Isi Artikel Utama

Nela Puspa Tama
Dedy Almasdy
Yelly Oktavia Sari

Page: 1735-1741

Abstrak

Pendahuluan: Preeklamsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal di seluruh dunia, sehingga memerlukan strategi tata laksana klinis yang efektif untuk meningkatkan luaran kehamilan. Meskipun pedoman terapi antihipertensi pada kehamilan telah tersedia, data mengenai pola pengobatan di dunia nyata dan luaran klinis terkait di fasilitas kesehatan Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosiodemografi dan klinis, pola terapi antihipertensi, perubahan tekanan darah, serta luaran maternal dan neonatal pada pasien preeklamsia di rumah sakit rujukan tersier di Sumatera Barat, Indonesia. Metode: Studi observasional deskriptif dilakukan pada 80 pasien preeklamsia yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari hingga Desember 2025. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Penelitian mengevaluasi karakteristik sosiodemografi, regimen terapi antihipertensi, perubahan tekanan darah (sebelum dan sesudah terapi), serta luaran klinis meliputi resolusi gejala maternal dan status neonatal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon signed-rank dengan SPSS versi 25. Hasil: Mayoritas pasien berusia 20–35 tahun (70%), berstatus ibu rumah tangga (72,5%), dan berpendidikan terakhir SMA (61,3%). Metildopa merupakan monoterapi oral yang paling sering digunakan (22,5%), sedangkan kombinasi metildopa dan nifedipin menjadi regimen predominan (68,8%). Terapi antihipertensi secara signifikan menurunkan tekanan sistolik dari 168,94 ± 21,21 mmHg menjadi 134,74 ± 13,32 mmHg dan diastolik dari 104,84 ± 13,80 mmHg menjadi 83,11 ± 7,11 mmHg (p < 0,001). Gejala maternal seperti sakit kepala dan penglihatan kabur menghilang setelah pengobatan. Namun, luaran neonatal masih menunjukkan kondisi yang kurang baik, dengan 35,0% bayi memerlukan perawatan NICU dan 16,3% kehamilan berakhir dengan kematian janin intrauterin. Komplikasi fetal seperti oligohidramnion (12,5%) dan absent end-diastolic flow (2,5%) mengindikasikan gangguan perfusi uteroplasenta. Kesimpulan: Terapi antihipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah dan memperbaiki gejala maternal pada pasien preeklamsia. Namun, persistensi luaran neonatal yang buruk meskipun terjadi perbaikan hemodinamik maternal menekankan perlunya pendekatan tata laksana komprehensif yang mencakup pemantauan ketat maternal-fetal, deteksi dini insufisiensi plasenta, dan sistem rujukan yang dioptimalkan. Penelitian prospektif lebih lanjut dengan ukuran sampel lebih besar dan follow-up jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi luaran terapi jangka panjang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Tama, N. P., Almasdy , D., & Sari , Y. O. (2026). Pola terapi antihipertensi dan luaran klinis pada preeklamsia. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(2), 1735–1741. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i2.1565
Bagian
Original Articles

Referensi

World Health Organization. Pre-eclampsia. 2025. Available from: https://www.who.int (accessed Jan 17, 2026).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Komplikasi Kehamilan. 2017. Available from: https://www.kemkes.go.id/id/pnpk-2017---tata-lakasana-komplikasi-kehamilan (accessed Jan 17, 2026).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2024. 2025. Available from: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024 (accessed Jan 17, 2026).

Dinas Kesehatan Kota Padang. Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang. Available from: https://dinkes.padang.go.id/profil-kesehatan-dinkes (accessed Jan 17, 2026).

Sari DSM, Fransiska P. Karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia. Cendekia Medika J STIKES Al-Ma’arif Baturaja. 2023;8(1):132–141. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v8i1.221

Difta RS, Mus NM, Almeida M, Herman. Efektivitas penggunaan obat antihipertensi pada ibu hamil dengan diagnosis preeklampsia rawat inap di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dan RSUD Inche Abdoel Moeis Kota Samarinda. J Riseta Naturafarm. 2025;2(2):73–84. https://doi.org/10.70392/jrn.v2i2.7384

Badan Pusat Statistik. Angka kelahiran menurut kelompok umur ibu (ASFR) menurut provinsi 1971–2020. 2023. Available from: https://www.bps.go.id (accessed Jan 17, 2026).

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Provinsi Sumatera Barat, 2023. 2023. Available from: https://sumbar.bps.go.id (accessed Jan 17, 2026).

Ralni FD, Lipoeto NI, Fadila Z. Hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan asupan makanan ibu hamil: studi cross-sectional. Jurnal Kesehatan Andalas. 2026;15(1):14–22. https://doi.org/10.25077/jka.v15i1.2720

Pattipeilohy F, Parti DD, Firdaus J, et al. Hubungan faktor risiko dengan kejadian preeklampsia di Puskesmas Kencong Jember. Jember Med J. 2023;2(1):1–13. https://doi.org/10.19184/jmj.v2i1.299

Muin RA, Subriani S. Hubungan umur dan pekerjaan terhadap preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bara-Baraya Makassar tahun 2024. J Manaj Bisnis Kesehat. 2025;1(4):12–21. https://doi.org/10.70817/jmbk.v1i4.33

Madania, Abdulkadir WS, Djuwarno EN, et al. Studi penatalaksanaan dan ketepatan pengobatan antihipertensi pada wanita hamil di RSUD Toto Kabila. J Syifa Sci Clin Res. 2024;6(1):34–45. https://doi.org/10.37311/jsscr.v6i1.23785

Lan L, Yan Y, Qi H, et al. Effects of intravenous nicardipine followed by oral therapy in severe peripartum hypertension. Ginekol Pol. 2024;95(7):536–543. https://doi.org/10.5603/gpl.97752

Kurniawati D, Azubah AM, Septiyono EA, et al. Tanda dan gejala pada kehamilan dengan preeklampsia. Sehatmas J Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2023;2(4):1064–1072. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i4.2578

Ernawati A, Aditiawarman, Rifdah SN, Sulistyono A. Antihypertensive choices during pregnancy in limited setting. Pharmacogn J. 2023;15(2):315–318. https://doi.org/10.5530/pj.2023.15.46

Rachmaini F, Juwita DA, Abdillah R, Rifqi MA. Pengaruh antihipertensi terhadap tekanan darah dan proteinuria pada preeklampsia berat. J Sains Farm Klin. 2023;9(Suppl):175–183. https://doi.org/10.25077/jsfk.9.sup.175-183.2022

Garovic VD, et al. Hypertension in pregnancy: diagnosis, blood pressure goals, and pharmacotherapy. Hypertension. 2022;79(2):e21–e41. https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000208

Mohammed EO, Abdalla QO, Ahmed KO, et al. Effectiveness of antihypertensive therapies and maternal-neonatal outcomes in preeclampsia. J Fam Med Prim Care. 2025;14(9):3770–3777. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_293_25

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Gestational hypertension and preeclampsia: ACOG practice bulletin No. 222. Obstet Gynecol. 2020;135(6):e237–e260. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000003891

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama