Uji Stabilitas Gel Ekstrak Daun Mugwort (Artemisia vulgaris L.) dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus
Isi Artikel Utama
Page: 2505-2512
Abstrak
Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang dapat berkembang biak di dalam jaringan tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit. Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dapat dilakukan dengan penggunaan antibakteri. Salah satu bahan alam yang mempunyai senyawa aktif berpotensi sebagai antibakteri adalah daun mugwort (Artemisia vulgaris L.). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak daun mugwort terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta menguji stabilitas fisik gel ekstrak daun mugwort. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini yaitu difusi cakram dengan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Konsentrasi gel ekstrak daun mugwort yang diuji dan diformulasikan yaitu 5%, 7,5% dan 10%. Uji stabilitas fisik gel dilakukan dengan metode cycling test dengan pengamatan sebelum dan sesudah uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mugwort memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada uji aktivitas antibakteri gel didapatkan hasil pengujian gel 5%: 4,17 mm, 7,5%: 5,67 mm, dan 10%: 8,17 mm. Hasil uji stabilitas fisik gel dengan ekstrak daun mugwort 5%, 7,5% dan 10% menunjukkan bahwa gel homogen, dengan pH 5,89±0,15 - 5,22±0,11, memiliki daya sebar 4,29±0,51 - 5,04±0,81 cm, dan viskositas 9811,57±2,66 - 9812,30±1,73 mPa.s. Gel ekstrak daun mugwort memiliki stabilitas fisik yang baik.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Sari YR, Niken. Uji daya hambat ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. J Kesehat Saintika Meditory. 2023;6:365–75.
Khasanah N, Devi E, Rianti D. Pengaruh tinggi konsentrasi propolis terhadap efektivitas daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. 2022:198–204.
Seko MH, Sabuna AC, Ngginak J. Ekstrak etanol daun ajeran sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. J Biosains. 2021;7:1–9.
Mainali TR, Shrestha B, Dallakoti S, Gurung S. Preliminary phytochemical screening, antibacterial and antifungal activity of Artemisia vulgaris Teeka. 2024:126–31.
Khasfah D, Shobah AN, Staini SN, Noviyanto F. Efektivitas antifungi ekstrak etanol daun baru cina (Artemisia vulgaris L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. J Farmamedika. 2023;8:36–45.
Thi PTN, Trinh N, Tien LX, Danh TT. Bacterial activities of Artemisia vulgaris L. essential oil in Vietnam. Nat Prod Commun. 2024. https://doi.org/10.1177/1934578X241275782.
Agustiani FRT, Sjahid LR, Nursal FK. Kajian literatur: peranan berbagai jenis polimer sebagai gelling agent terhadap sifat fisik sediaan gel. 2022;7:270–87.
Novitasari M, Amboro W. Formulasi gel tabir surya ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) dan penentuan nilai sun protection factor (SPF). Avicenna J Health Res. 2021;4:107–15.
Syahria M, Zulkarnain I, Indonesia M. Formulasi dan evaluasi efektivitas kelembaban sediaan gel lidah buaya (Aloe vera Linn.). Nusant Hasana J. 2026;5:30–43.
Afifah N, Riyanta AB, Amananti W. Pengaruh waktu maserasi terhadap hasil skrining fitokimia pada ekstrak daun mangga harum manis (Mangifera indica L.). J Crystal Publ Penelit Kim Ter. 2023;5:54–61.
Ulfah A, Nastiti K, Kurniawati D, Hakim AR. Penetapan kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bangkal (Nauclea subdita (Korth)) menggunakan spektrofotometri UV-Vis. J Pharm Care Sci. 2024;5:29–39.
Lestari U, Muhaimin M, Maimum M, Yuliana Y. Antioxidant activity and phytochemical content of green and red leaf ethanol extracts of red shoots (Syzygium myrtifolium Walp.). 2025;12:191–9.
Naufal M, Ananta F, Nuralyza I, Solehah K, Pratama IS. Skrining fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol 70% propolis Trigona sp. asal Lombok Utara. 2024;5.
Syaron P, Sientje M, Irma L, Kimia P. Uji senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.). 2020;9:64–9.
Setiani I, Endriyatno NC. Formulasi gel ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan variasi konsentrasi HPMC serta uji fisiknya. 2023;3:378–90.
Rizal R, Maharani V. Formulasi sediaan spray gel ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan uji daya tabir surya. 2023;1:48–59.
Kaban VE, Nasri N, Syahputra HD, Fitri R. Formulasi sediaan gel dari ekstrak metanol biji alpukat (Persea americana Mill.) sebagai penyembuh luka sayat pada tikus jantan (Rattus norvegicus). Herb Med J. 2022;5:12–8.
Wahidah S, Ayu G, Saputri R. Formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan variasi gelling agent. J Mandala Pharmacon Indones. 2024;10:508–18.
Anggoro N, Endriyatno NC. Formulasi gel ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) variasi Carbopol 940 serta uji fisik dan stabilitasnya. Sasambo J Pharm. 2024;5.
Slamet, Anggun BD, Pambudi DB. Uji stabilitas fisik formula sediaan gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.). J Ilm Kesehat. 2020;13:115–22.
Nafisah U, Suhesti I, Albetia P. Formulation and antibacterial activity of liquid soap containing a combination of citronella (Cymbopogon nardus L. Rendle), cinnamon (Cinnamomum burmanni Ness ex Bl.), and lemon (Citrus limon L.) essential oils against Staphylococcus epidermidis. 2022;19:63–70.
Niken, Yusuf RN. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit jeruk Gunung Omeh (Citrus nobilis Lour.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada kulit. J Kesehat Med Saintika. 2024;15:55–61.
Ninsih UA, Tenri A, Lambogo B, Imaniar M. Formulasi gel ekstrak etanol daun sirih cina serta aktivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. As-Syifaa J Farm. 2022;14:1–10.
Yusuf AL, Nugraha D, Wahlanto P, Indriastuti M, Ismail R, Himah FA. Formulasi dan evaluasi sediaan gel ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) dengan variasi konsentrasi Carbopol 940. Pharm Genius. 2022;1:50–61.
Hilmarni, Azzahra IR, Yulia M. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun torbangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) dengan penambahan minyak zaitun (Olea europaea). Menara Ilmu. 2023;17:1–8.
Endah SRN, Shintia C, Nofriyaldi A. Stability test of gel hand sanitizer containing ethanol extract of nutmeg leaves (Myristica fragrans Houtt.) with variation of HPMC and glycerine concentrations. Food Pharm Sci. 2021;9:395–402.
Nadlif AM, Walid M. Daya hambat ekstrak metanol daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap Staphylococcus aureus. OBAT J Ris Ilmu Farm Kesehat. 2024;2:76–86.