Formulasi Sediaan Gel Antibakteri Dari Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora L.) Sebagai pengobatan luka diabetes
Isi Artikel Utama
Page: 1270-1280
Abstrak
Luka diabetes termasuk luka kronis yang mudah terinfeksi bakteri sehingga membutuhkan terapi yang optimal. Biji kopi robusta (Coffea Canephora L.) diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain polifenol, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sediaan gel berbasis ekstrak biji kopi robusta serta menilai aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis dan mutu fisiknya. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi tiga variasi konsentrasi, yaitu F1 (30%), F2 (50%), dan F3 (75%). Pengujian meliputi skrining fitokimia, evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil skrining menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid pada ekstrak. Seluruh formula gel memiliki sifat fisik yang baik dengan nilai pH berkisar 5,42–6,33 dan daya sebar 5,0–6,7 cm. Aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak, ditunjukkan oleh diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,98 mm (F1), 17,76 mm (F2), dan 18,49 mm (F3). Dengan demikian, sediaan gel ekstrak biji kopi robusta memenuhi persyaratan fisik topikal dan berpotensi digunakan sebagai alternatif terapi luka diabetes.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
a. Idea, h. Journal, r. Musyaropah, and a. Supriyatna, “penyembuhan berbagai luka the effectiveness of binahong leaves ( anredera scandens ( l .) Moq ) as a medicine for healing various wounds,” vol. 3, no. 02, pp. 0–5, 2023.
u. Diabetikum, p. Penderita, and d. Melitus, “indonesian journal of nursing and health sciences,” vol. 4, pp. 85–94, 2023.
y. Trihandayani, u. F. Rohmah, d. P. Listiani, s. M. Wijaya, a. Budiman, and c. Puspanegara, “senam kaki untuk penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus ( literatur review ),” vol. 3, no. 1, pp. 134–144, 2024.
j. Ilmiah, k. Imelda, s. Siregar, u. I. Medan, and w. Healing, “hubungan kadar gula darah sewaktu dengan proses penyembuhan luka pada pasien,” vol. 6, no. 1, pp. 22–26, 2020.
c. Laras, d. Hendia, and l. Suryani, “the optimization of temperature to bacteriocin by lactobacillus acidophilus against methicillin-resistant staphylococcus aureus”, doi: 10.18196/umygrace.v4i1.664.
j. Bina et al., “profil nilai tekanan darah penderita diabetes melitus dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol,” vol. 21, no. 2, pp. 106–115, 2025.
a. B. Wicaksana and e. Marliana, “formulasi dan uji stabilitas fisik gel ekstrak biji hijau kopi arabika ( coffea arabica l .) Gayo berbasis carboxymethyl cellulose sodium,” vol. 3, no. September, pp. 24–34, 2023.
h. Dharmawan, s. Nasri, and v. E. Kaban, “pengujian potensi aktivitas antibakteri dari daun cep-cepan ( saurauia cauliflora dc .) Dalam formulasi sediaan gel terhadap propionibacterium acnes,” vol. 5, 2022.
m. A. Setiawan, b. Staphylococcus, m. A. Setiawan, and s. A. Tee, “uji daya hambat ekstrak biji kopi robusta ( coffea,” vol. 6, no. 1, pp. 12–18, 2017.
e. Daun, k. Sauropus, and l. Merr, “pengaruh jumlah pelarut terhadap rendemen ekstrak daun katuk ( sauropus androgynus l. Merr),” pp. 125–135.
s. Wahidah, g. Ayu, and r. Saputri, “formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa ( tamarindus indica l .) Dengan variasi gelling agent,” vol. 10, no. 2, pp. 508–518, 2024.
d. P. Astuti, p. Husni, and k. Hartono, “farmaka formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel antiseptik tangan minyak atsiri bunga lavender ( lavandula angustifolia miller ) farmaka,” vol. 15, pp. 176–184.
i. M. Rahayu, g. Permata, z. Firdausi, and r. P. Rahmawati, “antibacterial effects of cayenne pepper leaves extract ( capsicum frutescens l .) Against the responsibility of staphylococcus epidermidis efek antibakteri ekstrak daun cabai rawit ( capsicum frutescens l .) Terhadap daya hambat bakteri staphylococcus epidermidis,” pp. 14–23, 2021.
j. Kesehatan and m. Vol, “aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji kopi arabika dan robusta terhadap bakteri,” vol. 6, no. 1, pp. 25–36, 2025.
v. N. Mei, “pharmacon – program studi farmasi , fmipa , universitas sam ratulangi , volume 11 nomor 2 mei 2022 the effect inclusion on caffeine levels in coffee beans of surakarta by uv-vis spectrophotometry pengaruh perendaman terhadap kadar kafein pada biji kopi pharmacon – program studi farmasi , fmipa , universitas sam ratulangi ,” vol. 11, pp. 1512–1516, 2022.
n. B. Sembiring, a. A. Lubis, r. Malem, b. Karo, and a. Hidayat, “skrinning fitokimia komponen bioaktif parem karo,” vol. 2, no. 2, pp. 32–38, 2023, doi: 10.34012/bkkp.v2i2.4798.
m. Prihannensia, s. Winarsih, and a. Achmad, “uji aktivitas sediaan gel dan ekstrak lengkuas ( alpinia galanga ) terhadap bakteri staphylococcus epidermidis secara in vitro antibacterial in vitro test of staphylococcus epidermidis,” vol. 4, no. 1, pp. 23–28, 2018.
p. Hari and b. Sedunia, “doi: http://dx.doi.org/10.33846/sf13nk206 daya hambat ekstrak biji kopi robusta,” vol. 13, pp. 38–45, 2022.
p. E. Etanol, b. Kopi, and k. M. Tengah, “formulasi dan uji stabilitas sediaan masker gel,” vol. 2, no. 3, pp. 2–6.
m. K. Putri, b. Ria, e. Marita, e. K. Sari, and p. S. Farmasi, “Uji Stabilitas Sifat Fisik Gel Ekstrak Kulit Buah Kopi,” vol. 25, pp. 6–18, 2025.