SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KEMANGI (Ocimum tenuiflorum L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref42026-10-20
Sitasi Google Scholar52026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Boy Chandra
Rezza Puspita Sari
Sestry Misfadhila
Zikra Azizah
Ridho Asra

Abstrak

Penelitian tentang uji fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kemangi (Ocimum tenuiflorum L.) telah dilakukan. Simplisia daun kemangi dimaserasi dengan metanol 98 % diperoleh ekstrak sebesar 45,5479 g dengan rendemen 22,77 %. Ekstrak metanol daun kemangi megandung senyawa alkaloid, flavanoid, fenol, tanin, saponin, dan steroid. Ekstrak diketahui memiliki aktivitas antioksidan dengan menurunnya absorban DPPH. Aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun kemangi dilakukan menggunakan metode DPPH untuk penentuan IC50. Dari pengujian dapat diketahui bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 1370,92 ppm. Berdasarkan nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kemangi memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah


 

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KEMANGI (Ocimum tenuiflorum L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). (2019). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2(2), 1-8. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.20

Referensi

Banu, K. S., & Cathrine, L. (2015). General techniques involved in phytochemical analysis. International Journal of Advanced Research in Chemical Sciene, 2(4), 25-32.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Materia medika Indonesia. (Edisi VI). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope Herbal Indonesia. (Edisi 1). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dinata, D. I., Supriadi, D., Djafar. G., Syerliana., Wijayanti. W., & Suherman, S. E. (2015). Effect of adding granul basil (Ocimum americanum) as antioxidant in fried foods. IJPST, 2(1), 22-32.

Hanani, E., Mun’im, A., & Sekarini, R. (2005). Identifikasi senyawa antioksidan dalam spons Callyspongia sp, dari Kepulauan Seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian. 2(3), 127-133.

Hanani, E. (2017). Analisis fitokimia. Jakarta: EGC.

Harborne, J. B. (1987). Metode fitokimia, penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. (Edisi ke-2). Penerjemah: K. Padmawinata dan I. Soediro. Bandung: ITB.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Farmakope Indonesia (Edisi V). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Molyneux, P. (2004), The use of stable free diphenylpicryllhydrazyl (DPPH) For estimating antioxsidant activity. Songklanakarin J. Scitechnol. 26(2): 50-55.

Mosquera, O. M. Correa, Y. M. Buitrago, D. C. & Nino, J. (2007). Antioxsidant Activity Of Twenty Five Plant from Colombian Biodeivesity. Mem Inst Oswaldo Cruz, Rio de janeiro. 102 (5): 631-634.

Sangi, M. S., Momuat, L. I., & Kumaunang, M., (2013). Uji toksisitas dan skrining fitokimia tepung gabah pelepah aren (Arange pinnata). Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Sarma, D. S. K & Babu, A. V. S. (2011). Pharmacognostic and phytochemical studies of Ocimum americanum. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 3(3): 337-347.

Sayuti, K., & Yenrina, R. (2015). Antioksidan alami dan antioksidan sintetik. Padang: Universitas Andalas.

Sharma, R & Kumar B.S. (2013). Isolation characterization and antioxidant potential of endophytic fungi of Ocimum sanctum Linn. (Lamiaceae). Indian Journal of applied research, 3(7), 5-10.

Sunarni, T., Pramono, S. & Asmah, R. (2007). Flavonoid antioksidan penangkap radikal dari daun kepel (Stelechocarpus burahol (BI.) Hook f. & Th.). Majalah Farmasi Indonesia, 18(3), 111-116.

Winarsih, H. (2007). Antioksidan alami dan radikal bebas. Jogjakarta: Kanisius.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama