Formulasi Teh Celup Kombinasi Daun Kecibeling (Strobilanthes crispa (L.) Blume), Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.), dan Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai Antioksidan

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar—Belum terverifikasi

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Desy Natalia Siahaan
Salmah Handayani Lubis
Muflihah Fujiko
Ernawaty Ginting
Pian Alatas Purba

Abstrak

Seiring semakin kuatnya seruan kembali ke alam, berbagai jenis tanaman di Indonesia digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Daun kecibeling, daun salam, dan herba meniran termasuk bahan obat tradisional yang sering digunakan. Kombinasi ketiganya dikembangkan sebagai sediaan teh celup karena sederhana, murah, dan praktis. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi daun kecibeling, daun salam, dan herba meniran sebagai antioksidan. Daun segar kecibeling, daun salam, dan herba meniran dikumpulkan dari Pematangsiantar, diolah menjadi simplisia, lalu diformulasikan dalam teh celup dengan variasi bobot. Formula diuji karakteristiknya, meliputi kadar air, pH sediaan, organoleptik, uji hedonik, dan aktivitas antioksidan. Kadar air masing-masing formula adalah 3,72%, 5,07%, dan 6,81%. Nilai pH sediaan teh celup berkisar 6,7–7. Berdasarkan uji hedonik, Formula II dengan bobot 0,95 g lebih disukai panelis sehingga dilanjutkan ke pengujian aktivitas antioksidan. Formula II (0,95 g) menunjukkan aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Formulasi Teh Celup Kombinasi Daun Kecibeling (Strobilanthes crispa (L.) Blume), Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.), dan Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai Antioksidan. (2021). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 4(2), 81-92. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v4i2.78

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2