.31965/infokes.Vol21.Iss3.1059
N. Made, A. Dwi, D. Wijaya, N. Putu, A. Suryaningsih, and P. E. Arimbawa, “Pemanfaatan Layanan Telefarmasi di Kota Denpasar,” pp. 68–76, 2022.
F. Aryanto et al., “Penerapan Layanan Telefarmasi oleh Apoteker di Apotek Wilayah Surabaya pada Masa Pandemi COVID-19,” vol. 10, no. 1, pp. 54–62, 2023. DOI: https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32940
R. Ruhdiat, “Evaluating the Role of Telemedisin in Enhancing Health Outcomes in Rural Communities,” J. Am. Inst., vol. 2, no. 1, pp. 49–55, 2025, doi: 10.71364/h0jq0744. DOI: https://doi.org/10.71364/h0jq0744
W. F. Irwanda, A. W. Widayanti, S. A. Kristina, F. Farmasi, and U. G. Mada, “Persepsi Apoteker terhadap Manfaat dan Keterbatasan Telefarmasi di Fasilitas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta,” vol. 20, no. 1, pp. 92–100, 2024. DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v20i1.86239
S. Pathak, M. Haynes, D. M. Qato, and B. Y. Urick, “Telepharmacy and quality of medication use in rural areas, 2013-2019.,” Prev. Chronic Dis., vol. 17, no. 4, pp. 1–10, 2020, doi: 10.5888/PCD17.200012. DOI: https://doi.org/10.5888/pcd17.200012
P. A. Anawade, D. Sharma, and S. Gahane, “A Comprehensive Review on Exploring the Impact of Telemedisin on Healthcare Accessibility,” Cureus, vol. 16, no. 3, 2024, doi: 10.7759/cureus.55996. DOI: https://doi.org/10.7759/cureus.55996
Ehizogie Paul Adeghe, Chioma Anthonia Okolo, and Olumuyiwa Tolulope Ojeyinka, “A review of emerging trends in telemedisin: Healthcare delivery transformations,” Int. J. Life Sci. Res. Arch., vol. 6, no. 1, pp. 137–147, 2024, doi: 10.53771/ijlsra.2024.6.1.0040. DOI: https://doi.org/10.53771/ijlsra.2024.6.1.0040
N. Lelyana, “Dampak Telemedis Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan Di Masyarakat Pedesaan,” Med. J. Nusant., vol. 3, no. 2, pp. 78–89, 2024, doi: 10.55080/mjn.v3i2.832. DOI: https://doi.org/10.55080/mjn.v3i2.832
N. Made et al., “Implementasi Pelayanan Telefarmasi di Apotek Jejaring X di Bali Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian Telemedisin pada Masa Pandemi Corona Diedarkan Secara Daring,” vol. 14, no. 14, pp. 47–60, 2024. DOI: https://doi.org/10.24843/IJLFS.2024.v14.i01.p05