Hubungan Konsumsi Serat Harian Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tanpa Komplikasi Di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Isi Artikel Utama
Page: 2402-2416
Abstrak
Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk prevalensi DM, dengan 19,5 juta kasus (10,8%) dilaporkan pada tahun 2021. Asupan serat makanan berperan penting dalam regulasi glikemik melalui mekanisme yang meliputi perlambatan pengosongan lambung dan peningkatan sensitivitas insulin. Namun, bukti mengenai hubungan antara konsumsi serat harian dengan kontrol glikemik pada pasien DM tipe 2 tanpa komplikasi masih belum konklusif, khususnya di setting pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara asupan serat harian dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Metode: Studi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dilakukan di Puskesmas Banda Sakti dan Puskesmas Mon Geudong pada periode Mei 2023 hingga Februari 2024. Sebanyak 51 partisipan dengan DM tipe 2 tanpa komplikasi direkrut menggunakan metode total sampling. Asupan serat harian dinilai melalui food recall 24 jam dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey, sedangkan kadar GDS diukur menggunakan glukometer terstandarisasi (ISO 15197:2013). Analisis data menggunakan statistik deskriptif univariat dan analisis bivariat dengan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%, n=34), berusia lanjut (>60 tahun, 51,0%, n=26), berpendidikan tinggi (60,8%, n=31), dan memiliki indeks massa tubuh normal (54,9%, n=28). Konsumsi serat harian yang kurang (<20 g/hari) ditemukan pada 80,4% (n=41) partisipan, dan kontrol GDS yang buruk (>200 mg/dL) ditemukan pada 68,6% (n=35). Meskipun terdapat kecenderungan kadar GDS yang lebih baik pada kelompok dengan asupan serat cukup (60% memiliki GDS baik vs. 24,4% pada kelompok kurang), analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p=0,054, uji Fisher's Exact). Kesimpulan: Meskipun tidak ditemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara konsumsi serat harian dengan kadar gula darah sewaktu pada penelitian ini, kecenderungan yang teramati menunjukkan relevansi klinis potensial dari asupan serat yang adekuat untuk manajemen glikemik. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar, desain prospektif, dan mempertimbangkan faktor perancu seperti kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, dan pola makan komprehensif sangat diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan ini.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Webber S. International Diabetes Federation. vol. 102. 2013. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013. DOI: https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013
Care D, Suppl SS. Classification and Diagnosis of Diabetes : Standards of Medical Care in Diabetes — 2022. Diabetes Care 2022;45:17–38. DOI: https://doi.org/10.2337/dc22-S002
Soelistijo S. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma 2021:46.
Putra AP, Maulina N, Nadira CS. Hubungan diabetes melitus dan hipertensi dengan luas infark miokard(berdasarkan skor selvester) pasien sindrom koroner akutdi Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara tahun 2019. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala 2022;22:38–45. https://doi.org/10.24815/jks.v22i2.22124.
Najafipour H, Sanjari M, Shokoohi M, Haghdoost AA, Afshari M, Shadkam M, et al. Epidemiology of diabetes mellitus, pre-diabetes, undiagnosed and uncontrolled diabetes and its predictors in general population aged 15 to 75 years: A community-based study (KERCADRS) in southeastern Iran. J Diabetes 2015;7:613–21. https://doi.org/10.1111/1753-0407.12195. DOI: https://doi.org/10.1111/1753-0407.12195
Rasheed M, Islam N, Mahjabeen W. Factors Associated with Uncontrolled Type 2 Diabetes Mellitus. Journal of Islamabad Medical & Dental College 2015;4:68–71.
Fiagbe J, Bosoka S, Opong J, Takramah W, Axame W, Owusu R, et al. Prevalence of controlled and uncontrolled diabetes mellitus and associated factors of controlled diabetes among diabetic adults in the hohoe municipality of Ghana. Diabetes Management 2017;7:343–54.
Kusharto CM. Serat Makanan Dan Perannya Bagi Kesehatan. Jurnal Gizi Dan Pangan 2007;1:45. https://doi.org/10.25182/jgp.2006.1.2.45-54. DOI: https://doi.org/10.25182/jgp.2006.1.2.45-54
Lubis Z. Hidup sehat dengan Makanan Kaya Serat. Bogor : IPB Press; 2009.
Soviana E, Maenasari D. Asupan Serat, Beban Glikemik Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan 2019;12:19–29. https://doi.org/10.23917/jk.v12i1.8936. DOI: https://doi.org/10.23917/jk.v12i1.8936
Riska S. Pengaruh Asupan Serat Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe Ii. Poltekkes Riau 2020;1:5–24.
Olivia I. Hubungan asupan serat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas alai padang tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 2019:1–23.
Amanina A, Raharjo B, N FS. Hubungan Asupan Karbohidrat dan Serat dengan Kejadian DM Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta 2015:1–12.
