Uji Efektivitas Afrodisiaka Ekstrak Etanol Albedo (Mesokarp) Melon (Cucumis melo L.) pada Mencit (Mus musculus)

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar02026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Muhammad Gun Gunawan
Nolani Nurlita Bengi

Abstrak

Penurunan hasrat seksual merupakan salah satu faktor ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri dan cukup meresahkan dalam kehidupan rumah tangga. Pengobatan secara tradisional banyak ditempuh, salah satunya dengan menggunakan tumbuhan yang mengandung afrodisiaka. Afrodisiaka merupakan zat perangsang yang dapat meningkatkan gairah seks. Secara umum, senyawa tanaman yang berpotensi sebagai afrodisiaka adalah sitrulin. Buah melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung sitrulin; bagian yang digunakan adalah lapisan putih atau albedo (mesokarp). Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah mesokarp buah melon memiliki efek afrodisiaka dan menentukan dosis yang efektif.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Uji Efektivitas Afrodisiaka Ekstrak Etanol Albedo (Mesokarp) Melon (Cucumis melo L.) pada Mencit (Mus musculus). (2019). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2(2), 9-17. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.21

Referensi

Akanji, M. A dan Oladiji, A. T. 2005. Aphrodisiac Potentials of Aqueous Extract of Fadogia Agrestis Stem in Male Albino Rats. Asian J Andrology. 7: 399-404.

Andri, W. Y. 2010. Produksi Mencit Putih (Mus musculus) dengan Substitusi Bawang Putih (Allium sativum) dalam Ransum. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Halaman 3-5.

Arnida. 2018. Uji Aktivitas Afrodisiaka Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Cawat Hanoman (Labisia pumila) terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus L) Galur BALB/C. Makalah Seminar Ilmiah. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat. Halaman 7.

Depkes RI. 2010. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Depkes RI. Halaman 113-115.

Gendrowati, F. 2014. TOGA: Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Padi. Halaman 17.

Harmusyanto, R. 2013. Studi Mengenai Efek Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L) Merr.)Terhadap Libido Kelinci Jantan (Oryctolagus Cuniculus) Sebagai Afrodisiak. Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Surabaya. 2(1): 5-6.

Hidayat, A. 2012. Kebutuhan Dasar Manusia. Surabaya: Health Books Publishing. Halaman 6-7.

Indrisari, M., Rahimah, St.,Umar, A. H dan Allyah, A. P. 2013. Uji Efek Afrodisiaka dari Ekstrak Bawang Putih (Alliumsativum) pada Hewan Coba Mencit (Mus musculus). Jurnal Farmasi Akademi Farmasi Kebangsaan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi. 2: 140-144.

Nugroho. 2005. Toksisitas Akut dan Khasiat Ekstrak Som Jawa (Talinum paniculatum Gaertn.) sebagai Stimulan. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 3(1): 17-20.

Oktavina, D.M. 2006. Ramuan Afrodisiak Nusantara Pembangkit Gairah. Jakarta: Esensi. Halaman 76.

Prita, D. 2010. Uji Afrodisiaka Infusa Kuncup Bunga Cengkeh (Syrgyzum aromaticum) terhadap Libido Tikus Jantan. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Halaman 32.

Yakubu, M. T., Akanji, M. A dan Oladiji, A. T. 2007. Male Sexual Dysfunction and Methods Used In Assesing Medicinal Plants With Aphrodisiac Potentials: Pharmacognosy Reviews. 1: 49-56.