Formulasi dan Uji Aktivitas Gel Antisariawan Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Secara In vivo Pada Tikus Putih
Isi Artikel Utama
Page: 2453-2464
Abstrak
Sariawan atau ulkus mukosa oral merupakan gangguan yang sering menimbulkan nyeri dan menghambat aktivitas sehari-hari. Daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula gel ekstrak daun alpukat dan mengevaluasi aktivitas antisariawannya secara in vivo pada tikus putih jantan galur Wistar. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan dalam gel berbasis karbopol. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi secara acak menjadi empat kelompok (n = 6): kontrol negatif, kontrol positif, basis gel, dan gel ekstrak daun alpukat formula terpilih. Ulkus mukosa oral diinduksi menggunakan asam asetat 50% dan dievaluasi secara makroskopik; satu sampel jaringan yang dipilih secara tersamar dari setiap kelompok dievaluasi secara histopatologis. Skrining fitokimia mendeteksi alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, serta steroid/triterpenoid. Pada hari ke-7, formula terpilih menghasilkan skor penyembuhan makroskopik lebih tinggi daripada kontrol negatif dan basis gel, meskipun kontrol positif menunjukkan skor tertinggi. Pengamatan histopatologis mendukung adanya regenerasi epitel yang lebih baik pada kelompok formula terpilih. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan antarkelompok (p < 0,001), sedangkan perbandingan antara kontrol negatif dan formula terpilih dengan uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,004). Hasil ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun alpukat layak diteliti lebih lanjut sebagai kandidat terapi topikal untuk penyembuhan ulkus oral.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Pan Z, Chen X, Zhang Y, Liu W, Li X, Wang H. Revisited and innovative perspectives of oral ulcer: mechanisms and therapeutic approaches. Front Bioeng Biotechnol. 2024;12.
Chavan M, Jain H, Diwan N, Khedkar S, Shete A, Durkar S. Recurrent aphthous stomatitis: a review. J Oral Pathol Med. 2012;41(8):577–83.
Puspitawi R. Gambaran klinis recurrent aphthous stomatitis pada rongga mulut. J Kedokt Gigi Indones. 2023;7(2):85–90.
Huynh N, Sangha S, Pan M, Shin DH, Park H, Mohammed AI, et al. Oxidative stress and chemoradiation-induced oral mucositis: a scoping review. Int J Mol Sci. 2022;23(9):4863.
Lalla RV, Bowen J, Barasch A, Elting L, Epstein J, Keefe DM, et al. Management of oral mucositis in patients with cancer. J Natl Cancer Inst Monogr. 2020;2020(53).
Dabas D, Elias RJ, Lambert JD, Ziegler GR. A colored avocado seed extract as a potential natural colorant. J Food Sci. 2021;86(3):1018–27.
Hasbi M. Aktivitas polifenol daun alpukat (Persea americana) terhadap penyembuhan luka. J Farm Indones. 2012;9(1):45–52.
Adeyemi OS, Faniyan TO, Adewumi OM. Anti-inflammatory and wound healing activities of Persea americana leaf extract. J Ethnopharmacol. 2022;292:115200.
Beyene TT, Alemu W, Mengesha AK, Tesfaye S. Formulation and evaluation of herbal gel for wound healing activity. Heliyon. 2023;9(6).
Sujana DE. Acute toxicity test of ethanol extract of pakis tangkur (Polypodium feei Meet.) root from Talaga Bodas Mountain on Swiss Webster mice. J Ilm Farm Bahari. 2020;1(2):167–79.
Elfiyani R, Sari IP, Rahmawati D. Penetapan kadar air dan karakterisasi simplisia beberapa tanaman obat menggunakan moisture balance. J Farm Sains Prakt. 2015;1(2):45–50.
Harborne JB. Metode fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. 2nd ed. Padmawinata K, Soediro I, translators. Bandung: ITB Press; 1987. p. 97.
Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME, editors. Handbook of pharmaceutical excipients. 8th ed. London: Pharmaceutical Press; 2020.
Sinko PJ. Martin's physical pharmacy and pharmaceutical sciences. 7th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2021.
Karavana SY, Güneri P, Ertan G, et al. Efficacy of topical benzydamine hydrochloride bioadhesive gel on oral mucosal ulcer healing: an in vivo animal study. Int J Oral Maxillofac Surg. 2011;40(9).
Majumder D, et al. Effect of two different delivery systems of honey on the healing of oral ulcer in an animal model. J Food Sci Technol. 2020;57(11):4211–9.
Wathoni N. Sacran hydrogel film containing keratinocyte growth factor accelerates wound healing by stimulating fibroblast migration and re-epithelization. Chem Pharm Bull. 2019;67(8):849–54.
Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. 6th ed. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2020.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia. 1st ed. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2008.
Silverman RB, Holladay MW, Kwon HJ. The organic chemistry of drug design and drug action. 4th ed. Academic Press; 2023.
Allen LV. Ansel's pharmaceutical dosage forms and drug delivery systems. 12th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2022.
Forestryana D, Fahmi MS, Putri N. Formulasi dan evaluasi gel hand sanitizer ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.). J Ilm Farm Bahari. 2020;11(2):194–202.
Garg A, Aggarwal D, Garg S, Singla AK. Spreading of semisolid formulations: an update. Pharm Technol. 2002;26(9):84–105.
Winarno FG. Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1992.
Paju N, Yamlean PVY, Kojong N. Uji efektivitas salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap luka terbuka pada kelinci. J Ilm Farm. 2013;2(1):7–12.
Robinson T. Kandungan organik tumbuhan tinggi. 6th ed. Bandung: Penerbit ITB; 1995.
Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. Inventaris tanaman obat Indonesia. Vol. 1. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2004.