Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Hati Ayam
Isi Artikel Utama
Page: 686-694
Abstrak
Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko berkembang menjadi gout jika tidak ditangani secara tepat. Penggunaan allopurinol sebagai terapi konvensional efektif menurunkan kadar asam urat namun berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam yang lebih aman. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antihiperurisemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun kelor dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus Musculus) yang diinduksi hiperurisemia menggunakan hati ayam. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan kontrol kelompok ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi enam kelompok (n=5): kontrol normal, kontrol negatif (Na-CMC 5%), kontrol positif (allopurinol 10 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun kelor dosis 70, 140, dan 280 mg/kgBB. Induksi hiperurisemia dilakukan menggunakan hati ayam. Pengukuran kadar asam urat dilakukan setiap hari selama 7 hari menggunakan alat Multicheck Nesco®. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan uji Post Hoc Tukey dengan taraf signifikansi p<0,05. Hasil: Induksi hati ayam berhasil meningkatkan kadar asam urat mencit pada seluruh kelompok perlakuan (kadar awal 3,26-3,42 mg/dL meningkat menjadi 8,20-8,30 mg/dL). Ekstrak daun kelor menunjukkan efek penurunan kadar asam urat secara bertahap dan bergantung pada dosis. Dosis 280 mg/kgBB memberikan efek penurunan paling optimal (dari 8,22 mg/dL menjadi 3,44 mg/dL pada hari ke-7; p<0,05), mendekati efektivitas kontrol positif allopurinol (dari 8,30 mg/dL menjadi 3,52 mg/dL). Uji fitokimia mengonfirmasi adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol, dan triterpenoid yang berperan dalam penghambatan enzim xantin oksidase. Kesimpulan: Ekstrak daun kelor efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit yang diinduksi hiperurisemia, dengan dosis 280 mg/kgBB sebagai dosis paling optimal. Ekstrak daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi antihiperurisemia berbasis bahan alam.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Latief M, Tarigan IL, Sari PM, Aurora FE. Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Pada Mencit Putih Jantan Antihyperuricemia Activity of Ethanol Extract of Sungkai Leaves-(Peronema canescens Jack) in Male White Mice n.d.
Timsans J, Palomäki A, Kauppi M. Gout and hyperuricemia: a narrative review of their comorbidities and clinical implications. Journal of Clinical Medicine 2024;13:7616.
Manopo CM, Bodhi W, Suoth EJ. Antihyperuricemia Activity Test of Combination Ethanol Extract of Salam Leaves (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) and Plant Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) in Male White Rats (Rattus Norvegicus). n.d.
FitzGerald JD, Dalbeth N, Mikuls T, Brignardello‐Petersen R, Guyatt G, Abeles AM, et al. 2020 American College of Rheumatology guideline for the management of gout. Arthritis & Rheumatology 2020;72:879–95.
Kozak R, Kiss T, Dlugolenski K, Johnson DE, Gorczyca RR, Kuszpit K, et al. Characterization of PF-6142, a novel, non-catecholamine dopamine receptor D1 agonist, in murine and nonhuman primate models of dopaminergic activation. Frontiers in Pharmacology 2020;11:1005.
Muzuni M, Rosalinda R, Ambardini S, Malik N. Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Hantap (Sterculia oblongata R. Brown) pada Mencit (Mus musculus L.) Hiperurisemia. BioWallacea: Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) 2023;10:108–18.
Nasution MS, Agustin T, Jasmin S, Devi S. Edukasi Masyarakat Mengenai Daun Kelor (Moringa Oleifera) Di PT Keloria Moringa Jaya Medan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen 2025;3:65–72.
Mulun CI, Razoki R, Novriani E. Evaluasi formulasi sediaan floating mikroenkapsulasi yang mengandung ekstrak etanol herba sirih cina (Peperomia pellucida L.). Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2025;4:469–84.
Sari DA, Rahmawati I, Puspitasari I. Efek kombinasi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy 2023;7:27–43.
Ginarana A. Uji aktivitas antibakteri formulasi gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap Staphylococcus aureus 2019.
Nofanda IWID. Skrining Fitokimia Dan Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Metode DPPH 2022.
Aisyah NN, Sari FM. Identifikasi Senyawa Bioaktif dan Enkapsulasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Pegagan (Centella asiatica) untuk Bahan Baku Obat Antihipertensi dan Antiaging 2025.
Rachmania RA, Dwitiyanti D, Iriansyah QW, Putri FF. Potensi Fraksi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Penghambatan Xantin Oksidase dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Hiperurisemia. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) 2021;18:21. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v18i1.8085.
Muzuni et al. Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Hantap (Sterculia oblongata R. Brown) pada Mencit (Mus musculus L.) Hiperurisemia. Journal of Biological Research) 2023;10:108–18.
Indriani L, Rahmawati A, Irfan N, Sari N. Potensi Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) sebagai Antihiperurisemia pada Mencit Putih (Mus musculus). Journal Of Pharmacy 2023;1:69.
Sonia R, Yusnelti Y, Fitrianingsih F. Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Durian (Durio zibethinus (Linn.)) sebagai Antihiperurisemia. Jurnal Kefarmasian Indonesia 2020:130–9. https://doi.org/10.22435/jki.v10i2.2148.
Ulya T, Masruroh IN, Muslichah S, Ningsih IY. Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Biji Juwet (Syzygium Cumini (L.) Skeels) Sebagai Antihiperurisemia Pada Mencit Hiperurisemia. Pharmaceutical and Traditional Medicine 2022;6:28–34. https://doi.org/10.33651/ptm.v6i1.411.