Studi Fitokimia Senyawa Aktif Ekstrak Batang Nelambo suon (Rubiaceae)
Isi Artikel Utama
Page: 598-606
Abstrak
Latar Belakang: Papua memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan potensi besar sebagai sumber tanaman obat tradisional, salah satunya Nelambo suon (Rubiaceae) yang dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat lokal. Namun, data ilmiah mengenai kandungan senyawa aktif pada batang tanaman ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder pada ekstrak etanol batang Nelambo suon melalui skrining fitokimia. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 80%. Simplisia batang Nelambo suon diekstraksi, kemudian diuji secara kualitatif untuk mendeteksi alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin menggunakan pereaksi spesifik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang Nelambo suon positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang ditandai dengan perubahan warna dan pembentukan endapan atau buih sesuai karakteristik masing-masing senyawa. Kesimpulan: Keberadaan metabolit sekunder tersebut menunjukkan bahwa batang Nelambo suon berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan obat herbal berbasis kearifan lokal.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Khayati, L. et al. (2023) “Medicinal plants in Inamberi Research Station of Manokwari and their conservation status,” Journal of Sylva Indonesiana, 6(02), pp. 184–194. DOI: https://doi.org/10.32734/jsi.v6i02.10464
Nelambo, T.A. et al. (2024) “Sosialisasi Tumbuhan Nelambo suon (Rubiaceae) Sebagai Pencegah Penyakit Malaria Berdasarkan Kearifan lokal Pada Masyarakat Distrik Walma dan Heriapini, Yahukimo,” 3(1), pp. 15–22. DOI: https://doi.org/10.31957/bhjpi.v3i1.3838
Putri, D. A., Hasibuan, P. S., & Supriyadi, S. (2022). Potensi metabolit sekunder tanaman obat dalam pengembangan terapi herbal. Indonesian Journal of Herbal Medicine, 3(1), 25–34.
Harborne, J. B. (2013). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer.
Pandey, P., Tripathi, A., & Mishra, S. (2021). Preliminary phytochemical screening methods: A review. Plant Science Today, 8(4), 731–739.
Nelambo, T.A., Chrystomo, L.Y. and Zebua, L.I. (2022) “Studi Etnofarmasi dan Skrining Fitokimia Ekstrak Kulit Batang Tumbuhan Nelambo suon (Rubiaceae) Obat Tradisional Antimalaria Suku Yali di Distrik Heriapini Kabupaten Yahukimo,” Jurnal Biologi Papua, 14(1), pp. 34–41. DOI: https://doi.org/10.31957/jbp.1302
Adilang, C. L., Pelealu, N., & Citraningtyas, G. (2019). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol batang dan pelepah daun tanaman pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum (L.) Kunt) terhadap bakteri Staphlyococcus aureus. Pharmacon, 8(3), 571-579. DOI: https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29333
Tamimi, A. A., De Queljoe, E., & Siampa, J. P. (2020). Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). Pharmacon, 9(3), 325. DOI: https://doi.org/10.35799/pha.9.2020.30015
Kusuma, A. E., & Aprileili, D. A. (2022). Pengaruh Jumlah Pelarut terhadap Rendemen Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr). Jurnal Farmasi Sains Dan Obat Tradisional, 1(2), 125–135. DOI: https://doi.org/10.62018/sitawa.v1i2.22
Lestari, D. E., & Susanti, N. L. (2025). Ekstraksi Dan Deteksi Kandungan Fitokimia Daun Salam (Syzygium polyanthum). Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 10(2), 76-84.
Sulistyarini, I., Sari, D. A., & Wicaksono, T. A. (2020). Skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder batang buah naga (Hylocereus polyrhizus). Cendekia Eksakta, 5(1).
Yuda, P. E. S. K., Cahyaningsih, E., & Winariyanthi, N. P. Y. (2017). Skrining Fitokimia Dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Ekstrak Tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.). Jurnal Ilmiah Medicamento, 3(2), 61–70. DOI: https://doi.org/10.36733/medicamento.v3i2.891
Purwani, A. I. H., Sari, F., Kharisma, K., Nurhayati, R., & Kurniawati, E. (2024). Perbandingan Hasil Kromatografi Lapis Tipis Keberadaan Flavonoid pada Ekstrak Metanol dan Etanol 96 % Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.). HERCLIPS (Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Sciences), 06(01), 82–89.
Fabanyo, S. H., Hardia, L., Muslihin, A. M., & Budiyanto, A. B. (2023). Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Phytochemical and Fuctional Group of Akway Bark (Drymis sp.). Jurnal Promotif Preventif, 6(6), 976–982.
Mauti, I. M., R, R. D., & T, R. S. D. (2018). Uji in Vitro Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70 % Biji Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli. Universitas Nusaa Cendana, 15, 317–326.
Handoyo, D. L. Y. (2020). Pengaruh lama waktu maserasi terhadap kekentalan ekstrak daun sirih (Piper betle). Jurnal Farmasi Tinctura, 2(1), 34–41. DOI: https://doi.org/10.35316/tinctura.v2i1.1546
Lupitasari, H., & Azzahra, F. (2025). Perbandingan konsentrasi pelarut terhadap rendemen dan hasil skrining fitokimia ekstrak daun kersen (Mutingia calabura). Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 10(1), 35.
