Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak dan Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Candida albicans
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Penyakit infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Candida albicans, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi lingkungan yang lembap, sanitasi yang kurang memadai, serta kepadatan penduduk dan tingkat sosial ekonomi yang rendah turut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi infeksi jamur. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan potensi antijamur, namun efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui formulasi nanopartikel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya dan mengevaluasi aktivitas antijamurnya terhadap Candida albicans dengan membandingkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) antara ekstrak konvensional dan nanopartikel ekstrak. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan ekstrak etanol daun pepaya dan nanopartikel ekstrak dengan variasi konsentrasi. Ukuran partikel dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode dilusi cair dan padat serta difusi cakram terhadap Candida albicans ATCC 10231. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil: Nanopartikel ekstrak menunjukkan ukuran partikel lebih kecil (330,27 nm) dibandingkan ekstrak konvensional (2203,45 nm). Nilai KHM nanopartikel ekstrak (1,25%) lebih rendah daripada ekstrak konvensional (12,5%), sedangkan nilai KBM nanopartikel ekstrak (5%) setara dengan ekstrak konvensional 50%. Uji difusi cakram menunjukkan nanopartikel ekstrak 5% memiliki zona hambat 21,6 mm, yang tergolong sensitif dan setara dengan ekstrak 50%. Kesimpulan: Formulasi nanopartikel ekstrak daun pepaya mampu meningkatkan efektivitas antijamur dengan mengurangi dosis hingga sepuluh kali lipat dibandingkan ekstrak konvensional. Temuan ini menunjukkan potensi nanopartikel sebagai alternatif terapi infeksi jamur yang lebih efisien.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Marbun RAT. Uji aktivitas ekstrak daun pirdot (Sauraia vulcani Korth.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. J Bios Logos 2021;11:1–6.
Kurniawan JA. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Rimpang Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) Terhadap Jamur Candida albicans serta Skrining Fitokimianya 2009.
A’yun Ainun Nikmati Laily Q. Analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.) di balai penelitian tanaman aneka kacang dan umbi, Kendalpayak, Malang. Pros KPSDA 2015;1.
Mauseth JD. Botany: an introduction to plant biology. Jones & Bartlett Publishers; 2014.
Nuryanti S. Aktivitas antifungi sari daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap candida albicans. As-Syifaa J Farm 2017;9:1–23.
Suni NA, Wowor VNS, Leman MA. Uji daya hambat rebusan daun pepaya (Carica papaya) terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik polimerisasi panas. E-GiGi 2017;5.
Martien R, Adhyatmika A, Irianto IDK, Farida V, Sari DP. Perkembangan teknologi nanopartikel sebagai sistem penghantaran obat. Maj Farm 2012;8:133–44.
Fitri D, Kiromah NZW, Widiastuti TC. Formulasi Dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Berbagai Variasi Komposisi Kitosan Dengan Metode Gelasi Ionik. JPSCR J Pharm Sci Clin Res 2020;5:61. https://doi.org/10.20961/jpscr.v5i1.39269.
Buzea C, Pacheco II, Robbie K. Nanomaterials and nanoparticles: sources and toxicity. Biointerphases 2007;2:MR17–71.
Rawat M, Singh D, Saraf S, Saraf S. Nanocarriers: promising vehicle for bioactive drugs. Biol Pharm Bull 2006;29:1790–8.
Depkes RI. Materia Medika (Indonesia Medical Materials). 1989.
Kesehatan D. Materia Medika Indonesia Jilid II. Jakarta Dep Kesehat Republik Indones 1978.
Anggraeni R. Uji Karakteristik Simplisia Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). JIFI (Jurnal Ilm Farm Imelda) 2020;3:32–8. https://doi.org/10.52943/jifarmasi.v3i2.210.
Depkes RI. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta Dep Kesehat Republik Indones 2008.
Kemenkes.RI. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi II. Jakarta: kementrian Kesehatan RI; 2017.
M. Natsir D, Sartini. Dasar–Dasar Mikrobiologi Farmasi. 3rd ed. Makassar: Lembaga penerbit universitas Hasanudin (lephas); 2018.
Octaviani M, Fadila F. Uji aktivitas antijamur sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap jamur candida albicans. J Katalisator 2018;3:125–33.
Sari NKY, Permatasari AAAP, Sumadewi NLU. Uji Aktivitas Anti Fungi Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria acuminata) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. J Media Sains 2019;3:28–31.
Hudzicki J. Kirby-Bauer disk diffusion susceptibility test protocol. Am Soc Microbiol 2009;15:1–23.
Maryam F, Taebe B, Toding DP. Pengukuran parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata JR & G. Forst). J Mandala Pharmacon Indones 2020;6:1–12.
Sutomo S, Hasanah N, Arnida A, Sriyono A. Standardisasi simplisia dan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata JR Forst & G. Forst) asal Kalimantan Selatan. J Pharmascience 2021;8:101–10.
Li X, Robinson SM, Gupta A, Saha K, Jiang Z, Moyano DF, et al. Functional Gold Nanoparticles as Potent Antimicrobial Agents against Multi-Drug-Resistant Bacteria. ACS Nano 2014;8:10682–6. https://doi.org/10.1021/nn5042625.
Kumowal S, Fatimawali F, Jayanto I. Uji aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak lengkuas putih (Alpinia galanga (L.) Willd) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pharmacon 2019;8:781–90.
Warokka KE, Wuisan J, . J. Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Steenis) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. E-GIGI 2016;4. https://doi.org/10.35790/eg.4.2.2016.13766.
Zanuary AR. Efektifitas daya antibakteri ekstrak daun matoa Pometia (Pinnata JR & G. Fors) dalam berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan Streptococcus Mutans (secara in vitro) 2014.
Humphries RM, Ambler J, Mitchell SL, Castanheira M, Dingle T, Hindler JA, et al. CLSI methods development and standardization working group best practices for evaluation of antimicrobial susceptibility tests. J Clin Microbiol 2018;56:10–1128.
Barry AL. An overview of the Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) and its impact on antimicrobial susceptibility tests. Antimicrob Susceptibility Test Protoc 2007;1.
Weinstein MP, Lewis JS. The clinical and laboratory standards institute subcommittee on antimicrobial susceptibility testing: background, organization, functions, and processes. J Clin Microbiol 2020;58:10–1128.
Gunawan H, Rahayu YP. Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) Terhadap Streptococcus mutans. FARMASAINKES J Farm Sains, Dan Kesehat 2021;1:56–67.
Rahayu YP, Lubis MS, Mutti-in K. Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Dan Uji Efektivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus aureus. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 4, 2021, p. 373–88.
Fahira N, Rahayu YP, Nasution HM, Nasution MP. Uji aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak etanol daun matoa ( Pometia pinnata J . R Forst & G . Forst ) terhadap bakteri Streptococcus mutans. J Ris Kefarmasian Indones 2023;5:100–19.
Rahayu YP, Sirait US. Formulasi Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Dan Uji Antibakterinya Terhadap Streptococcus mutans Secara In Vitro. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 5, 2022, p. 370–9.
Siregar HN, Rahayu YP, Nasution HM, Nasution MP. Uji Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata JR Forst & G. Forst) Terhadap Bakteri Escherichia coli. J Ris Kefarmasian Indones 2023;5:24–41.
Khofifah N, Rahayu YP, Nasution HM, Miswanda D. Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes. J Pharm Sci 2025:51–66.
Rafika IM, Rahayu YP, Nasution HM, Miswanda D. Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak dan Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Kubis (Brassica oleracea L.) Terhadap Malassezia furfur. J Pharm Sci 2025:1018–32.
Safira L, Rahayu YP, Nasution HM, Miswanda D. Konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) terhadap Cutibacterium acnes. J Pharm Sci 2025:450–66.
Sony S, Rahayu YP, Nasution HM, Rani Z. Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak Dan Nanopartikel Ekstrak Daun Pometia pinnata Terhadap Staphyloccocus aureus dan Escherichia coli. J Pharm Sci 2025:1047–65.
