Determinan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Dalam Menjalani Pengobatan di UPT. Puskesmas Simalingkar Tahun 2024
Isi Artikel Utama
Page: 3073-3090
Abstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan Indonesia menempati peringkat kedua beban TB tertinggi di dunia. Ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan salah satu faktor penghambat utama keberhasilan pengendalian TB, yang dapat menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan peningkatan morbiditas serta mortalitas. Di UPT Puskesmas Simalingkar, faktor-faktor yang secara spesifik menentukan kepatuhan pasien TB paru belum banyak diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan pasien tuberkulosis paru dalam menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Simalingkar Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional analitik. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Simalingkar dengan sampel sebanyak 90 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik) dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 77,8% pasien patuh terhadap pengobatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan (p<0,001), pekerjaan (p=0,004), pengetahuan (p=0,006), dan pelayanan kesehatan (p=0,011) dengan kepatuhan berobat. Variabel usia, jenis kelamin, dan dukungan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menyimpulkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan adalah tingkat pendidikan (OR=9,004; 95% CI: 2,58-31,49), diikuti oleh status pekerjaan (OR=5,59; 95% CI: 1,48-21,12), dan dukungan pelayanan kesehatan (OR=3,99; 95% CI: 1,09-14,56). Kesimpulan: Determinan yang signifikan terhadap kepatuhan pengobatan pasien TB paru di UPT Puskesmas Simalingkar adalah tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan dukungan pelayanan kesehatan, dengan pendidikan sebagai faktor yang paling dominan. Disarankan agar program penanggulangan TB lebih memfokuskan intervensi pada peningkatan literasi kesehatan, dukungan sosial-ekonomi, serta kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan berobat.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Marlinae L, Khairiyati L, Rahman F, Laily N. Buku Ajar Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru; 2019.
WHO. World Health Organization 2020.
Organization WH. Global Tuberculosis Report 2023.
Indonesia. KKR. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis 2020.
Shen Y, Cai J, Davies MR, Zhang C, Gao K, Qiao D, et al. Identification and characterization of fluoroquinolone non-susceptible Streptococcus pyogenes clones harboring tetracycline and macrolide resistance in Shanghai, China. Front Microbiol 2018;9:1–10. https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.00542. DOI: https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.00542
Indonesia KKR. Program Penanggulangan Tuberkulosis. 2023. https://doi.org/Jakarta :Kementerian Kesehatan RI.
RI KK. Kemenkes RI Dirjen P2PL. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI 2020.
Kemenkes. Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes 2023:235.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2021. 2021.
Statistik. PSUBP. Badan Pusat Statistik.Provinsi Sumatera Utara dalam Angka. Badan Pusat Statistik 2022.
Hadi S. Metodologi Riset. Yogyakarta: Pustaka Belajar; 2015.
Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
Tambuwun AA, Kandou GD, Nelwan JE. Hubungan Karakteristik Individu dengan Kepatuhan Berobat pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS 2021;10:112.
Mawanti DAA, Marsanti AS, Ardiani H. Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Penderita Hipertensi Usia Produktif Di Desa Karangsono Kecamatan Barat Kabupaten Magetan. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat 2021;6:92. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v6i2.1873. DOI: https://doi.org/10.35329/jkesmas.v6i2.1873
Aliviyanti RUY. Kepatuhan Pasien: Faktor Penting dalam Keberhasilan Terapi - Universitas Ahmad Dahlan 2014.
Adhanty S, Syarif S. Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya: Tinjauan Sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia 2023;7:7. https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6571. DOI: https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6571
Sholichah NF, Santoso SDRP, Prasetyo J. Analisis Faktor Intrinsik Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tb Paru. Journal Well Being 2020;5:87–93. DOI: https://doi.org/10.51898/wb.v5i2.66
Lestari NPWA, Dedy MAE, Artawan IM, Buntoro IF. Perbedaan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Ketuntasan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Di Kota Kupang. Cendana Medical Journal 2022;10:24–31. https://doi.org/10.35508/cmj.v10i1.6802. DOI: https://doi.org/10.35508/cmj.v10i1.6802
Linkievicz NM, Sgnaolin V, Engroff P, Behr Gomes Jardim G, Cataldo Neto A. Association between Big Five personality factors and medication adherence in the elderly. Trends in Psychiatry and Psychotherapy 2022;44:1–6. https://doi.org/10.47626/2237-6089-2020-0143. DOI: https://doi.org/10.47626/2237-6089-2020-0143
Tri Kusmiyani O, Rosela K, Studi Sarjana Keperawatan P, Eka Harap S, Raya P, Tengah K. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur Analysis of Factors Related to Compliance with Taking Anti-Tuberculosis Drugs in Pulmonary TB Patients a 2024. DOI: https://doi.org/10.33084/jsm.v10i1.7165
Padmaningsih NP, Budiman AW. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi Dalam Mengkonsumsi Obat : Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai 2023;4:7110–21. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.22046. DOI: https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.22046
Setiawan I, Mariati NW, Leman MA. Gambaran Kepatuhan Pasien Melaksanakan Instruksi Setelah Pencabutan Gigi Di Rsgm Fk Unsrat. E-GIGI 2015;3. https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.9606. DOI: https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.9606
Zahidah N. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Literasi Kesehatan Pada Pasien Di Puskesmas Kota Jambi. Suparyanto Dan Rosad (2015 2022;5:248–53.
