Isi Artikel Utama

Febri Sandika
Zahratul Idami
Muhammad Idris

Page: 77-87

Abstrak

Latar Belakang: Bakso merupakan produk olahan daging yang populer di Indonesia. Tingginya konsumsi bakso diiringi dengan meningkatnya perhatian masyarakat, terutama umat Muslim, terhadap aspek kehalalan produk. Potensi kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada bakso sapi dan ayam menjadi isu kritis, baik akibat ketidaksengajaan (kontaminasi silang) maupun pemalsuan. Wilayah Tuntungan, Sumatera Utara, dengan karakteristik demografi dan perdagangan yang beragam, menjadi lokasi yang penting untuk dikaji tingkat kontaminasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada produk bakso sapi dan ayam yang diperdagangkan di wilayah Tuntungan, Sumatera Utara. Metode: Sebanyak empat sampel bakso (tiga bakso ayam dan satu bakso sapi) diambil dari pedagang kaki lima dan warung bakso di lokasi berbeda. Deteksi DNA dilakukan secara molekuler dengan metode Real-Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) menggunakan alat *Genechecker UF-300*. Prosedur diawali dengan preparasi sampel, ekstraksi DNA dengan alat Genolution, preparasi master mix, dan analisis menggunakan chip PCR Gen Checker. Validasi hasil didasarkan pada nilai Cycle threshold (Ct) pada kanal target (FAM untuk DNA babi) dan kanal kontrol internal (ROX). Hasil: Hasil analisis keempat sampel menunjukkan nilai Ct FAM sebesar 0 (tidak terdeteksi), yang mengindikasikan tidak adanya amplifikasi DNA target spesifik babi. Sementara itu, nilai Ct ROX (kontrol internal) pada semua sampel terdeteksi dalam rentang 19,41–20,50, membuktikan bahwa proses ekstraksi dan amplifikasi DNA berjalan optimal tanpa hambatan. Kontrol positif memberikan sinyal amplifikasi yang valid, dan kontrol negatif tidak menunjukkan kontaminasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil deteksi molekuler, dapat disimpulkan bahwa semua sampel bakso sapi dan ayam yang diuji dari wilayah Tuntungan tidak terkontaminasi oleh DNA babi (Sus scrofa domesticus). Temuan ini menunjukkan bahwa pedagang di wilayah tersebut telah menerapkan praktik pengolahan yang baik, memisahkan bahan baku, sehingga produk bakso yang dijual memenuhi aspek kehalalan dari sisi autentikasi bahan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sandika , F., Idami, Z., & Idris, M. (2026). Analisis Kontaminasi DNA Babi (Sus scrofa domesticus) Pada Produk Olahan Bakso Sapi Dan Ayam di Tuntungan, Sumatera Utara. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(1), 77–87. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i1.1374
Bagian
Original Articles

Referensi

Natsir M. Etika Bisnis dalam Perspektif Islam. Bandung: Pustaka Setia; 2020.

Andriyani, Fais, Muarifah. Perkembangan penelitian metode deteksi kandungan babi untuk menjamin kehalalan produk pangan olahan. J Islam Stud Humanit. 2022;41.

Halid SA, Gobel M, Loulembah F. Mutu Bakso Daging Sapi Ditinjau Dari Kadar Protein, Kadar Lemak, Kadar Air, Total Mikroba, Kandungan Boraks, Dan Formalin Yang Dijual Di Depot-Depot Bakso Daging Sapi Di Kota Palu. J Pengolah Pangan. 2023;8(1):60–5. DOI: https://doi.org/10.31970/pangan.v8i1.119

Yualiana, Sari. [Judul lengkap artikel tidak tersedia dalam data yang diberikan]. 2021.

Syafrizayanti S, Safni S, Nurhayati. Detection and Absolute Quantification Porcine DNA in Sausages Using Quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) Method. J Kim Unand. 2022;11(2):5–13. DOI: https://doi.org/10.25077/jku.11.2.5-13.2022

Kuswandi B. Halal authenticity analysis of meat products. J Food Anal Authent. 2020;3(2):45–56.

Nugroho AP, et al. Application of molecular detection methods for food authentication in Indonesia. Indones J Biotechnol. 2022;27(1):12–20.

Biosewoom Inc. Genechecker UF-300 User Manual. Korea: Biosewoom; 2020.

Kurniawan K, Heny DKN. Edukasi Warga Desa Cibiyuk Dalam Pemeriksaan Keamanan Pangan Secara Biokimia. Glob Abdimas J Pengabdi Masy. 2024;4(1):44–53. DOI: https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v4i1.489

Zakaria SN, Mohamad NA, Abdullah S, Ismail A. Quality control parameters in real-time PCR for halal authentication: The role of negative control and inhibition assessment. Food Control. 2023;145:109415.

Rodríguez A, López CM, García MA. The consolidated report as an essential tool for validating qPCR results in food analysis. J Food Sci Technol. 2021;58(5):1897–905.

Rahayu WP, Hidayat SH, Kusumaningrum HD. Critical points and validation of real-time PCR methods for detection of pork contamination in meat products. Indones J Food Sci. 2020;12(1):45–60.

Kubista M, Andrade JM, Bengtsson M, Forootan A, Jonák J, Lind K, et al. The real-time polymerase chain reaction. Mol Aspects Med. 2006;27(2–3):95–125. DOI: https://doi.org/10.1016/j.mam.2005.12.007

Bustin SA, Benes V, Garson JA, Hellemans J, Huggett J, Kubista M, et al. The MIQE guidelines: minimum information for publication of quantitative real-time PCR experiments. Clin Chem. 2009;55(4):611–22. DOI: https://doi.org/10.1373/clinchem.2008.112797

Ali ME, Razzak MA, Hamid SBA. Species authentication methods in foods and feeds: the present, past, and future of halal forensics. Food Anal Methods. 2012;5(5):935–55. DOI: https://doi.org/10.1007/s12161-011-9357-3

Fauziah R, Syarif A, et al. Detection of Porcine DNA on Commercially Processed Meat Products Using Real-Time PCR. J Hum Anim Res. 2022.

Noh E, Lee S, Kim Y, Kim HY. Real-time PCR assay for species identification in meat products. Food Chem. 2019;277:39–45.

Khairuddin NS, et al. Development of species-specific qPCR assays for halal authentication of meat products. LWT – Food Sci Technol. 2022;153:112515.

Muflihah A, Hardianto A, Kusumaningtyas P, Prabowo S, Hartati YW. DNA-based detection of pork content in food. Heliyon. 2023;9(3):e14418. DOI: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14418

Sidstedt M, Rådström P, Hedman J. PCR inhibition in qPCR, dPCR and MPS—mechanisms and solutions. Anal Bioanal Chem. 2020;412(9):2009–2023. DOI: https://doi.org/10.1007/s00216-020-02490-2

Waluyo S, Priyanto AD, Santoso TJ. Application of FAM-ROX duplex real-time PCR for highly sensitive detection of porcine DNA in processed meat products. J Adv Biotechnol. 2023;15(2):112–25.

Mustaqimah I, Septiani D, Roswiem AP. The role of passive reference dye (ROX) in normalizing fluorescence signal and detecting PCR inhibitors in real-time PCR assays. J Mol Diagn. 2021;9(3):145–55.

Kesmen Z, Yetim H, Sahin F. Identifikasi spesies daging dengan uji PCR waktu nyata berbasis TaqMan. Meat Sci. 2009;82(4):444–9. DOI: https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2009.02.019

Abriana A, Indrawati E, Rahman R, Mahmud H. Produk olahan ikan bandeng (bandeng cabut duri, abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng) di desa borimasunggu kabupaten maros. J Din Pengabdi. 2021;6(2):273–83.