Isi Artikel Utama

Nanda Sayyida Begum
Windi Astuti
Moh. Rasyid Kuna

Page: 1548-1555

Abstrak

Latar Belakang: Tingginya prevalensi diabetes melitus beserta risiko komplikasinya berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan, sehingga diperlukan evaluasi kesesuaian antara biaya riil perawatan dengan tarif INA-CBG's guna mendukung keberlanjutan sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara biaya riil perawatan dengan tarif INA-CBG's pada pasien diabetes melitus rawat inap serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian tersebut di RSUD Kota Kotamobagu. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 83 pasien dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi pasien diabetes melitus rawat inap peserta JKN periode Januari–Desember 2024. Analisis data menggunakan uji *t*-berpasangan untuk membandingkan biaya riil dengan tarif INA-CBG's, serta uji regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi selisih biaya. Hasil: Rata-rata biaya riil perawatan berturut-turut untuk kelas I, II, dan III adalah Rp6.882.567, Rp5.282.412, dan Rp5.224.188. Seluruh kelas perawatan menunjukkan selisih negatif (biaya riil lebih tinggi dari tarif INA-CBG's), namun perbedaan signifikan secara statistik hanya ditemukan pada kelas III (p = 0,000). Analisis regresi menunjukkan bahwa lama rawat inap (length of stay/LOS) merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan terhadap selisih biaya (p = 0,002; koefisien B = 1.250.000), sementara usia, penyakit penyerta, dan kelas perawatan tidak menunjukkan pengaruh bermakna (p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat ketidaksesuaian signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG's pada perawatan kelas III, dengan lama rawat inap sebagai faktor determinan utama. Rumah sakit perlu mempertimbangkan penyesuaian manajemen rawat inap dan evaluasi tarif, khususnya untuk kasus dengan LOS yang lebih panjang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Begum , N. S., Astuti , W., & Kuna , M. R. (2026). Kesesuaian Biaya Riil Terhadap Tarif INA-CBG’S Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap di RSUD Kota Kotamobagu Tahun 2024. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(2), 1548–1555. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i2.1559
Bagian
Original Articles

Referensi

N. Youpita, I. Purwidyaningrum, and I. Rahmawati, “Analisis biaya riil pada tarif INA-CBG’s pasien diabetes melitus rawat inap di RS X Surakarta tahun 2023 dan analisis SWOT,” J. Mandala Pharmacon Indones., vol. 11, no. 1, pp. 188–199, Jan. 2025. https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/781. DOI: https://doi.org/10.35311/jmpi.v11i1.781

Hartono and S. Ediyono, “Hubungan tingkat pendidikan, lama menderita sakit dengan tingkat pengetahuan 5 pilar penatalaksanaan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten KBU Raya Kalimantan Barat,” J. TSCS1Kep., vol. 9, no. 1, pp. 49–58, Jan. 2024. https://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCS1Kep/article/view/502. DOI: https://doi.org/10.35720/tscs1kep.v9i01.502

Ariska and Lanawaang, “Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe II di RS Bhayangkara Manado,” J. Ilm. Kesehat. Manado, vol. 3, no. 2, pp. 181–188, Apr. 2024. https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma/article/view/136/31.

A. Julianto and E. Khairina, “Dampak implementasi kebijakan (BPJS) kesehatan sebagai syarat wajib administrasi publik di Kota Batam,” J. Komun. Adm. Publik, vol. 12, no. 1, pp. 321–328, Jan. 2025. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5195561.

N. Pramasari, D. Endarti, and A. W. Widayanti, “Cost of illness diabetes melitus tipe 2: Narrative review,” J. Farm. Sains Praktis, vol. 8, no. 1, pp. 37–47, Jan. 2022. https://journal.unimma.ac.id/index.php/pharmacy/article/view/5958. DOI: https://doi.org/10.31603/pharmacy.v8i1.5958

R. D. S. Riyanto, A. D. Nugroho, and D. Endarti, “Analisis kesesuaian biaya medis langsung terhadap tarif INA-CBG’s pada pengobatan pasien bedah digresif di rawat inap RSUD Undata,” J. Res. Pharm., vol. 4, no. 1, pp. 47–56, Jan. 2024. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/generics/article/view/22497. DOI: https://doi.org/10.14710/genres.v4i1.22497

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Indonesia, 2016. https://peraturan.bpk.go.id/Details/114070/permenkes-no-52-tahun-2016.

S. Alfinuha, “Dinamika psikologis penderita diabetes: Studi kasus perempuan dewasa madya penderita diabetes melitus tipe 2,” J. Psikol., vol. 20, no. 1, pp. 1–13, Jan. 2024. https://ejournal.up45.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1805.

P. Nora, N. Gultom, F. Harahap, S. Edi, and H. Sipahutar, “Hubungan antara jenis kelamin dan usia pada penyakit diabetes melitus di Puskesmas Kota Medan Tahun 2024-2025,” J. Bioshell, vol. 12, no. 1, pp. 142–150, Jan. 2025. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/BIO/article/view/3960. DOI: https://doi.org/10.56013/bio.v14i1.3960

A. H. Ahmad and W. R. Agustin, Gambaran kepatuhan diet pada lansia penderita diabetes melitus di Kampung Anumbob Kecamatan Kurik Kabupaten Merauke. Surakarta, Indonesia: Universitas Kusuma Husada Surakarta, 2024. https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/8614/.

A. A. Gunari, S. Wulandari, and R. Perwirani, Pengaruh length of stay (LOS) dan kelas perawatan terhadap diskrepansi tarif BPJS di RSUP Surakarta. Surakarta, Indonesia: Politeknik Indonusa Surakarta, 2025. https://www.jhimi.poltekindonusa.ac.id/jurnal_jhimi/index.php/MIK/article/view/228.

N. Y. Hakim, Analisis perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s dan faktor yang mempengaruhinya untuk penyakit demam thypoid pada era jaminan kesehatan nasional. Semarang, Indonesia: Universitas Islam Sultan Agung, 2022. https://repository.unissula.ac.id/25181/.

M. Yuned, T. K. Hidayati, and E. Perawati, “Gambaran kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sanggau,” Univ. Al-Ghifari, vol. 11, no. 1, pp. 33–38, Jan. 2025. https://journal2.unfari.ac.id/index.php/sabdariffarma/article/download/1699/684.

Indarto, A. Widiyanto, and J. T. Atmojo, “Efektivitas metformin dalam penurunan kadar glukosa pada pasien diabetes melitus tipe 2 meta-analisis,” J. Ilm. STIKES Kendal, vol. 13, no. 2, pp. 621–630, Apr. 2023. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/download/852/628. DOI: https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.852

S. Puspita, K. N. Waskita, and V. Rosalina, “Efektivitas antidiabetik oral baik kombinasi maupun tunggal pada pasien diabetes melitus tipe II,” J. Sains Kesehat., vol. 5, no. 2, pp. 57–66, Apr. 2021. https://ejournal.unimman.ac.id/index.php/jusika/article/download/293/303/1158. DOI: https://doi.org/10.57214/jusika.v5i2.293

M. R. Tandah, R. R. Janna, T. Mallisa, and K. Diana, “Analisis biaya medis langsung dan tarif INA-CBG’s pasien diabetes melitus tidak tergantung insulin di RSUD Anutapura Palu,” J. Ilm. Ibnu Sina, vol. 8, no. 3, pp. 57–70, Mar. 2024. https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIIS/article/view/1667. DOI: https://doi.org/10.36387/jiis.v8i3.1667