Elizah E, Zaman C, Wahyudi A, Tinggi S, Kesehatan I, Husada B. Analisis Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2024. Analysis of Compliance With Taking Anti-Tuberculosis Pulmonary Medications in the Working Area of the Puskesmas in 2024. Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja 2024;9:176–87. DOI: https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v9i1.352
Muthmainnah PR, Syahril K, Rahmawati, Nulanda M, Dewi AS. Fakumi Medical Journal. Jurnal Mahasiswa Kedokteran 2022;2:359–67.
Sarjito A. Dampak Kemiskinan terhadap Akses Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Pemerintahan 2024;13:397–416. DOI: https://doi.org/10.37304/jispar.v13i1.10520
Papeo DRP, Immaculata M, Rukmawati I. Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat (MMAS-8) Dan Kualitas Hidup (WHOQOL-BREF) Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Di Kota Bandung. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education 2021;1:86–97. https://doi.org/10.37311/ijpe.v1i2.11143. DOI: https://doi.org/10.37311/ijpe.v1i2.11143
Kusumawati RL, Hasibuan M, Lubis I. Training on Improving Health Cadres’ Capacity In Eradication of Tuberculosis Disease In Communities. Abdimas Talenta 2020;5:309–14.
M’Imunya JM, Kredo T, Volmink J. Patient education and counselling for promoting adherence to treatment for tuberculosis. Cochrane Database of Systematic Reviews 2019. https://doi.org/10.1002/14651858.cd006591.pub2. DOI: https://doi.org/10.1002/14651858.CD006591.pub2
Emi E, Purwanta, Subekti H. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru. Berita Kedokteran Masyarakat 2009;25:5–8.
Septyasari AF, Putri A, Nurhaini R, Hastikanuari AA. Gambaran Pengetahuan terhadap Penggunaan Obat Tanpa Resep di Desa Karangduren Kecamatan Kebonarum Kabupaten Klaten. CERATA Jurnal Ilmu Farmasi 2024;15:51–8. https://doi.org/10.61902/cerata.v15i1.1077. DOI: https://doi.org/10.61902/cerata.v15i1.1077
Amisim OA, Kusen AWS, Mamosey WE. Persepsi Sakit Dan Sistem Pengobatan Tradisional Dan Modern Pada Orang Amungme (Studi Kasus Di Kecamatan Alama Kabupaten Mimika). JurnalKesehatan 2020;13:1–18.
Randu O, Sofia L, Manoe B, Balkis H, Tanof S. Persepsi dan Sikap Masyarakat tentang Pengobatan Tradisional ( Studi Kasus di RT 06 Desa Wae Ajang , Kecamatan Satar Mese , Kabupaten 2022:256–71.
Sari WK, Idris H. Pengalaman dan tingkat pendidikan pasien jkn terhadap persepsi pelayanan kesehatan 2024;8:5491–6. DOI: https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.36466
Christine Handayani Siburian, Santo Damerius Silitonga, Eka Nugraha V Naibaho. Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat 2023;2:160–8. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1541. DOI: https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1541
Hasina SN, Rahmawati A, Faizah I, Sari RY, Rohmawati R. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 2023;13:453–62. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.908. DOI: https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.908
Padmawati MD, Pradnyawati LG, Juwita DAPR. Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Aesculapius Medical Journal 2024;4:217–27. DOI: https://doi.org/10.22225/amj.4.2.2024.217-227
Sinurat SES, Saragih IS, Derang M. Hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TB Paru di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Pemprovsu Medan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional 2025;7:543–52. DOI: https://doi.org/10.37287/jppp.v7i6.401
Alhaq R, Indawati E. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru. Malahayati Nursing Journal 2024;6:4446–54. DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v6i11.17398
Suharno, Retnaningsih D, Kustriyani M. DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TBC DIMASA PANDEMIK COVID-19. Jurnal Kesehatan 2022:9.
Siallagan A, Tumanggor LS, Sihotang M. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional 2023;5:1199–208. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1779. DOI: https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1779
Zainaro MA, Gunawan A. Kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan dengan tingkat kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis paru. Holistik Jurnal Kesehatan 2020;13:381–8. https://doi.org/10.33024/hjk.v13i4.1658. DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v13i4.1658
Sriwijaya RA. Pengaruh Pelayanan Informasi Obat (PIO) terhadap Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Kategori 1 di Puskesmas Dempo Palembang. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi 2020:27–32.
Ratna Rahayu S, Fauzi L, Maharani C, Nur Ayu Merzistya A, Julfirman Shaleh R, Dwi Cahyani T, et al. Kualitas Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis Melalui Quote Tb Light Sebagai Upaya “To End Tb.” Inovasi Sains Dan Kesehatan 2021:3–3.
Simanjuntak NH, Pane GC, Gurning PPB. Analisis Pengaruh Faktor Kepatuhan Kontrol Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru Resisten Obat Di Kota Medan. Jurnal Ners 2023;7:1857–62.
Absor S, Nurida A, Levani Y, Nerly WS, Fakultas D, Universitas K, et al. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Wilayah Kabupaten Lamongan pada Januari 2016-Desember 2018 2020;2. DOI: https://doi.org/10.26714/medart.2.2.2020.80-87
Dilas D, Flores R, Morales-García WC, Calizaya-Milla YE, Morales-García M, Sairitupa-Sánchez L, et al. Social Support, Quality of Care, and Patient Adherence to Tuberculosis Treatment in Peru: The Mediating Role of Nurse Health Education. Patient Preference and Adherence 2023;17:175–86. https://doi.org/10.2147/PPA.S391930. DOI: https://doi.org/10.2147/PPA.S391930