Hedayat K, Karbakhsh M, Ghiasi M, Goodarzi A, Fakour Y, Akbari Z, et al. Quality of life in patients with vitiligo: A cross-sectional study based on Vitiligo Quality of Life index (VitiQoL). Health Qual Life Outcomes 2020;14:1–9. https://doi.org/10.1186/s12955-016-0490-y. DOI: https://doi.org/10.1186/s12955-016-0490-y
Estoppey P, Clair C, Auderset D, Puder JJ. Sex differences in type 2 diabetes. Cardiovasc Med 2023;26:96–9. https://doi.org/10.4414/cvm.2023.02273. DOI: https://doi.org/10.4414/cvm.2023.02273
Horstman AM, Dillon EL, Urban RJ, Sheffield-Moore M. The role of androgens and estrogens on healthy aging and longevity. Journals of Gerontology - Series A Biological Sciences and Medical Sciences 2012;67:1140–52. https://doi.org/10.1093/gerona/gls068. DOI: https://doi.org/10.1093/gerona/gls068
Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI 2018;53:1689–99.
Vadila A, Dody Izhar M, Suryani Nasution H. Faktor-faktor Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Putri Ayu. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar 2021;16:229–37.
Tudurí E, Soriano S, Almagro L, Montanya E, Alonso-Magdalena P, Nadal Á, et al. The pancreatic β-cell in ageing: Implications in age-related diabetes. Ageing Res Rev 2022;80. https://doi.org/10.1016/j.arr.2022.101674. DOI: https://doi.org/10.1016/j.arr.2022.101674
Nugroho PS, Sari Y. HubunganTingkat Pendidikandan Usiadengan Kejadian HipertensidiWilayah Kerja Puskesmas Palaran Tahun 2019. Jurnal Dunia Kesmas 2020;8:1–5. https://doi.org/10.33024/jdk.v8i4.2261. DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v8i4.2261
Isabella, Mamangkey, Kapantow, N. H. ., & Ratag BT. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Riwayat Keluarga Menderita DM dengan Kejadian DM Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSUP Prof. dr. Kandou Manado. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi 2014:1–6.
Ramadhani AA, Khotami R. Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan , Usia dan Riwayat Keluarga DM dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Usia Dewasa Muda. SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) 2023;2:137–47. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1271. DOI: https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1271
Saputra I, Esfandiari F, Marhayuni E, Nur M. Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Hb-A1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 2020;12:597–603. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.360. DOI: https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.360
Gizi J, Tanjungkarang P. Hubungan Lama Sakit, Pengetahuan, Motivasi Pasien dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan 2016;7:329–40. DOI: https://doi.org/10.26630/jk.v7i2.211
Muliani U, Kemenkes P, Karang T, Gizi P. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Asupan Serat di RSUD Dr . Hi . ABDUL MOELOEK Provinsi lampung 2015;1:107–13. DOI: https://doi.org/10.51352/jim.v1i2.21
Alharbi MH, Alarifi SN. Gender-Based Differences in the Consumption of Food Rich in Fibre and Its Relationship with Perceived Mood Status: A Cross-Sectional Study. Healthcare (Switzerland) 2022;10. https://doi.org/10.3390/healthcare10040730. DOI: https://doi.org/10.3390/healthcare10040730
Santi Ramadhani W, Program Studi DS, Tata Boga P, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga J. Hubungan pengetahuan diet dan motivasi diri dengan kepatuhan diet pada remaja penyandang diabetes melitus di Surabaya. Journal Tata Boga 2019;8:251–7.
Nurmansyah M. Hubungan Adaptasi Fisiologis dan Adaptasi Psikologis dengan Diet Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Muhamad Nurmansyah. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes 2021;12:187–94.
Rachmawati N KN. Gambaran Kontrol dan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di RS Prof. Dr. Soerojo Magelang 2017.
Komariah K, Rahayu S. Hubungan Usia, Jenis Kelamin Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada 2020:41–50. https://doi.org/10.34035/jk.v11i1.412. DOI: https://doi.org/10.34035/jk.v11i1.412
Maha Putra IWM, Budyono C, Ekawanti A, Anggoro J. Factors Affecting Controlled Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Polyclinic at the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. Jurnal Biologi Tropis 2023;23:78–85. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i1.4509. DOI: https://doi.org/10.29303/jbt.v23i1.4509
Mutoharoh. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Melitus pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Ngadiwarno Sukorejo Kendal. Ijms 2017;4:96–109.
Masithoh AR. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Status Ekonomi Dengan Perilaku Diit Pada Pasien Dm Rawat Jalan Di Rsi Jepara. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan 2019;10:116. https://doi.org/10.26751/jikk.v10i1.649. DOI: https://doi.org/10.26751/jikk.v10i1.649
Sholihan M, Handayani LT, Putri F. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Gula Darah Puasa Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Universitas Jember 2017;26:23–34.
Irma R. Identifikasi Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Health Information : Jurnal Penelitian 2019;11:145–53. https://doi.org/10.36990/hijp.v11i2.139. DOI: https://doi.org/10.36990/hijp.v11i2.139
Azizah N. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari-Desember 2018. Khazanah: Jurnal Mahasiswa 2020;12:25–32. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol12.iss1.art6. DOI: https://doi.org/10.20885/khazanah.vol12.iss1.art6
Putri NA, Pritasari. Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Gizi, Sikap dan Pola Makan pada Pasien Diabetes Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Ciracas (The effect of nutrition education on knowledge, attitude, and food pattern of type 2 diabetes patients at Puskesmas Kecamatan. Argipa 2017;2:54–64.
Nur Suci Ayu R, Surahman N. Hubungan Asupan Serat Dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Kesehatan Tambusai 2022;3:529–33.