Formulasi Teh Celup Kombinasi Daun Kecibeling (Strobilanthes crispa (L.) Blume), Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.), dan Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai Antioksidan
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Seiring semakin kuatnya seruan kembali ke alam, berbagai jenis tanaman di Indonesia digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Daun kecibeling, daun salam, dan herba meniran termasuk bahan obat tradisional yang sering digunakan. Kombinasi ketiganya dikembangkan sebagai sediaan teh celup karena sederhana, murah, dan praktis. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi daun kecibeling, daun salam, dan herba meniran sebagai antioksidan. Daun segar kecibeling, daun salam, dan herba meniran dikumpulkan dari Pematangsiantar, diolah menjadi simplisia, lalu diformulasikan dalam teh celup dengan variasi bobot. Formula diuji karakteristiknya, meliputi kadar air, pH sediaan, organoleptik, uji hedonik, dan aktivitas antioksidan. Kadar air masing-masing formula adalah 3,72%, 5,07%, dan 6,81%. Nilai pH sediaan teh celup berkisar 6,7–7. Berdasarkan uji hedonik, Formula II dengan bobot 0,95 g lebih disukai panelis sehingga dilanjutkan ke pengujian aktivitas antioksidan. Formula II (0,95 g) menunjukkan aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





