Isi Artikel Utama

Himyatul Hidayah
Surya Amal
Rifah Alena Rades

Page: 2487-2494

Abstrak

Kulit batang jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder, terutama golongan fenolik dan flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan alami melalui kemampuannya mendonorkan atom hidrogen atau elektron untuk menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan total fenolik, total flavonoid, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan fraksi kulit batang jamblang. Penetapan kadar total fenolik dilakukan menggunakan metode Folin–Ciocalteu, sedangkan kadar total flavonoid dianalisis dengan metode aluminium klorida (AlCl₃). Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang jamblang memiliki kandungan total fenolik sebesar 37,41 mg GAE/g ekstrak dan total flavonoid sebesar 29,94 mg QE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, dan fraksi etil asetat masing-masing memiliki nilai IC₅₀ sebesar 12,30 µg/mL, 92,82 µg/mL, dan 21,72 µg/mL. Berdasarkan klasifikasi aktivitas antioksidan, ekstrak etanol dan fraksi etil asetat termasuk dalam kategori sangat kuat, sedangkan fraksi n-heksana tergolong kuat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hidayah , H., Amal, S., & Rades , R. A. (2026). Analisis Kandungan Total Fenolik, Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Fraksi Syzygium cumini (L) Skells. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(3), 2487–2494. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i3.1762
Bagian
Original Articles

Referensi

Fatia Z. Aktivitas farmakologi tumbuhan jamblang (Syzygium cumini L.): literature review article. UBP Karawang; 2021.

Haroon R, Jelani S, Arshad FK. International Journal of Research–Granthaalayah.

Jagetia GC. Phytochemical composition and pleotropic pharmacological properties of jamun, Syzygium cumini Skeels. J Explor Res Pharmacol. 2017;2:54–66. DOI: https://doi.org/10.14218/JERP.2016.00038

Diningrat DS. Potensi antioksidan alami pada ekstrak kulit buah jamblang (Syzigium cumini (L.) Skeels) menggunakan metode DPPH. J Bioslogos. 2018;8:21–26. DOI: https://doi.org/10.35799/jbl.8.1.2018.20593

Raza A, Ali MU, Nisar T, Qasrani SA, Hussain R, Sharif MN. Proximate composition of jamun (Syzygium cumini) fruit and seed. 2015.

Sami FJ, Nur S, Kursia S, Gani SA, Sidupa TR. Uji aktivitas antioksidan dari beberapa ekstrak kulit batang jamblang (Syzygium cumini) menggunakan metode peredaman radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). J Farm UIN Alauddin Makassar. 2016;4:130–138.

Azmir J, Zaidul ISM, Rahman MM, et al. Techniques for extraction of bioactive compounds from plant materials: a review. J Food Eng. 2013;117:426–436. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2013.01.014

Do QD, Angkawijaya AE, Tran-Nguyen PL, et al. Effect of extraction solvent on total phenol content, total flavonoid content, and antioxidant activity of Limnophila aromatica. J Food Drug Anal. 2014;22:296–302. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jfda.2013.11.001

Harborne AJ. Phytochemical methods: a guide to modern techniques of plant analysis. Springer Science & Business Media; 1998.

Stalikas CD. Extraction, separation, and detection methods for phenolic acids and flavonoids. J Sep Sci. 2007;30:3268–3295. DOI: https://doi.org/10.1002/jssc.200700261

Nurjanah N, Izzati L, Abdullah A. Aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif kerang pisau (Solen spp.). Ilmu Kelaut. 2011;16:119–124.

Najihudin A, Chaerunisaa A, Subarnas A. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) dengan metode DPPH. Indones J Pharm Sci Technol. 2017;4:70–78. DOI: https://doi.org/10.15416/ijpst.v4i2.12354

Widyasanti A, Rohdiana D, Ekatama N. Aktivitas antioksidan ekstrak teh putih dengan metode DPPH. Edufortech. 2016;1:1–9. DOI: https://doi.org/10.32585/ags.v1i2.50

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2008.

Pisoschi AM, Pop A. The role of antioxidants in the chemistry of oxidative stress: a review. Eur J Med Chem. 2015;97:55–74. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ejmech.2015.04.040

Hasnaeni H, Wisdawati W. Pengaruh metode ekstraksi terhadap rendemen dan kadar fenolik ekstrak tanaman kayu beta-beta (Lunasia amara Blanco). J Farm Galen. 2019;5:175–182. DOI: https://doi.org/10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13599

Anggriani SD, Anggarani MA. Determination of total phenolic, total flavonoid and antioxidant activity of Batak onion extract (Allium chinense G. Don). Indones J Chem Sci. 2022;11:207–221. DOI: https://doi.org/10.15294/ijcs.v11i2.54610

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama