Isi Artikel Utama

Mahmudi Mahmudi
Saiful Azhari
Aida Apriani
Rinaldi
Rozatun Uliani

Page: 1643-1650

Abstrak

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tumbuhan tropis yang memiliki banyak manfaat dan dibudidayakan sebagai bahan baku biofarmaka, sehingga tidak lagi dikenal sebagai tumbuhan liar atau gulma di lahan kosong oleh masyarakat. Ciplukan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif obat yang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antiinflamasi, antidiabetes dan sitotoksi ). Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang ditemukan tersebar hampir pada seluruh bagian tumbuhan, Senyawa fenolik juga bersifat antioksidan, hal ini dikarenakan senyawa fenolik dapat bereaksi dengan radikal bebas dan menghilangkan aktivitas radikalnya sehingga tidak membahayakan lagi terhadap sel tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenolik pada ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) pada kawasan geothermal dan non-geothermal dengan metode partisi bertingkat. Data yang digunakan untuk memperoleh kadar total fenolik dihitung berdasarkan kurva kalibrasi hasil pembacaan dari alat spektrofotometri UV-Vis. Fenol total dihitung dengan menggunakan persamaan regresi linier dari kurva kalibrasi asam galat. Data yang diperoleh dari laboratorium diolah secara manual dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil uji kadar total fenolik ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) untuk fraksi etil asetat daerah geothermal didapatkan kadar fenolik  sebesar 150,88% dan untuk fraksi etil asetat daerah non-geothermal didapatkan kadar fenolik sebesar 131,68%. Hasil uji kadar total fenolik ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) untuk fraksi N-Heksan daerah geothermal didapatkan kadar fenolik sebesar 125,72% , dan hasil untuk fraksi N-Heksan daerah non-geothermal didapatkan kadar fenolik sebesar 75,01%. Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan fenolik ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) pada kawasan geothermal mengandung kadar total fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan non-geothermal. Hasil ini juga dapat juga menjadi dasar pengembangan standarisasi ekstrak ciplukan dari geothermal sebagai sumber antioksidan alamai.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Mahmudi , M., Azhari , S., Apriani , A., Rinaldi, R., & Uliani , R. (2026). Analisis Kadar Total Fenolik Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Dengan Metode Partisi Bertingkat Di Kawasan Geothermal Dan Non-Geothermal. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(2), 1643–1650. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i2.1262
Bagian
Original Articles

Referensi

Fadhli H., Shinta LS., Mustika F., Wira NS., Emma S., dan Musyirna RN. Ciplukan (Physalis angulata L.): Review Tanaman Liar yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat. Jurnal Farmasi Indonesia. 2023;15(2):134-141 DOI: https://doi.org/10.35617/jfionline.v15i2.144

Mutia Farida, Saiful Azhari, Dimas D, dan Mahmudi, Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Dikawasan Manifestasi Geothermal Seulawah Agam, Journal of Pharmaceutical and Sciences, Volume 8 Nomor 1 (2025), Hal 571-580. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.826

Rahayu, S. R., & Diarti, M. W. (2018). uji daya hambat filtrat daun ciplukan ( Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococusaureus. Jurnal Analisi Medika Bio Sains, 5(1), 101-106. DOI: https://doi.org/10.32807/jambs.v5i2.113

Sochor, J., Zitka, O., Skutkova, H., Pavlik, D., Babula, P., Krska, B., Horna, A., Adam, V., Provaznik, I. and Kizek, R. 2010. Content of phenolic compounds and antioxidant capacity in fruits of apricot genotypes. Molecules. 15(9): 6285-6305. DOI: https://doi.org/10.3390/molecules15096285

Nuraskin C, Marlina, Idroes R, Soraya C, and Djufri. 2020. Identification of Secondary Metabolite of Laban Leaf Extract (Vitex pinnata L.) from Geothermal and Non-Geothermal Areas of Agam Mountains in Aceh Besar, Aceh Province, Indonesia. Rasayan J Chem;13:18-23. DOI: https://doi.org/10.31788/RJC.2020.1315434

Sampaio BL, Edrada-Ebel R, and Da Costa FB. 2016. Effect of the Environment on the Secondary Metabolic Profile of Tithonia diversifolia: A Model for Environmental Metabolomics of Plants. Sci Rep.;6:1-11. https://doi.org/10.1038/srep29265. DOI: https://doi.org/10.1038/srep29265

