EKSTRAK KULIT BUAH ANGGUR (Vitis vinifera L) SEBAGAI PEWARNA PADA FORMULASI LIPSTIK
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Buah anggur (Vitis vinifera L.) termasuk famili Vitaceae. Warna buahnya beraneka ragam. Ada yang merah, hijau dan ungu. Warna anggur ini mengandung zat warna antosianin yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pengganti pewarna sintetik, warna yang dikandungnya cukup intensif, sehingga peneliti bertujuan membuat formulasi sediaan lipstik dengan menggunakan pewarna alami dari kulit buah anggur. Formulasi sediaan lipstik terdiri dari cera alba, lanolin, vaselin alba, setil alkohol, oleum ricini, carnauba wax, propilen glikol, titanium dioksida, oleum rosae, butil hidroksi toluen, tween 80, dan nipagin, serta penambahan ekstrak kulit buah anggur dengan konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari pada suhu kamar, uji oles, dan pemeriksaan pH, serta uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic test). Dari hasil penelitian, ekstrak kulit anggur dapat diformulasi menjadi sediaan lipstik dengan warna merah muda sampai merah tua. Sediaan lipstik dengan ekstrak kulit anggur sebagai pewarna cukup stabil, homogen, titik lebur 59°C, memiliki kekuatan lipstik yang baik, pH berkisar 3,7-3,9 (mendekati pH kulit bibir) mudah dioleskan dengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi. Sediaan yang disukai oleh 30 orang panelis adalah sediaan dengan konsentrasi 25%.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