Rosa, D. Y., Primiani, C. N., Bhagawan, W. S., & Pujiati, P. (2023). Rendemen ekstrak etanol daun genitri (Elaeocarpus ganitrus) dari Magetan. In Seminar Nasional Prodi Farmasi Unipma (Snapfarma) (Vol. 1, No. 1, pp. 146-153).
Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. (Edisi II). Bandung: Penerbit ITB.
Ningsih, A.W. et al. (2025) ‘Tinjauan Literatur: Efektivitas Maserasi Sebagai Metode Ekstraksi Fitokimia’, OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 3(6), pp. 228–242. DOI: https://doi.org/10.61132/obat.v3i6.1927
Putri, N. A., Dewi, S. R., & Hapsari, W. (2020). The effect of solvent polarity on phytochemical extraction from medicinal plants. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Products, 16(1), 42–49.
Ahmed, S., Bibi, Y., & Khan, M. (2023). Solvent efficiency in plant extraction and the impact on phytochemical profile. Journal of Natural Products Research, 12(2), 115–124.
Firdaus, S. M., Rosyidah, M., Permadi, A., Sulistiawati, E., & Setya, B. (2024). Optimasi Proses Ekstraksi Maserasi: Analisis Terhadap Variabel yang Berpengaruh.
Jaafar, A., Zulkipli, M. A., Hatta, F. H. M., Jahidin, A. H., Nasir, N. A. A., & Hasan, M. H. (2024). Therapeutic potentials of iridoids derived from Rubiaceae against in vitro and in vivo inflammation: A scoping review. Saudi Pharmaceutical Journal, 32(1), 101876. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jsps.2023.101876
Martins, D., & Nunez, C. V. (2015). Secondary metabolites from Rubiaceae species. Molecules, 20(7), 13422-13495. DOI: https://doi.org/10.3390/molecules200713422
Khafid, A., Wiraputra, M. D., Putra, A. C., Khoirunnisa, N., Putri, A. A. K., Suedy, S. W. A., & Nurchayati, Y. (2023). Uji kualitatif metabolit sekunder pada beberapa tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 8(1), 61-70. DOI: https://doi.org/10.14710/baf.8.1.2023.61-70
Widiawati, W., & Qodri, U. L. (2023). Analisis Fitokimia dan Penentuan Kadar Fenolik Total pada Ekstrak Etanol Tebu Merah dan Tebu Hijau (Saccharum officinarum L.). Jurnal Farmasi Tinctura, 4(2), 91–102. DOI: https://doi.org/10.35316/tinctura.v4i2.3175
Nafisah, M., Tukiran, S., & Hidayati, N. (2014). Uji Skrining Fitokimia Pada Ekstrak Heksan, Klorofrom, dan Metanol dari Tanaman Patikan Kebo (Euphorbiae hirtae). In Prosiding Seminar Nasional Kimia, UNS, Surabaya (pp. 283-285).
Halimu, R. B., Sulistijowati, R., & Mile, L. (2017). Identifikasi Kandungan Tanin Pada Sonneratia Alba. The NIKe Journal, 5, 93–97.
Wijaya, H., Jubaidah, S., & Rukayyah, R. (2022). Perbandingan metode esktraksi terhadap rendemen ekstrak batang turi (Sesbania grandiflora L.) dengan menggunakan metode maserasi dan sokhletasi. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 5(1), 1-11. DOI: https://doi.org/10.35473/ijpnp.v5i1.1469
Putri, D. M., & Lubis, S. S. (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kalayu (Erioglossum rubiginosum (Roxb.) Blum). Amina, 2(3), 120-125. DOI: https://doi.org/10.22373/amina.v2i3.1384
Yusuf, Y., Asri, R. M., Go, R., Zuhair, M. N., Kharuddin, K. M., Parenden, M. D. K., Saputra, M. D., Elim, D., Banjar, M. F., & Hartono. (2024). Synergism of anti-malarial effect of Carica papaya L. and Moringa oleifera leaf extract in mice. Majalah Obat Tradisional, 29(1), 100–106. DOI: https://doi.org/10.22146/mot.86703
Ardiawijanti Iriani, F., Irianti Dehi, R., & Christyananda Damar, A. (2025). Kajian etnobotani tumbuhan obat untuk penyakit malaria pada masyarakat Kabupaten Keerom. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 5(3), 657–667. https://doi.org/10.55606/jikki.v5i3.8380. DOI: https://doi.org/10.55606/jikki.v5i3.8380
Penna-Coutinho, J., & Aguiar, A. C. (2018). Commercial drugs containing flavonoids are active in mice with malaria and in vitro against chloroquine-resistant Plasmodium falciparum. Memórias do Instituto Oswaldo Cruz, 113, e180279. DOI: https://doi.org/10.1590/0074-02760180279