Idroes, R., Yusuf, M., Alatas, M., Lala, A., Suhendra, R., and Idroes, G.M. 2019. Geochemistry of Sulphate Spring in the Ie Jue Geothermal Areas at Aceh Besar District, Indonesia. IOP Conf Ser: Mater Sci Eng.;523:012012. DOI: https://doi.org/10.1088/1757-899X/523/1/012012

Azhari, S., Marniza, E., Mahmudi, dan Farida, M. 2022. Analisis Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Laban (Vitex pinnata) Kawasan Geothermal dan Non-Geothermal Menggunakan Spektroskopi UV-VIS. Serambi Konstruktivis.;4(2):2656-5781.

Sri Luliana., Dkk.2018. Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Aktivitas Anti Oksidan Ekstrak Etanol Daun Physalis angulata L. (Vol.5 No. 1). Farmasains.

Nuranda A, Saleh C, Yusuf B. Potensi Tumbuhan Ciplukan (Physalis angulata Linn.) sebagai Antioksidan Alami. J At. 2016;1(1):5-9.

Sari, N.G.F. 2018. Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Herba Ciplukan (Physalis angulata) terhadap DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Pros Semin Nas Unimus.;1. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.20

Saidi, N., dan Ginting, B. (2018). Analisis Metabolis Sekunder. Syiah Kuala University Press. DOI: https://doi.org/10.52574/syiahkualauniversitypress.244

Naovi Nur Fadia Hanin, Rarastoeti Pratiwi, Kandungan Fenolik, Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Paku Laut (Acrostichum aureum L.) Fertil dan Steril, J. Trop. Biodiv. Biotech., Vol. 2, 2017, 51—56 DOI: https://doi.org/10.22146/jtbb.29819

Singleton, V. L., Orthofer, R., and Lamuela-Raventos, R. M. 1999. Analysis of total phenols and other oxidation substrates and antioxidants by means of Folin-Ciocalteu reagent. In Methods in Enzymology (Vol. 299, pp. 152–178). Academic Press. DOI: https://doi.org/10.1016/S0076-6879(99)99017-1

Wahyuni, S., Vifta, R. L., dan Advista, S. 2020. Pengaruh Konsentrasi Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Total Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.). JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 5(2).

Amallia, N. 2019. Produksi Senyawa Metabolit Sekunder Tanaman Pegagan (Centella asiatica) pada Kondisi Cekaman Salinitas dan Kekeringan. IPB University.

Lona, A. T. 2018. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksana, Etil Asetat, Dan Air Dari Ekstrak Daun Hijau Tanaman Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Anjaswati, D., Pratimasari, D., dan Nirwana, A. P. 2021. Perbandingan Rendemen Ekstrak Etanol , Fraksi n- Heksana , Etil Asetat , dan Air Daun Bit (Beta vulgaris L) Menggunakan Fraksinasi Bertingkat. Jurnal Farmasi (Journal Pharmacy). 2(1), 32–37.

Ahmad, A.R., Juwita., Ratulangi, S.A.D., dan Malik, A. 2015. Pharm Sci Res, Penetapan Kadar Fenolik dan Flavanoid Total Ekstrak Metanol Buah dan daun Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.SM), 2 (1) : 1-10. DOI: https://doi.org/10.7454/psr.v2i1.3481

Kurniawan, M. F., Andarwulan, N., Wulandari, N., dan Rafi, M. 2017. Metabolomic approach for understanding phenolic compounds and melanoidin roles on antioxidant activity of Indonesia robusta and arabica coffee extracts. Food Science and Biotechnology, 26(6), 1475–1480 DOI: https://doi.org/10.1007/s10068-017-0228-6

Susanty, S., dan Fairus, B. 2016. Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar fenolik dari ekstrak tongkol jagung (Zea mays L.). Jurnal Konversi, 5(2), 87-92. DOI: https://doi.org/10.24853/konversi.5.2.87-92

Neldawati, Ratnawulan, dan Gusnedi. 2013. Analisis Nilai Absorbansi dalam Penentuan Kadar Flavonoid untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat. Pillar of Physics, 2(1), 76-83.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama