Isi Artikel Utama

Cut Nana
Rizka Sofia
Wizar Putri Mellaratna

Page: 2194-2205

Abstrak

Latar Belakang: Filariasis limfatik merupakan penyakit tropis terabaikan yang disebabkan oleh infeksi Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan B. timori, menyebabkan disfungsi limfatik permanen dengan limfedema dan hidrokel sebagai komplikasi utama. Kondisi kronis ini secara signifikan mengganggu kualitas hidup pasien, sehingga memerlukan dukungan keluarga yang memadai untuk manajemen penyakit dan adaptasi psikososial. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu daerah endemis filariasis tertinggi di Provinsi Aceh, Indonesia, namun bukti empiris mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita filariasis dalam konteks budaya spesifik ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita filariasis limfatik di Kabupaten Aceh Utara, Indonesia. Metode: Penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada Maret-Desember 2023 melibatkan 54 penderita filariasis yang dipilih melalui total sampling dari 21 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) dan instrumen WHOQoL-BREF melalui wawancara terstruktur. Analisis statistik menggunakan uji Fisher's exact untuk menguji hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup, dengan kemaknaan ditetapkan pada p<0,05. Hasil: Mayoritas responden berada pada usia produktif (66,7%), berjenis kelamin perempuan (59,3%), dan bekerja (61,1%). Dukungan keluarga sebagian besar kuat (70,4%), sementara kualitas hidup umumnya cukup baik (48,1%). Analisis dimensional menunjukkan domain kesehatan fisik (42,6%) dan psikologis (46,3%) tergolong baik, sedangkan domain sosial (44,4%) dan lingkungan (63,0%) tergolong cukup baik. Uji Fisher's exact menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p=0,000), dengan 70,3% responden berdukungan keluarga kuat melaporkan kualitas hidup baik-sangat baik dibandingkan hanya 3,7% dengan dukungan keluarga lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita filariasis di Kabupaten Aceh Utara. Penguatan sistem dukungan berbasis keluarga dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan luaran kualitas hidup pada komunitas endemis filariasis, khususnya dalam konteks sosial-budaya masyarakat Aceh.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Nana, C., Sofia , R., & Mellaratna , W. P. (2026). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Penderita Filariasis Di Kabupaten Aceh Utara . Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(3), 2194–2205. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i3.1544
Bagian
Original Articles

Referensi

WHO. Weekly epidemiological record. PLoS Negl Trop Dis. 2021;4[23]:73–80.

Lourens GB, Ferrell DK. Lymphatic Filariasis. Nurs Clin North Am. 2019;54[2]:181–92 p.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Profil Kesehatan Aceh tahun 2020. Aceh, Dinas Kesehat. 2021;1–193p.

Yulidar Y, Zulhaida A. Analisis Deskriptif Potensi Terinfeksi Filariasis Pada Masyarakat Di Kabupaten Aceh Utara. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2019;4[2]:37–41 p.

Meliyanie G, Andiarsa D. Program Eliminasi Lymphatic Filariasis di Indonesia. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2019;3[2]:63–70 p.

Yuziani Y, Rahayu MS. Hubungan Sikap Masyarakat Dengan Kepatuhan Pengobatan Massal Filariasis Di Kecamatan Baktiya Aceh Utara. Averrous J Kedokt dan Kesehat Malikussaleh. 2020;6[1]:40 p.

Sofia R, Nadira CS. Analisis Risiko Penularan Filariasis Limfatik Di Kabupaten Aceh Utara. Averrous J Kedokt dan Kesehat Malikussaleh. 2020;6[1]:1 p.

Prabhakar R V, Author C. Impact of Lymphatic Filariasis on Quality of Life of Affected Individuals: A Community Based Cross Sectional Survey. Int J Heal Sci Res. 2016;6[6]:13 p.

Karidatun T. Original research hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di rasau jaya ii kabupaten kubu raya. 2016;VII[1].

perhimpunan Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Indonesia. Dasar Parasitologi Klinik. pertama. Hadidjaja P, Margono S S, editors. jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2011. 372 p.

FKUI S pengajar DP. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. 4th ed. Sutanto I, Ismid II, Sjarifuddin PK, Sungkar S, editors. jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta; 2017. 383 p.

Soedarto. Hand Book Of Medical Parasitology. Riefmanto, editor. jakarta: CV Sagung Seto; 2011. 401 p.

Natadisastra D. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. 1st ed. Natadisastra D, Agoes R, editors. jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009. 450 p.

John T D, A. Petri Jr W. Markell and Voge’s Medical Parasitology. 9th ed. Wilson L, editor. St. Louis: Elsevier Inc; 2016. 463 p.

Weil GJ, Artyomov MN, Atkinson JP, Fischer PU, John ARO, Andersen BJ. Lymphatic Filariasis: Host and Parasite Factors and the Phatogenesis of Systemic Adverse Event Following Treatment. 2020; 112 p.

CDC. The Life Cycle of Lymphatic Filariasis. Glob Heal Div Parasit Dis Malar. 2018;8 p.

Medeiros ZM, Vieira AVB, Xavier AT, Bezerra GSN, Lopes M de FC, Bonfim C V., et al. Lymphatic filariasis: A systematic review on morbidity and its repercussions in countries in the americas. Int J Environ Res Public Health. 2022;19[1].

Aggarwal P, Subramanian S, Saini V, Aggarwal D. Filariasis presenting as isolated pleural effusion: A case report and mini review. Trop Doct. 2021;51[1]:111–4.

World Health Organization. Guideline: Alternative Mass Drug Administration Regimens to Eliminate Lymphatic Filariasis. World Health Organization. 2017. 1–71 p.

Karimi M, Brazier J. Health, Health-Related Quality of Life, and Quality of Life: What is the Difference? Pharmacoeconomics. 2016;34[7]:645–9 p.

Butar-butar A, Siregar CT. Terapi Hemodialisa. Karakteristik Pasien dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kron Yang Menjalani hemodialisa. 2013;12 p.

Haraldstad K, Wahl A, Andenæs R, Andersen JR, Andersen MH, Beisland E, et al. A systematic review of quality of life research in medicine and health sciences. Qual Life Res. 2019;28[10]:2641–50 p.

Costa DSJ, Mercieca-Bebber R, Rutherford C, Tait MA, King MT. How is quality of life defined and assessed in published research? Qual Life Res. 2021;30[8]:2109–21 p.

Zhu Y, Zeng X, Ying J, Cai Y, Qiu Y, Xiang W. Evaluating the quality of life among melasma patients using the Melasqol scale: A systematic review and meta-analysis. PLoS One. 2022;17 p.

McPherson T. Impact on the quality of life of lymphoedema patients following introduction of a hygiene and skin care regimen in a Guyanese community endemic for lymphatic filariasis: A preliminary clinical intervention study. Filaria J. 2013;2:1–5 p.

Kanda K. The quality of life among lymphedema patients due to lymphatic filariasis in three rural towns in Haiti. Theses Diss Univ South Florida. 2014;

Ali O, Deribe K, Semrau M, Mengiste A, Kinfe M, Tesfaye A, et al. A cross- sectional study to evaluate depression and quality of life among patients with lymphoedema due to podoconiosis, lymphatic filariasis and leprosy. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2020;114[12]:983–94 p.

Choirunnisa L. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Surabaya. Universitas Airlangga Surabaya. 2018. 32–33 p.

Waruwu A. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Stres pada Mahasiswa yang Menyusun Skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Univ Medan Area. 2021;1–115 p.

Sari LN. Hubungan dukungan keluarga dengan kebahagiaan pada siswa. 2022;

Onyango JT, Namatovu JF, Besigye IK, Kaddumukasa M, Mbalinda SN. The relationship between perceived social support from family and diabetes self- management among patients in Uganda. Pan Afr Med J. 2022;41p.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. 19th ed. Bandung: Alfabeta, CV; 2013. 345 p.

Nirwan M, Hadi UK, Soviana S, Setyaningsih S, Satrija F. Studi Epidemiologi dan gambaran program eliminasi filariasis limfatik di Kabupaten Bogor. aspirator - Journal of Vector-borne Diseases Studies. 2020:12[2]:93–104.

Maryanti E, Andriyani A, Suyanto S. Gambaran Penderita Filariasis di Kabupaten Meranti Provinsi Riau Periode 2009-2014. J Ilmu Kedokt. 2017;10[2]:112.

Riftiana N, Soeyoko.Hubungan Sosiodemografi dengan Kejadian Filariasis Di Kabupaten Pekalongan. J Kesehat Masy [Journal Public Heal. 2016;4[1].

Chesnais CB, Awaca-Uvon NP, Vlaminck J, Tambwe JP, Weil GJ, Pion SD, et al. Risk factors for lymphatic filariasis in two villages of the Democratic Republic of the Congo. Parasites and Vectors. 2019;12[1]:1– 13.

Kermelita D, Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana, Risa Tiuria. Karakteristik Kejadian dan Capaian Program Eliminasi Filariasis di Provinsi Bengkulu. Acta Vet Indones. 2023;11[3]:175–81.

Rahmat AR, Rahmayanti D, Rachmawati K. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Barito Kuala. Dunia Keperawatan J Keperawatan dan Kesehat. 2020;8[1]:48.

Pandey A. Current status of lymphatic filariasis in Sarangarh Tehsil, District Raigarh, Chhattisgarh. IOSR J Pharm Biol Sci Ver III. 2015;10[1]:2319–7676.

Obindo J, Abdulmalik J, Nwefoh E, Agbir M, Nwoga C, Armiya’u A, et al. Prevalence of depression and associated clinical and socio-demographic factors in people living with lymphatic filariasis in Plateau State, Nigeria. PLoS Negl Trop Dis. 2017;11[6].

Jumiati J, Kalsum U, Ilham I. Analisis Faktor Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Filariasis di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. J Pembang Berkelanjutan. 2020;3[2]:13–9.

Bulu M, Weraman P. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Desa Denduka Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya. Media Kesehat Masy. 2021;3[1]:81–9.

Hamdan YL, Hadisaputro S, Suwondo A, Sofro MA, Adi MS. Faktor Lingkungan dan Perilaku yang Berpengaruh terhadap Kejadian Filariasis di Daerah Endemis Kota Pekalongan. J Epidemiol Kesehat Komunitas. 2019;4[1]:11.

Rudianto ZN. Pengaruh Literasi Kesehatan Terhadap Kesadaran Kesehatan Mental Generasi Z Di Masa Pandemi. J Pendidik Kesehat. 2022;11[1]:57.

Hanum S, Puetri NR, Marlinda, Yasir. Correlation between Knowledge, Motivation and Family Support with The Compliance of Drug in Hypertension Patients in Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar District. J Kesehat Terpadu [Integrated Heal Journal]. 2019;10[1]:30–5.

Herberger K, Blome C, Heyer K, Ellis F, Munter KC, Augustin M. The qualityof life in patient with primary and secondary lymphedema in the community. CVderm IVDP Hamburg. 2017;17[1]:1-34.

Lee TS, Morris CM, Czerniec SA, Mangion AJ. Does lymphedema severity affect quality of life? simple question. challenging answers. Lymphat Res Biol. 2018;16[1]:85–91.

Dai M, Nakagami G, Sugama J, Kobayashi N, Kimura E, Arai Y, et al. The prevalence and functional impact of chronic edema and lymphedema in Japan: Limprint study. Lymphat Res Biol. 2019;17[2]:195–201.

Rumawas ME. Pengukuran Kualitas Hidup Sebagai Indikator Status Kesehatan Komprehensif Pada Individu Lanjut Usia. J Muara Med dan Psikol Klin. 2021;1[1]:71.

Asiedu SO, Kwarteng A, Amewu EKA, Kini P, Aglomasa BC, Forkuor JB. Financial burden impact quality of life among lymphatic Filariasis patients. BMC Public Health. 2021;21[1]:1–10.

Seo J, Choi B, Kim S, Lee H, Oh D. The relationship between multiple chronic diseases and depressive symptoms among middle-aged and elderly populations: Results of a 2009 Korean community health survey of 156,747 participants. BMC Public Health. 2017;17[1]:1–10.

Reasoa MS, Ranimpi YY, Kurniasari RRMD, De Fretes F. Respons Psikososial Dan Kesejahteraan Psikologis Pasien Filariasis Di Kota Ambon. J Psikol Ulayat. 2020;7[1]:24–37.

Hadisiwi, P., & Mulyani, H. S. Profil penyandang filariasis di Kabupaten Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 2013;1[2]:125–132.

Caprioli T, Martindale S, Mengiste A, Assefa D, H/kiros F, Tamiru M, et al. Quantifying the socio-economic impact of leg lymphoedema on patient caregivers in a lymphatic filariasis and podoconiosis co-endemic district of ethiopia. PLoS Negl Trop Dis. 2020;14[3]:1–11.

Karidatun T. Original research hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di rasau jaya ii kabupaten kubu raya. 2016;VII[1].

Yanti R, Mayenti F. Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Sikap Kepala Keluarga Tentang Penyakit Filariasis Di Rw 02 Kampung Dusun Pusaka Kecamatan Pusako Kabupaten Siak. Heal Care J Kesehat. 2018;7[2]:9–14.

Reftlianti, A ., & Isfandari, M. A. Hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup penderita kusta kecacatan tingkat 2. FKMUA. 2017;14[3]:1- 16.