Aktivitas Antimikroba Jangjingki (Oxalis corniculata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus, Escherichia coli Dan Jamur Candida albicans

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref52026-10-20
Sitasi Google Scholar82026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Misrahanum Misrahanum
Syarifah Dhea Almunawwarah
Hira Helwati
Hilda Maysarah
Sadli Sadli

Abstrak

Jangjingki (Oxalis corniculata L.) salah satu tumbuhan dari famili Oxalidaceae yang berpotensi sebagai antimikroba alami. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat aktivitas antimikroba ekstrak metanol jangjingki terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, dan jamur Candida albicans ATCC 10231. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan uji aktivitas antimikroba dengan metode difusi sumuran. Hasil karakterisasi simplisia menunjukkan kadar air sebesar 7,17%, kadar abu total 9,68%, kadar sari larut air 11,67%, dan kadar sari larut etanol 9,17% Sementara karakterisasi ekstrak menunjukkan kadar air sebesar 22,5%, kadar abu total 10,16%, kadar sari larut air 55,83%, dan kadar sari larut etanol 62,91%. Uji fitokimia ekstrak jangjingki mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan steroid. Hasil uji aktivitas antimikroba dengan variasi konsentrasi ekstrak metanol jangjingki 15, 20, 30 dan 40% pada  bakteri S. Aureus dan E. Coli menunjukkan aktifitas penghambatan pertumbuhan kedua bakteri tersebut, diameter zona hambat terbesar terbentuk pada pemberian ekstrak dengan konsentrasi 40% dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 8,07 mm dan 11 mm. Sedangkan hasil uji aktifitas penghambatan pertumbuhan jamur C. Albicans dengan pemberian variasi konsentrasi ekstrak metanol jangjingki  sebesar 5, 10, 15, dan 20% tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur C. albicans.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Aktivitas Antimikroba Jangjingki (Oxalis corniculata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus, Escherichia coli Dan Jamur Candida albicans. (2021). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 4(1), 1-11. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v4i1.58

Referensi

Ahmed, D., Zara, S., &Baig, H. (2013). In vitro analysis of antioxidant activities of Oxalis corniculata Linn. fractions in various solvents, 10(1), 158-165.

Ajizah, A. (2004). Sensitivitas Salmonella typhimurium Terhadap Ekstrak Daun Psidium guajava L.. BIOSCIENTIAE, 1(1), 31-38.

Anief, M. (2010). Ilmu Meracik Obat. Penerbit Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.

Astuti, E., Sunarminingsih, R., Jenie, U. A., Mubarika, S., & Sismindari. (2014). Pengaruh Lokasi Tumbuh, Umur Tanaman dan Variasi Jenis Destilasi Terhadap Komposisi Senyawa Minyak AtsiriRimpangCurcuma mangga Produksi Beberapa Sentra di Yogyakarta. J Manusia dan Lingkungan, 21(3), 323-330.

Brooks, G.F., Janet, S.B., &Stephen, A.M. (2007). Jawetz, Melnick and Adelbergs, Mikrobiologi Kedokteran edisi23. Terjemahan oleh Mudihardi, E., Kuntaman, Wasito, E.B., Mertaniasih, N.M., Harsono, S., dan Alimsardjono, L. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Candrasari, A., Romas, M. A., Hasbi, M.,&Astuti, O. R. (2012). Uji Daya Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus AureusATCC 6538, Eschericia ColiATCC 11229 dan Candida AlbicansATCC10231 secara In Vitro. Biomedika, 4(1), 9-16.

Clinical and Laboratory Standards Institute. (2018). Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing; Twenty-Fourth Informational Supplement 28th ed. CLSI document M100-S24, USA.

Denovix Inc. (2017). OD600 Measurement. Denovix, Us.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat edisi kesatu. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Dighe, S. B., Kuchekar, B. S., & Wankhede, S. B. (2012). Pharmacological Evaluation of Oxalis corniculata Linn for Anthelmintic Activity. Journal of Pharmacology and Pharmacodynamics, 4(1), 1-4.

Dzulkarnain, B., Sundari, D.,&Chozin, A.(2004). Tanaman Obat Bersifat Antibakteri di Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran, 110, 35-43.

Ernawati & Sari, K. (2015). Kandungan Senyawa Kimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana P.Mill) Terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus. Jurnal Kajian Veteriner, 3(2), 203-211.

Gayo, R. P.(2018). Uji Efek Antelmintik Ekstrak Metanol Jangjingki (Oxalis corniculataL.) Terhadap Cacing Ascaridia gallisecara In Vitro (Tugas Akhir). Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Handali, S., Hosseini, H., Ameri, A., & Moghimipour, E. (2011). Formulation and evaluation of an antibacterial cream from Oxalis corniculata aqueous extract. Jundishapur Journal of Microbiology, 4(4), 255-260.

