Perbandingan Aktivitas Antioksidan Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis
Isi Artikel Utama
Page: 1177-1183
Abstrak
Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi sel dari radikal bebas yang merusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan aktivitas antioksidan daun kelor menurut jenis pelarut, menganalisis hubungan antara kapasitas antioksidan dan konsentrasi senyawa aktif, dan menentukan pelarut terbaik. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol, metanol, dan aquades, diikuti dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada radikal DPPH. Kandungan fenol, flavonoid, dan tanin dalam ekstrak diukur untuk memahami kontribusinya terhadap aktivitas antioksidan Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak yang mengandung pelarut etanol menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat, dengan nilai IC50 sebesar 103,98 ppm, Temuan ini menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap efektivitas ekstraksi senyawa antioksidan dari daun kelor. Secara praktis, hasil penelitian ini memperkuat potensi pemanfaatan ekstrak daun kelor sebagai bahan alami dalam formulasi produk farmasi, suplemen kesehatan, maupun kosmetik yang berfungsi sebagai antioksidan. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan teknik ekstraksi dan standarisasi produk berbasis daun kelor.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Alfaridz, F., & Amalia, R. (2019). Review jurnal: Klasifikasi dan aktivitas farmakologi dari senyawa aktif flavonoid. Farmaka, 3, 1–9.
Al Kausar, R., Putra, A. S., & Tutik. (2023). The Relationship Between Flavonoid Content And Antioxidant Activity In Guava Leaves (Syzygium aqueum) And Moringa Leaves (Moringa oleifera) Using Uv-Vis Spectrophotometry. Jurnal Analis Farmasi, Vol.8(2), 170-187.
Bhutto AA, Kalay S, Sherazi STH, Culha M. (2018). Quantitative structure–activity relationship between antioxidant capacity of phenolic compounds and the plasmonic properties of silver Nanoparticles. 189:174–81.
Bratovcic, A. (2020). Antioxidant enzymes and their role in preventing cell damage. Acta Sci Nutr Heal. 4(3):1–7.
Charoensin, S., (2014). Antioxidant and anticancer activities of Moringa oleifera leaves. Journal of Medicinal Plant Research, Vol. 8(7), 318-325.
Halifa, D. Z., Ahmad, A. R., & Hasnaeni. (2024). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Deklorofilasi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dengan Metode DPPH. Makassar Natural Product Journal, 33-42.
Hasanah, N., Susilo, J., & Oktianti, D. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera lam) Dengan Metode DPPH. Jurnal Gizi dan Kesehatan.
International Council for Harmonisation of Technical Requirements for Pharmaceuticals for Human Use (ICH). ICH Q2(R1): Validation of Analytical Procedures: Text and Methodology. Geneva: ICH; 2005.
Kumar V, Abbas AK, & Aster JC. (2020). Robbins & cotran pathologic basis of disease. 10th ed. Philadelphia: Elsevier.
Kurang, R. Y., Koly, F. V., & Kafolapada, D.I,. (2020). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Kelor (Moringa Oleifera L) . Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika.
Leone A, Spada A, Battezzati A, Schiraldi A, Aristil J, Bertoli S. Moringa oleifera seeds and oil: Characteristics and uses for human health. Plos one. 2016;10(6)
Muna, L. N. (2022). Aktivitas antioksidan ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera) dengan metode DPPH serta analisis kualitatif kandungan metabolit sekunder. Sasambo Journal of Pharmacy.
Musdja MY, Rahman HA, Hasan. Antioxidant activity of catechins isolate of uncaria gambier roxb in male rats. Int J Heal Life-Sciences. 2018; 4(2):34–43.
Noer, S., Pratiwi, R. D., & Gresinta, E. (2018). Penetapan kadar senyawa fitokimia (tanin, saponin dan flavonoid) sebagai kuersetin pada ekstrak daun inggu (Ruta angustifolia L.). Jurnal Eksakta, 18(1), 19–29.
Pandey, K. B, & Rizvi S. I. Plant polyphenols as dietary antioxidants in human health and disease. Oxid Med Cell Longev. 2009;2(5):270–278.
Satriyani, D. P. (2021). Review Artikel: Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam). Jurnal Farmasi Malahayati, 4(1).
Segwatibe, M. K., Cosa, S., & Bassey, K. (2023). Antioxidant and antimicrobial evaluations of Moringa oleifera Lam leaves extract and isolated compounds. Molecules, 28(2), 899.
Susanty, Ridnugrah, N. A., Chaerrudin, A., & Yudistirani, S. A. (2019). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Zat Tambahan Pembuatan Moisturizer. Jurnal Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Syafriah, W.O., & Teheni, M.T. (2023). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Tangkai Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Menggunakan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Jurnal Promotif Preventif, Vol.6(6), 953-960
Trugo LC, von Baer E, von Baer D. (2016). Lupin breeding. Reference Module in Food Science. 2nd ed. Elsevier Ltd. (2):7.
Tutik, Dwipayana, I. A., & Elsyana, V. (2018). Identifikasi Dan Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor Pada Variasi Pelarut Dengan Metode DPPH. Jurnal Farmasi Malahayati, Vol.1(2)
Wang, T., Li, Q., & Bi, K. S. (2018). Bioactive flavonoids in medicinal plants: Structure, activity and biological fate. Asian Journal of Pharmaceutical Sciences, 13(1), 12–23.
Wijana, S., Sucipto, dan L. M. Sari. (2014). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan pada Bubuk Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.). Tesis. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawaijaya.
Zulkifli, S. A., Gani, S. S. A., Zaidan, U. H., & Halmi, M. I. E. endi. (2020). Optimization of Total Phenolic and Flavonoid Contents of Defatted Pitaya (Hylocereus polyrhizus) Seed Extract and Its Antioxidant Properties. Molecules, 25, 1–17.