Formulasi Dan Uji Aktivitas Gel Fraksi Aktif Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora L.) terhadap Stapylococcus aureus sebagai Terapi Ulkus Diabetik
Isi Artikel Utama
Page: 664-676
Abstrak
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang patut diperhatikan didunia. Diabetes melitus menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh, salah satu komplikasi diabetes melitus bagi penderita ialah munculnya luka diabetik atau gangren dan ulkus yang menyebabkan rentan terkena infeksi bakteri. Salah satu bakteri penyebab luka diabetes melitus ialah bakteri Stapylococcus aureus yang dapat ditemukan pada permukaan kulit sebagai kuman floral normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan fraksi aktif biji kopi robusta (Coffea Canephora L.) ke dalam sediaan gel dan mengevaluasi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Metode: Penelitian eksperimental ini meliputi ekstraksi biji kopi robusta dengan maserasi etanol 96%, skrining fitokimia, fraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Selanjutnya, hasil fraksi diuji dengan metode difusi cakram untuk melihat fraksi aktif pada biji kopi robusta yang akan diformulasikan menjasi sediaan gel dengan konsentasi (12,5%, 25%, dan 50%) dan dilakukan uji stabilitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa fraksi air dan sediaan gel biji kopi robusta menunjukkan adanya penghanbatan aktivitas antibakteri terhadap Stapylococcus aureus, dengan pemghambatan paling besar pada konsentarsi 50%. Oleh karena itu, gel fraksi aktif biji kopi robusta berpotensi sebagai pengobatan luka diabetes. Uji organoleptis gel menunjukkan bau khas madu, warna coklat, dan pH formula 1 yang sedikit asam, sedangkan formula 2 dan 3 dalam rentang pH yang baik. Daya sebar gel baik (6-7 cm), namun viskositas formula 1 dan 2 (1170-2013 cP) tidak memenuhi syarat, kemungkinan karena rendahnya konsentrasi gliserin.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Amalia FF. Aktivitas antibakteri kopi robusta dalam mempercepat kejadian penyembuhan luka pada ulkus diabetikum. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako). 2020;6(1):1–72.
Bekele F, Chelkeba L. Amputation rate of diabetic foot ulcer and associated factors in diabetes mellitus patients admitted to Nekemte referral hospital, western Ethiopia: Prospective observational study. Journal of Foot and Ankle Research. 2020;13(1):1–8. https://doi.org/10.1186/s13047-020-00433-9
Bogor IP, et al. Pengaruh metode pengolahan dan suhu penyangraian terhadap karakter fisiko-kimia kopi robusta. Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian. 2020;7:61–72.
Fildzah M, Muhammad A, Ummu F, Yahya S. Pengaruh variasi waktu ekstraksi terhadap aktivitas. Journal of Pharmacy. 2024;2:59–69.
Fitri C, Male A, Rahayu MP, Wulandari D, et al. Uji aktivitas antibakteri fraksi dan ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi. 2025;10:294–302.
Hainil S, Sammulia SF, A A. 3210-Article Text-12736-1-10-20220130. 2022.
Hidhayah DA, Kamal S, Hidayah N. Hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita diabetes melitus di Kabupaten Magelang. Borobudur Nursing Review. 2021;1(1):1–11. https://doi.org/10.31603/bnur.4947
International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas. 10th ed. Brussels: International Diabetes Federation; 2021. https://doi.org/10.1242/jeb.64.3.665
Milasanti YA, Widara RT, Fitri A. Uji aktivitas penyembuhan luka sayat gel ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Journal of Pharmaceutical and Health Research. 2023;4(3):387–395. https://doi.org/10.47065/jharma.v4i3.4415
Shina MAI, Wardani TS, Artini KS. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun petai cina (Leucaena leucocephala) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan. 2024;2:1–37. https://doi.org/10.61132/obat.v2i6.785
Shafira NA, Fauziyah S, P Y. Aktivitas antibakteri fraksi air daun pulutan (Urena lobata) terhadap Staphylococcus aureus. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. 2021:167–186.
Pharmacy Genius. 2023;2:145–162.
Putri AE, Handayani K. Formulasi gel ekstrak batang pepaya sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal SainHealth. 2020;4(2):1–7. https://doi.org/10.51804/jsh.v4i2.792.1-7
Rizki A, Handayani S, Widowati R. Penelitian ekstrak 50% biji kopi terhadap Staphylococcus aureus. 2022;13:38–45.
Saerang MF, Edy HJ, Siampa JP. Aktivitas antibakteri daun gedi (Abelmoschus manihot L.) terhadap Propionibacterium acnes. Pharmacon. 2023;12:350–357.
Safani EE, Kunharjito WAC, Lestari A, Purnama ER. Potensi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai spray untuk pemulihan luka mencit diabetik yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Biotropic: The Journal of Tropical Biology. 2019;3(1):68–78. https://doi.org/10.29080/biotropic.2019.3.1.68-78
Siregar H, Bantas K. Hubungan diabetes mellitus terhadap kejadian disabilitas untuk activities of daily living (ADL) di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2020;4(2):65–66.
Wahidah S, Saputri GAR, Nofita N. Formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan variasi gelling agent. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 2024;10:508–518. https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i2.623
Wear AH, Munir NW. Penatalaksanaan perawatan ulkus diabetik grade IV dengan iodine powder di Klinik Perawatan Luka Griya Afiat Makassar. 2025:16351–16355.
Widiastuti TC, Khuluq H, Handayani EW, et al. Pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi penyakit diabetes melitus di Kota Kebumen. Jurnal Farmasi Klinik dan Sains. 2022;2(1):87. https://doi.org/10.26753/jfks.v2i1.776
World Health Organization. Global Report on Diabetes. Geneva: WHO Press; 2016.
Wulandari GA, Yamlean PVY, Abdullah SS. Pengaruh gliserin terhadap stabilitas fisik gel ekstrak etanol sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Kesehatan Tambusai. 2023;4:2383–2391. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.16601
Paputungan WA, Widya AL, Siampa JP. Aktivitas antibakteri dan analisis KLT-bioautografi dari fraksi biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner). Pharmacon. 2019;8(3).
Amalia FF. Aktivitas antibakteri kopi robusta dalam mempercepat kejadian penyembuhan luka pada ulkus diabetikum. Healthy Tadulako Journal. 2020;6(1):1–72.
Sari RP, Widyastuti R, Kusumaningrum HD. Aktivitas antibakteri senyawa fenolik dari kulit buah kopi robusta (Coffea canephora L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 2021;32(2):123–130.
Rahardjo A, Pratiwi SU, Nugraheni R. Antibacterial activity of Robusta coffee husk extract against Enterococcus faecalis and Porphyromonas gingivalis: An in vitro study. Journal of International Dental and Medical Research. 2022;15(3):1025–1031.
Baki G, Alexander KS. Formulation and evaluation of topical penetration enhancers in drug delivery systems. Pharmaceutics. 2021;13(11):1912.
Panzarini E, Mariano S, Vergallo C, Dini L. Hydrogels as drug delivery systems: Influence of polymer network and humectant composition on drug release. Gels. 2023;9(3):236.
Cilurzo F, Minghetti P, Selmin F, Casiraghi A, Montanari L. Excipients in topical formulations: Impact on drug permeation and stability. International Journal of Pharmaceutics. 2022;623:121947.
Tanauma HA, Gayatri C, Widya AL. Aktivitas antibakteri ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) terhadap bakteri Escherichia coli. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. 2016;5(4).
Sari RP, Pratiwi L, Mulyani Y. Aktivitas antibakteri senyawa fenolik dari kulit buah kopi robusta (Coffea canephora L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Kedokteran Unram. 2021;10(3):123–130.
Rattanaporn K, Saengsawang P, Thanyasrisung P. Antibacterial activity of Robusta coffee husk extract against Enterococcus faecalis and Porphyromonas gingivalis: An in vitro study. Thai International Journal of Dental Science. 2022;13(2):45–52.
Silva LN, Zimmer KR, Macedo AJ, Trentin DS. Plant natural products targeting bacterial virulence factors. Frontiers in Microbiology. 2021;12:667881.
Borges A, Abreu AC, Ferreira C, Saavedra MJ, Simões LC, Simões M. Antibacterial activity and mode of action of selected phenolic compounds against bacterial pathogens. Antibiotics. 2022;11(2):250.
Ahmed TA, El-Say KM. Development of topical hydrogel systems for enhanced drug delivery: Influence of viscosity and polymer network density on drug diffusion. Gels. 2023;9(3):236.