Herwin & Nuryanti, S. (2012). SkriningAktivitas Antimikroba Ekstrak Herba Belimbing Tanah (Oxalis Corniculata L.) secara KLT-Bioautografi dan Difusi Agar. As-Syifaa, 4(1), 74-81.

Husni, E., Suharti, N., & Atma, A. P. T. (2018). Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis Linn) serta Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis, 5(1), 12-16.

Juliantina, F. R., Citra, D. A. M., Nirwani, B., Nurmasitoh, T., & Bowo, E. T. (2008). Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Agen Anti Bakterial Terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. JKKI - Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 12-20.

Kusumawati, E., Supriningrum, R., & Rozadi, R. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kecombrang Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm Terhadap Salmonella typhi. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(1), 1-7.

Lingga, A. R., Pato, U., & Rossi, E. (2016). UjiAntibakteri Ekstrak Batang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Staphylococcus aureusdanEscherichia coli. JOM Faperta, 3(1), 1-15.

Litaay, M., Sari, K., Gobel, R. B., & Haedar, N. (2017). Potensi Abalon Tropis Haliotis asinina L. Sebagai Sumber Inokulum Jamur Simbion Penghasil Antimikroba. SPERMONDE, 3(1), 42-46.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2009). FarmakopeHerbal Indonesia edisi pertama. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Mohan, S. M., & Pandey, B. (2016). Antimicrobial Activity of Oxalis corniculata Linn.International Journal of Science and Research, 5(7), 575-578.

Mutiawati, V. K. (2016). Pemeriksaan Mikrobiologi pada Candida albicans.Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 16(1), 53-63.

Ningsih, D. R., Zusfahair., & Kartika, D. (2016). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder serta Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Antibakteri. Molekul, 11(1), 101-111.

Nur, R. M., Mu’nisa, A., & Hala, Y. (2019). Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Karang Lunak (Lobophytum sp.). Jurnal Bionature, 20(1), 57-63.

Nuryanti, S., Mustapa, K., & Sudarmo, I. G. (2016). Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kelor (Moringa oleifera Lamk) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Jurnal Akademika Kimia, 5(4), 178-184.

Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Erlangga, Jakarta

Reo, A. R., Berhimpon, S., & Montolalu, R. (2017). Metabolit Sekunder Gorgonia (Paramuricea clavata). Jurnal Ilmiah Platax, 5(1), 42-48.

Salman, S. (2018). Use Of Grid Computing Infrastructures For In-Silico Drug Discovery And Drug Design: A Review. Jurnal Stikna, 2(2).

Segismundo, A. B., Florendo, P. E., &Pablico, A. R. P. (2008). In vitro Antifungal Activity and Phytochemical Screening of Gouania javanica Miq. Leaves. UNP Research Journal, 17, 1-10.

Siddiqui, M. A., Singh, R. K.& Kumar, A.(2017). Phytochemical screening and antibacterial activity of Oxalis corniculata against human pathogens. International Journal of Current Research, 9(12), 62114-62118.

Suryani, N., Nurjanah, D., & Indriatmoko, D. D. (2019). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Batang Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) Terhadap Bakteri Plak Gigi Streptococcus mutans. Jurnal Kartika Kimia, 2(1), 23-29.

Tansil, A. Y. M., Nangoy, E., Posangi, J., & Bara, R. A. (2016). Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal e-Biomedik (eBm), 4(2).

Tibuhwa, D. D. (2016). Oxalis corniculata L. In Tanzania: traditional use, cytotoxicity, and antimicrobial activities. Journal of Applied Biosciences, 105, 10055-10063.

Tyasrini, E., Winata, T., & Susantina. (2006). Hubungan antara Sifat dan Metabolit Candida spp. dengan Patogenesis Kandidiasis. JKM, 6(1), 52-67.

Wiyanto, D. B. (2010). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Kappaphycus alvareziidanEucheuma denticullatumTerhadap BakteriAeromonas hydrophiladanVibrio harveyii. Jurnal Kelautan, 3(1), 1-17.

World Health Organization. (2003). Manual for the Laboratory Identification and Antimicrobial Susceptibility Testing of Bacterial Pathogens of Public Health Importance in the Developing World. Switzerland.

World Health Organization. (2009). WHO Laboratory Manual for Diagnosis of Fungal Opportunistic Infection in HIV/AIDS Patients, Regional Office for South-East Asia.

Yusriana, C. S., Budi, C. S.,&Dewi, T. (2014). Uji Daya Hambat Infusa Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Permata Indonesia, 5(2), 1-7.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama