Evaluasi Sediaan Gel Antijerawat Kombinasi Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera (L) Brum F.) Dan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.)

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref22026-10-20
Sitasi Google Scholar02026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Ovalina Sylvia Br. Ginting
Putri Rahmah

Abstrak

Pemanfaatan bahan alam sebagai obat-obat herbal telah banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini. Selain dapat menghemat biaya, jika dapat dibuat dengan mudah dan murah serta dipercaya masyarakat memiliki efek samping yang lebih kecil dan lebih aman. Tanaman lidah buaya (Aloe vera (L) Burm.F.) dan daun sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang populer dan mudah untuk di dapat. Tanaman ini memiliki kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman lidah buaya dan daun sirih dapat membantu terjadinya infeksi oleh berbagai bakteri kulit penyebab gatal dan juga jerawat. Untuk mengatasi salah satu masalah utama kulit wajah yaitu timbulnya jerawat, maka bentuk sediaan yang paling sesuai dan efektif untuk digunakan adalah sediaan gel. Pada penelitian ini adakan dilakukan formulasi sediaan gel dengan 5 formula. Yang didasarkan pada perbedaan konsentrasi zat aktif ekstrak lidah buaya dan ekstrak daun sirih. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi zat aktif terhadap stabilitas fisika dan kimia sediaan. Proses pembuatan ekstrak dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 80%. Evaluasi yang dilakukan antara lain: uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji daya sebar sediaan gel selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang terbaik adalah formula 2. Hal ini membuktikan bahwa perubahan suhu dan lamanya penyimpanan dapat mempengaruhi kualitas gel sehingga dapat mempengaruhi sifat fisika dan kimia gel yang dihasilkan.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Evaluasi Sediaan Gel Antijerawat Kombinasi Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera (L) Brum F.) Dan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.). (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(1), 12-20. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i1.73

Referensi

Damayanti, 2005; dalam Hapsari, Putri P., Nanik S., Akhmad M., 2017. Formulasi Permen Jelly Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) – Daun Suji (Pleomele angustofolia). JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Industri Pangan UNISRI), 2(1).

Dehari, P., 2006; dalam Arwinda, G., Njoo M., P.S., Aylinawati, Nani,I. 2013. Pembuatan Sabun Dengan Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Antiseptik Alami. Jurnal Ilmiah Widya Teknik. Vol. 12 (1).

DepKes RI. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

DepKes RI. 2000. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Depkes RI.

Ginting, O, S., 2017. Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Dari Dua Varietas Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal STIKNA Vol 01, No. 02.

Ginting, O, S., 2021. Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus. Forte Journal, Vol. 01, No. 01.

Hasyim, N., Pare, K.L., Junaid, I., dan Kurniati, A. 2012. Formulasi dan Uji Efektivitas Gel Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Majalah Farmasi dan Farmakologi.

Istiana, S., 2016. Formulasi Sediaan Gel Basis Na-Cmc Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) Sebagai Penyembuh Luka Bakar Pada Kelinci. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Maswadeh, H., Semreen, M., and Naddaf, A. 2006. Anti-inflammatory Activity of Achillea and Ruscus Topical Gel On Carragenan-induced Paw Edema in Rats. Acth Poloniae Pharmaceutica-Drug Research.

Putra. IGN.A.P., & Setyawan. E.I. (2015). Pengembangan Basis Cold Cream Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Yang Memenuhi Sifat Farmasetis. Media Farmasi, Vol. 11 No.2 :133-142

Rowe, R.C., Paul JS, Marian EQ. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients Sixth Edition. USA: The Pharmaceutical Press.

Rufiati, E. 2011. Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi. Universitas Airlangga.

Sahara, A., 2015. “Efektivitas Gel Campuran Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Dan Lidah Buaya (Aloe vera) Untuk Mengurangi Radang Jerawat Pada Kulit Wajah”. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.

Supomo, Sukawaty, Y., Baysar, F, 2015. Formulasi gel hand sanitizer dari kitosan dengan basis natrium karboksimetil selulosa. Akademi farmasi samarinda. Hal 31-37.

Tambunan, M.L., Sitompul, E dan Ginting, O,S., 2018. Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Ekstrak n-Heksana Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal STIKNA Vol. 02, No. 01.

Tranggono, R.I dan Latifah, F. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. Hal 11-13.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama