FORMULASI SEDIAAN SERUM EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai khasiat sebagai obat dan kosmetika. Salah satu kosmetika yang digunakan masyarakat saat ini adalah serum wajah. Tujuan penelitian ini adalah formulasi sediaan serum wajah dari ekstrak air daun sirih merah. Ekstrak air diperoleh dengan cara metode ekstraksi Pressurized Hot Water Extraction menggunakan pelarut akuades, kemudian dilakukan skrining fitokimia. Serum dibuat dalam beberapa konsentrasi yaitu 1,5% (F1); 2% (F2);3%;(F3) dan blanko (F0). Pemeriksaan mutu sediaan meliputi uji homogenitas, pH, viskositas, stabilitas, uji iritasi, uji hedonik, serta pengujian aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia ekstrak air daun sirih merah terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun sirih merah diformulasikan kedalam sediaan serum yang homogen dengan rentang pH sesaat dibuat 6,1-6,2 setelah pengujian memiliki pH 5,8-6,1 dan tidak mengiritasi kulit. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak air daun sirih merah (Piper crocatumRuiz & Pav.) masuk dalam kategori antioksidan “kuat” dengan nilai IC50 38,30 µg/ml. Nilai IC50 sediaan serum F0, F1, F2 dan F3 berturut turut dengan kategori aktivitasnya adalah 430,3689 µg/ml (lemah), 252,03 µg/ml (sedang) , 115,6 µg/ml ( sedang) dan 58,13 µg/ml (kuat). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa semua formula serum wajah homogen, stabil dan tidak mengiritasi kulit dan sediaan serum dengan ekstrak air daun sirih merah 3 % (F3) mempunyai aktvitas paling baik dengan kategori antioksidan kuat,
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Fatmawati, Noorviana., Anwar, Effionora, Wati, Azizah (2014). Formulasi serum penghambat kerja Tirosinase yang mengandung Fitisom ekstrak biji lengkeng (Dimocarpus longan Lour) menggunakan eksipien koproses kasein-xanthan gum. Universitas Indonesia.
Harry, R. G. (2000). Harry’s Cosmeticology. Edisi VIII. Newyork: Chemical Co. Inc. 471-483
Hartati, Fadli Husain, Nangsih Sulastri Slamet, Fihrina Mohamad, Zulfiayu Sapiun. (2020). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 220-226. Vol. 18 No.2
Mardhiani, Y., D. (2017). Formulasi dan stabilitas sediaan serum dari Ekstrak Kopi Hijau ( Coffea Canephora Var.Robusta). Indonesia Natural Research Pharmaceutical. Vol 2 Halaman 19-33.
Molyneux, P. (2014). The Use of The stable free radical diphenylpicrylhydrazyd(dpph) for estimating antioxidant activity. Journal of Science Technology 26(2), 211-219
Nisa,K,G.,Nugroho,W.A.,dan Hendrawan.Y.2014.Ekstraksi Daun Sirih Merah(Piper crocatum) dengan metode Microwave Assited Ekxtraction (MAE).Jurnal Bioproses komoditas Tropis. Volumenya 2 No 1. (Halaman 72-73)
Nova, G. D. (2012). Formulasi Ekstrak Metanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Pada Uji Iritasi Primer. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. halaman 5
Rossalia, lisa, dan ayumi. (2018). Cantik Alami ala wanita Jepang,Korea,dan Eropa. Yogyakarta : Laksana
Tranggono, R.I.S. dan Latifah, Fatma. (2014). Buku Pegangan Dasar Kosmetologi, Jakarta : Sagung seto.





