Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Status Gizi Pegawai Direktorat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Gaya hidup sebagai salah satu faktor tidak langsung, memegang peranan penting dalam mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap status gizi. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel pegawai Direktorat Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan sebanyak 70 sampel. Metode penarikan sampel menggunakan total sampling. Faktor-faktor yang diukur adalah pola makan (kecukupan asupan karbohidrat dan lemak, jenis makanan dan frekuensi makan), aktivitas fisik, durasi tidur dan status gizi. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi status gizi responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kecukupan asupan karbohidrat (p=0,000), kecukupan asupan lemak (p=0,022), aktivitas fisik (p=0,000) dan durasi tidur (p=0,000) dengan kejadian obesitas. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi status gizi yaitu jumlah asupan karbohidrat.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Abadini, Dinanti, Wuryaningsih, Caroline Endah, 2019, Determinan Aktivitas Fisik Orang Dewasa Pekerja Kantoran di Jakarta Tahun 2018, Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, Vol. 14, No. 1.
Hamasaki, Hidetaka, 2017, Physical Activity and Obesity in Adults, diakses Agustus 2019, www.researchgate.net
Harikedia, Vera, Tando, Naomi, 2012, Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Obesitas pada Tokoh Agama di Kota Manado, Jurnal Gizido, vol. 4, no. 1, 5-12.
Haser, Gregor, Buysse, Dause, Klaghofer, Richard, Gamma, Alex, 2004, The Association Between Short Sleep Duration and Obesity in Young Adults ; A 13 Year Prospective Study, Journal Sleep, Vol. 27, Issue 04, 661-666.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa, diakses tanggal 28 Februari 2019, www.gizi.depkes. go.id.
__________________, 2013, Riskesdas dalam Angka, Jakarta, Balitbangkes.
Kertopati, Lesthia, Paramitha, Tasya, 2014, Waspada, Pekerjaan Bisa Kurangi Kulitas Tidur, diakses 23 Januari 2015, www.vivalife.com.
Sudikno, 2010, Aplikasi Regresi Logistik Pada Hubungan Aktvitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Orang Dewasa di Indonesia (Analisis Data Riskesda 2007), Tesis, Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Taheri, S., Lin, S., Austin, D., Young, T., Mignot, E., 2004, Short Sleep Duration in Associated with Reduced Leptin, Elevated Gherlin, and Increased Body Mass Index, diakses 29 April 2019, www.ncbi.nlm.nih.gov.
The National Sleep Foundation, 2008, Sleep Talking, diakses 1 Maret 2015, www.sleepfoundation.org.
The National Sleep Foundation, 2013, Sleep in America Poll, Exercise and Sleep, diakses 8 Maret 2019, www.sleepfoundation.org.
.





