Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Buah Murbei Hitam (Morus nigra L.) sebagai Antijerawat
Isi Artikel Utama
Page: 2307-2317
Abstrak
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami oleh berbagai kelompok usia, terutama remaja, disebabkan oleh inflamasi folikel pilosebasea akibat proliferasi bakteri. Dua bakteri utama penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes (P. acnes) dan Staphylococcus epidermidis (S. epidermis). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi gel anti-jerawat berbasis ekstrak etanol buah murbei hitam (Morus nigra L.) serta menilai kemampuan antibakterinya. Ekstraksi buah murbei hitam dilakukan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Hasil ekstrak kemudian diformulasikan menjadi gel dengan basis karbopol 940 menggunakan tiga konsentrasi berbeda, yaitu 1,25% (F1), 2,5% (F2), dan 5% (F3). Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, aktivitas antibakteri metode sumur, serta uji iritasi metode Draize. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah murbei hitam memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S. epidermis dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 12,0 ± 0,90 mm dan 12,8 ± 0,59 mm pada konsentrasi 1,25%, yang termasuk kategori kuat. Setelah diformulasikan ke dalam sediaan gel, aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh Formula 3 (F3) setelah penyimpanan 28 hari, dengan diameter zona hambat sebesar 15,1 ± 0,06 mm terhadap P. acnes dan 15,3 ± 0,10 mm terhadap S. epidermidis. Seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi pada uji pendahuluan metode Draize selama periode pengamatan. Dengan demikian, ekstrak etanol buah murbei hitam berpotensi dikembangkan sebagai agen anti-jerawat topikal dalam bentuk gel yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S. epidermidis.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Cheirini C, Sibero HT, Aditya M, Kurniawan B. Pathogenesis-based insights into acne vulgaris. Medula. 2025;14(10):2004–2008. doi:10.53089/medula.v14i10.1308
Hazarika N. Acne vulgaris: new evidence in pathogenesis and future modalities of treatment. 2021. Taylor and Francis Ltd. doi:10.1080/09546634.2019.1654075.
Vasam M, Korutla S, Bohara RA. Acne vulgaris: a review of the pathophysiology, treatment, and recent nanotechnology-based advances. Biomed Biotechnol Rep. 2023;101578. doi:10.1016/j.bbrep.2023.101578.
Khairani TN, Fitri K, Andry M, Sarumaha PE. Anti-fungal activity testing of purple cabbage (Brassica oleracea Linn.) ethanol extract in inhibiting the growth of Candida albicans and Malassezia furfur. J Biol Trop. 2024;24(4):991–1003. doi:10.29303/jbt.v24i4.8009.
Ferlinahayati, Hakim EH, Syah YM, Juliawaty LD. Senyawa morusin dari tumbuhan murbei hitam (Morus nigra). Jurnal Penelitian Sains. 2012;15(2):70–73.
Cadet J, Wagner JR. DNA base damage by reactive oxygen species, oxidizing agents, and UV radiation. Cold Spring Harb Perspect Biol. 2013;5(2). doi:10.1101/cshperspect.a012559.
Budiman A, Aulifa DL, Kusuma ASW, Kurniawan IS, Sulastri A. Peel-off gel formulation from black mulberries (Morus nigra) extract as anti-acne mask. Natl J Physiol Pharm Pharmacol. 2017;7(9):987–994. doi:10.5455/njppp.2017.7.0413123052017.
Jawa La EO, Sawiji RT. Formulasi dan uji aktivitas sediaan gel anti jerawat ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L). 2024. Available from: https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PHARMACY
Utomo HD, Kiromah NZW, Rahayu TP. Formulasi sediaan krim anti jerawat ekstrak metanol 70% daun mangga arumanis (Mangifera indica L.) dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Klinik dan Sains. 2022;2(2):33–43.
Yanti NLPM, Unique IGANP, Dewi PIC, Putra IPGP, Sukratini NL, Al Iman A. Formulasi krim ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dan daun cabai rawit (Capsicum frutescens) sebagai antioksidan dan antibakteri. J Mandala Pharmacon Indones. 2024;10(2):743–752. doi:10.35311/jmpi.v10i2.634.
Rizkiana WO, Isrul M, Fitriah WOI. Formulasi dan uji aktivitas antibakteri gel facial wash ekstrak etanol rumput laut merah (Eucheuma spinosum) terhadap Staphylococcus epidermidis. J Pharmacia Mandala Waluya. 2025;4(3):175–190. doi:10.54883/jpmw.v4i3.181.
Gerung WHP, Fatimawali, Antasionasti I. Antibacterial activity test of belimbing botol leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) against the growth of Propionibacterium acnes, acne-causing bacteria. Pharmacon. 2021;10(4):1087–1093.
Pamuladiman AR, Widiayastuti L. Formulation and antibacterial activity of mulberry (Morus alba L.) leaf extract gel against Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 2021;19(1):39–48.
Wahidah S, Saputri GAR, Nofita N. Formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L) dengan variasi gelling agent. J Mandala Pharmacon Indones. 2024;10(2):508–518. doi:10.35311/jmpi.v10i2.623.
Supriadi Y, Hardiansyah NH. Formulasi dan evaluasi fisik sediaan gel rambut ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia L.) dengan variasi konsentrasi carbopol 940. [Nama jurnal belum tersedia]. 2020; 262–269.
Widaya Murti R, Praditia NA, Hadifa HU, Kurniasih R, Naqi F, Wijayanti R. Aktivitas antioksidan dan uji iritasi sediaan masker gel peel-off ekstrak metanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L).
Putri FA, Widia W, Syarmila S, Mahardika RG. Cempedak leaf extract (Artocarpus champeden) as a novel ingredient in antibacterial peel-off gel face masks. Acta Pharm Indones. 2022;10(2):4920. doi:10.20884/1.api.2022.10.2.4920.
Saptowo A, Supriningrum R, Supomo S. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Al Ulum Sains dan Teknologi. 2022;7(2):93–97.
Estikomah SA, Amal ASS, Safaatsih SF. Uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Propionibacterium acnes gel semprot ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) karbopol 940. Pharmasipha. 2021;5(1):36–53.
Sofyana NR, Adnyana IGA, Al-Azhar I. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. 2024. Available from: http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan
Pratasik MCM, Yamlean PVY, Wiyono WI. Formulation and physical stability evaluation of cream containing ethanol extract of sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.) leaves. Pharmacon. 2019;8(2):261–267.
Sawiji RT, Da Costa Kumanireng MA. Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun secang (Biancaea sappan) sebagai obat luka bakar. 2025;18(2).
Dwiastuti R, Ardiyati SE. Formulation of nanoparticle lipid gel containing binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaf extract. Pharmacy Medical Journal. 2020;3(2):40–46.
Saraung V, Yamlean PV, Citraningtyas G. Effect of variations of carbopol and HPMC bases on the formulation of ethanol extract gel of tapak kuda (Ipomoea pes-caprae (L.) R. Br.) leaves and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Pharmacon J Ilm Farm UNSRAT. 2018;7(3):220–229.
Rijal MK, Asri MT. Antibacterial activity of the combination of Psidium guajava leaf extract and Citrus aurantifolia juice against Propionibacterium acnes. LenteraBio. 2024;13(2):279–288.