Tinjauan Literatur: Pengaruh Parameter Metode Kromatografi Lapis Tipis untuk Identifikasi Kafein dalam Kopi
Isi Artikel Utama
Page: 2058-2067
Abstrak
Latar Belakang: Meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia menuntut metode analisis kafein yang andal untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan teknik sederhana, efektif, dan berbasis kepolaran yang banyak digunakan untuk identifikasi kualitatif senyawa seperti kafein dalam kopi. Namun, hasil analisis KLT sangat bergantung pada beberapa parameter metodologis. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis parameter kritis metode KLT meliputi fase gerak, fase diam, teknik visualisasi, dan preparasi sampel yang mempengaruhi efektivitas identifikasi kafein dalam kopi. Metode: Dilakukan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan database online (Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, dan Crossref). Artikel dari sepuluh tahun terakhir diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, yang menghasilkan sembilan studi primer untuk analisis mendalam. Hasil: Tinjauan mengonfirmasi bahwa silika gel 60 F254 merupakan fase diam yang paling efektif. Komposisi fase gerak sangat krusial; campuran diklorometana:metanol (9,5:0,5) terbukti optimal untuk memisahkan kafein, menghasilkan nilai Rf dalam rentang ideal 0,3–0,7. Visualisasi di bawah sinar UV pada 254 nm berhasil mendeteksi kafein sebagai noda gelap. Teknik preparasi sampel, khususnya refluks dan ekstraksi ultrasonik, secara signifikan meningkatkan efisiensi ekstraksi dan sensitivitas deteksi. Faktor-faktor seperti stabilitas fase gerak, teknik penotolan, dan matriks sampel juga diidentifikasi sebagai influencer kunci pada hasil kromatografi. Kesimpulan: KLT merupakan metode yang efisien dan hemat biaya untuk identifikasi kualitatif kafein dalam kopi. Keberhasilannya ditentukan oleh pengoptimalan parameter kritis, terutama komposisi fase gerak. Meskipun sangat baik untuk skrining awal, KLT memerlukan teknik pelengkap untuk analisis kuantitatif yang presisi. Penelitian selanjutnya perlu berfokus pada standardisasi parameter-parameter ini untuk meningkatkan reproduktibilitas dan keandalan analisis kafein menggunakan KLT.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Wahyudi E, et al. Perkembangan perkebunan kopi di Indonesia. Jurnal Masepi, 2018;3(1):1-20.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Outlook Komoditas Perkebunan Kopi. Jakarta: Kementerian Pertanian Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian; 2000.
U.S. Department of Agriculture. Production – Coffee 2023. https://fas.usda.gov/data/production/commodity/0711100 (accessed Oktober 26, 2024).
Widianingsih R. Buku Outlook Komoditas Perkebunan Kopi. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal; 2023.
Budiyanti S. Memahami Makna Kopi Dalam Perilaku Keseharian: Studi Fenomenologi Kebiasaan Ngopi Pada Masyarakat Kaki Pegunungan Hyang Barat Di Kabupaten Probolinggo. DIMENSI-Journal of Sociology, 2022;11(1):12-22. DOI: https://doi.org/10.21107/djs.v11i1.14926
Husniati H, et al. Kajian: Karakterisasi senyawa aktif asam klorogenat dalam kopi robusta sebagai antioksidan. Majalah Tegi, 2021;12(2):34–39. DOI: https://doi.org/10.46559/tegi.v12i2.6750
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraturan Kepala Badan POM No. 21 tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Jakarta: BPOM RI; 2016.
Kamaludin A, Talib S. Review Artikel: Bahaya Kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) Dalam Kopi Serta Metode Identifikasinya. Farmaka, 2023;21(3):360–370.
Sa’ad A, et al. Kandungan Rhodamin B pada Sediaan Lip Tint yang Digunakan Mahasiswi Stikes Pelamonia. Media Farmasi, 2019;15:125-131. DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v15i2.1122
Anwar H, et al. Identifikasi Komponen Antibakteri Pada Ekstrak Buah Takokak Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Mutu Pangan, 2017;4(2):59-64.
Yulia R, et al. Pengaruh Perbedaan Spesies Luwak Terhadap Kadar Kafein dari Kopi Luwak Jenis Robusta. Jurnal Katalisator, 2019;4(1):1-8. DOI: https://doi.org/10.22216/jk.v4i1.3246
Mindawati E, et al. Pemantauan Ekstrak Simplisia Biji Kopi Hijau (Coffea canephora var. Robusta) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2024;5(1):588-592.
Nugraheni F, et al. Perbandingan Rendemen Kristal Kafein pada Biji Kopi (Coffea arabica L.) dan Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Menggunakan Metode Refluks. Cendekia Journal of Pharmacy, 2017;1(1):41-48. DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v1i1.6
Kiattisin K, et al. Evaluation of Antioxidant and Anti-tyrosinase Activities As Well As Stability of Green and Roasted Coffee Bean Extracts from Coffea arabica and Coffea canephora Grown in Thailand. Journal of Pharmacognosy and Phytotherapy, 2016;8(10):182-192. DOI: https://doi.org/10.5897/JPP2016.0413
Muchtaridi, et al. Determination of Parameters Standardization Crude Drug and Extract Arabica Coffee Beans (Coffea Arabica L.). International Journal of Scientific & Technology Research, 2017;6(2:61-70.