Wirawan D, Rahmat D. Formulasi Nanopartikel Ekstrak Temu Lawak Berbasis Kitosan Sebagai Antijerawat. Med Sains J Ilm Kefarmasian 2019;3:153–8.
Jeevanandam J, Barhoum A, Chan YS, Dufresne A, Danquah MK. Review on nanoparticles and nanostructured materials: history, sources, toxicity and regulations. Beilstein J Nanotechnol 2018;9:1050–74.
Ahmed S, Ahmad M, Swami BL, Ikram S. A review on plants extract mediated synthesis of silver nanoparticles for antimicrobial applications: A green expertise. J Adv Res 2016;7:17–28. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jare.2015.02.007.
Rai M, Yadav A, Gade A. Silver nanoparticles as a new generation of antimicrobials. Biotechnol Adv 2009;27:76–83.
Sirelkhatim A, Mahmud S, Seeni A, Kaus NHM, Ann LC, Bakhori SKM, et al. Review on zinc oxide nanoparticles: antibacterial activity and toxicity mechanism. Nano-Micro Lett 2015;7:219–42.
Zhao L, Seth A, Wibowo N, Zhao C-X, Mitter N, Yu C, et al. Nanoparticle vaccines. Vaccine 2014;32:327–37.
Khan I, Saeed K, Khan I. Nanoparticles: Properties, applications and toxicities. Arab J Chem 2019;12:908–31.
Naito M, Yokoyama T, Hosokawa K, Nogi K. Nanoparticle technology handbook. Elsevier; 2018.
Hajipour MJ, Saei AA, Walker ED, Conley B, Omidi Y, Lee K, et al. Nanotechnology for targeted detection and removal of bacteria: opportunities and challenges. Adv Sci 2021;8:2100556.
Kim JS, Kuk E, Yu KN, Kim J-H, Park SJ, Lee HJ, et al. Antimicrobial effects of silver nanoparticles. Nanomedicine Nanotechnology, Biol Med 2007;3:95–101.
Gupta D, Singh A, Khan AU. Nanoparticles as efflux pump and biofilm inhibitor to rejuvenate bactericidal effect of conventional antibiotics. Nanoscale Res Lett 2017;12:454.
Hwang ET, Lee JH, Chae YJ, Kim YS, Kim BC, Sang B, et al. Analysis of the toxic mode of action of silver nanoparticles using stress‐specific bioluminescent bacteria. Small 2008;4:746–50.
Benoit DSW, Sims Jr KR, Fraser D. Nanoparticles for oral biofilm treatments. ACS Nano 2019;13:4869–75.
Nguyen T-K, Lam SJ, Ho KKK, Kumar N, Qiao GG, Egan S, et al. Rational design of single-chain polymeric nanoparticles that kill planktonic and biofilm bacteria. ACS Infect Dis 2017;3:237–48.
Liu Y, Naha PC, Hwang G, Kim D, Huang Y, Simon-Soro A, et al. Topical ferumoxytol nanoparticles disrupt biofilms and prevent tooth decay in vivo via intrinsic catalytic activity. Nat Commun 2018;9:2920.
Mohanty A, Tan CH, Cao B. Impacts of nanomaterials on bacterial quorum sensing: differential effects on different signals. Environ Sci Nano 2016;3:351–6.
Gómez-Gómez B, Arregui L, Serrano S, Santos A, Pérez-Corona T, Madrid Y. Unravelling mechanisms of bacterial quorum sensing disruption by metal-based nanoparticles. Sci Total Environ 2019;696:133869.
Hayat S, Muzammil S, Shabana null, Aslam B, Siddique MH, Saqalein M, et al. Quorum quenching: role of nanoparticles as signal jammers in Gram-negative bacteria. Future Microbiol 2019;14:61–72.
Dewi MK, Ratnasari E, Trimulyono G. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Majapahit (Crescentia cujete) terhadap pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu. LenteraBio 2014;3:51–7.
Ayen RY, Rahmawati M. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun sembung rambat (Mikania micrantha HBK) terhadap pertumbuhan bakteri Bacilluscereus IHB B 379 dan Shigella flexneri. Protobiont 2017;6:123–9.





