Formulasi dan Uji Karakterisasi Fisikokimia Gel Ekstrak Ranting Patah Tulang (Euphorbia tirucalli)
Isi Artikel Utama
Page: 1711-1717
Abstrak
Ranting patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak ranting patah tulang terhadap karakteristik fisikokimia sediaan gel. Gel diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 15% (F1), 20% (F2), dan 25% (F3), kemudian dilakukan pengujian organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, homogenitas, dan iritasi. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi menghasilkan gel yang homogen, bertekstur semi padat, lembut, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Nilai pH sediaan berada pada rentang 5,14 ± 0,193 hingga 5,67 ± 0,011 yang masih sesuai dengan pH fisiologis kulit, sedangkan daya sebar berada pada rentang 5,08 ± 0,310 hingga 5,19 ± 0,209 cm dan memenuhi persyaratan sediaan topikal. Daya lekat seluruh formulasi berada di atas 4 detik, yaitu antara 4,45 ± 1,673 hingga 4,46 ± 1,075 detik yang menunjukkan kemampuan adhesi yang baik pada permukaan kulit. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pH, daya sebar, daya lekat, homogenitas, maupun iritasi dengan nilai signifikansi seluruh parameter p > 0,05. Meskipun demikian, peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan warna gel menjadi lebih pekat secara visual. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh formulasi gel ekstrak ranting patah tulang memenuhi persyaratan fisikokimia sediaan topikal dan variasi konsentrasi ekstrak 15–25% tidak memengaruhi karakteristik fisikokimia gel secara signifikan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal berbahan alam.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Sudharmono A. Modern wound care. Jakarta: EGC; 2020.
Wibowo A. Effectiveness of 0.9% NaCl solution in wound care. J Clinical Nursing 2017;5:45–52.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Basic Health Research (Riskesdas) 2018. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia; 2018.
Rahman S, Hossain M, Rahman A. Traditional medicine use in developing countries: a review. J Ethnopharmacol 2022;289:115055. https://doi.org/10.1016/j.jep.2022.115055. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jep.2022.115055
Baud GS, Sangi MS, Koleangan HS. Analysis of secondary metabolite compounds and toxicity test of the bone-breaking plant (Euphorbia tirucalli). Pharmacon 2014;3:23–29.
Manongko PS, Abidjulu J, Siagian KV. Antibacterial activity test of bone fracture stem extract against pathogenic bacteria. J Pharmaceutical Ilm 2017;6:230–236.
Absor NA. Antibacterial activity of saponin and tannin compounds from medicinal plants. J Pharmaceutical Sci 2021;8:12–18.
Heya MM, Gemechu T, Abdela K. In vitro antifungal and antibacterial activity of Euphorbia tirucalli L. extracts. BMC Complement Med Ther 2022;22:145. https://doi.org/10.1186/s12906-022-03645-7. DOI: https://doi.org/10.1186/s12906-022-03645-7
Alsaffar RM, Al-Juboori SI. Wound healing activity of Euphorbia tirucalli extract in animal models. J Ethnopharmacol 2021;270:113769. https://doi.org/10.1016/j.jep.2021.113769.
Sani RN. Topical gel formulation and its evaluation. J Farmasi Indonesia 2021;18:55–62.
Hadi Barru M. Semisolid dosage technology in pharmacy. Yogyakarta: Deepublish; 2018.
Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. Handbook of pharmaceutical excipients. 6th ed. London: Pharmaceutical Press; 2009.
Sinko PJ. Martin's physical pharmacy and pharmaceutical sciences. 6th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2011.
Garg A, Aggarwal D, Garg S. Spreading of semisolid formulations: an update. Pharm Technol 2016;40:84–102.
Niazi SK. Handbook of pharma