Rahayu N, Fernanda M. Analisis Kandungan Kafein pada Minuman Kopi Siap Saji Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis-Gambar Digital. Jurnal Farmasi dan Herbal, 2023;6(1):54-60. DOI: https://doi.org/10.36656/jpfh.v6i1.1449
Sabarni, Nurhayati. Analisis Kadar Kafein dalam Minuman Kopi Khop Aceh dengan Metode Spektroskopik. Lantanida Journal, 2018;6(2):103-202. DOI: https://doi.org/10.22373/lj.v6i2.3624
Misfadhila S, et al. Pembuatan Kafein Salisilat Secara Semisintesis dari Bubuk Kopi Olahan Tradisional Kerinci. 2016;Jurnal Farmasi Higea, 8(2):175-188.
Suwiyarsa I, et al. Analisis Kadar Kafein dalam Kopi Bubuk Lokal yang Beredar di Kota Palu. Jurnal Akademika Kimia, 2018;7(4):189-192. DOI: https://doi.org/10.22487/j24775185.2018.v7.i4.11943
Rosamah E. Kromatografi Lapis Tipis: Metode Sederhana dalam Analisis Kimia Tumbuhan Berkayu. Samarinda: Mulawarman University Press; 2019.
Husna F, Soraya RM. Identifikasi Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional Stamina Pria dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Farmaka, 2020;18(2):16-25.
Marthia N. Pemisahan Kafein dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Terhadap 4 Jeniss Biji Kopi Robusta. Pasundan Food Technology Journal, 2021;8(2):51-55. DOI: https://doi.org/10.23969/pftj.v8i2.4172
Verma, S. C. Development of A Rapid Separation Process for Curcumin from Crucuma longa L. Rhizomes and Its Quantification by HPLC-PDA. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 2014;3(7):752-761
Nirmalasari N, et al. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Limbah Kulit Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis) dengan Pelarut Polar, Semipolar, dan Non Polar. Jurnal Ners, 2024;8(1):210–215.
Kaidun R, et al. Skrining Fitokimia Fraksi Methanol, Etil Asetat, N-Heksan Ekstrak Kulit Buah Sirsak Annona muricata L. Biofarmasetikal Tropis, 2020;5(1):73-78. DOI: https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v5i1.372
Tobi C, et al. Identifikasi Senyawa Flavonoid dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Terpurifikasi Daun Beluntas (Pluchea indica L.) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Sains dan Kesehatan, 2023;5(5):706-776. DOI: https://doi.org/10.25026/jsk.v5i5.2099
Gritter R, et al. Pengantar Kromatografi. Bandung: ITB; 1991.
Maimunah S, et al. Penetapan Kadar Kafein dari Bubuk Kopi yang Diperoleh dari Kota Sidikalang secara Spektrofotometri UV. Farmanesia, 2021;8(1):21-25. DOI: https://doi.org/10.51544/jf.v8i1.2782
Ade F, et al. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Alkaloid Dalam Ekstrak Etanol Daun Pandan Hutan Jenis Baru (Freycinetia sessiliflora). Jurnal Komunitas Farmasi Nasional, 2021;1(2):110-120.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 1995.
Oktapiya T, et al. Analisis Fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis Ekstrak Etanol Daun Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Sasambo Journal of Pharmacy, 2022;3(2):105-110. DOI: https://doi.org/10.29303/sjp.v3i2.181
Wulandari L. Kromatografi Lapis Tipis. Jember: PT. Taman Kampus Presindo; 2011.
Prasetyawan H, et al. Teknik Aplikasi Sampel pada Pengujian Kuatitatif Kromatografi Lapis Tipis: Tinjauan Terhadap Area dan Faktor Retensi. Media Farmasi, 2024;20(2):143-150. DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v20i2.655
Sastrohamirdjojo H. Kromatografi. Yogyakarta: Liberty; 1985.
Arpah M. Pengawasan Mutu Pangan. Bandung: Penerbit Tarsito; 1993.
Ramdan S, et al. Isolasi dan Identifikasi Kafein dari Daun Teh Hijau, Teh Hitam, dan Teh Olong Menggunakan Spektrofotometri UV Vis. Pharmacy Genius, 2023;2(1):74-82 DOI: https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1.238
Sholihah M, et al. Aplikasi Gelombang Ultrasonik untuk Meningkatkan Rendemen Ekstraksi dan Efektivitas Antioksi dan Kulit Manggis. Jurnal Keteknikan Pertanian, 2017;5(2):161-168.
Elfariyanti, et al. Analisis Kandungan Kafein pada Kopi Seduhan Warung Kopi di Kota Banda Aceh. Lantanida Journal, 2018;8(1):1-12. DOI: https://doi.org/10.22373/lj.v8i1.5759
Wilantari P, et al. Isolasi Kafein dengan Metode Sublimasi dari Fraksi Etil Asetat Serbuk Daun Teh Hitam (Camelia sinensis). Jurnal Farmasi Udayana, 2018;7(2):53-62. DOI: https://doi.org/10.24843/JFU.2018.v07.i02.p03
Pujiati L, et al. Uji Identifikasi Rhodamin B pada Liptint di Toko Kosmetik Kota X Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2023;2(11):4554-456. DOI: https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1765
Sari F, et al. Identifikasi Senyawa Metabolit ekstrak etanol daun beluntas (Pluche Indica) Secara Kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Sintesis, 2022;3(1):1-7. DOI: https://doi.org/10.56399/jst.v3i1.25