Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak Dan Nanopartikel Ekstrak Daun Pometia pinnata Terhadap Staphyloccocus aureus dan Escherichia coli
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menjadi masalah kesehatan global. Daun matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung senyawa antibakteri yang berpotensi sebagai alternatif pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nanopartikel ekstrak etanol daun matoa dan membandingkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak serta nanopartikelnya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan konsentrasi ekstrak etanol daun matoa (6,25%, 12,5%, 25%, 50%) dan nanopartikel ekstrak (0,625%, 1,25%, 2,5%, 5%). Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil: Hasil karakterisasi nanopartikel menunjukkan ukuran 528,95 nm. Nilai KHM ekstrak daun matoa terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus adalah 12,5%, sementara nanopartikel 1,25%. Nilai KBM ekstrak daun matoa adalah 50%, dan nanopartikel 5%. Aktivitas antibakteri tertinggi pada ekstrak etanol adalah 18,3 mm dan 18,4 mm, sedangkan pada nanopartikel 18,5 mm dan 19,0 mm. Kesimpulan: Nanopartikel ekstrak etanol daun matoa lebih efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri dibandingkan ekstrak biasa, dengan dosis yang lebih rendah (1:10), menunjukkan potensi sebagai alternatif antibakteri yang efisien.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Rollando S. Senyawa Antibakteri Dari Fungi Endofit. Puntadewa; 2019.
Becker K, Heilmann C, Peters G. Coagulase-negative staphylococci. Clin Microbiol Rev 2014;27:870–926.
Hamzah H, Siregar KAAK, Nurwijayanto A, Wahyuningrum R, Sari S. Effectiveness of Oxalis corniculata L. ethanol extract against mono-species of biofilm Staphylococcus aureus. Borneo J Pharm 2021;4:184–91.
Rosdianti Y, Limbong RJ. Hak-hak Disabilitas di Simpang Jalan: Menyoal Pelindungan Hak Atas Kesehatan di Tengah Pandemi COVID-19. Masy Indones 2021;47:13–30.
Mulyani Y, Hasimun P, Sumarna R. Kajian Etnofarmakologi Pemanfaatan Tanaman Obat Oleh Masyarakat Di Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat: Ethnopharmacology Study of utilization medicinal plant by Society in Dawuan sub-district Subang Regency West Java Province. J Farm Galen 2020:295839.
Fitri D, Kiromah NZW, Widiastuti TC. Formulasi Dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Berbagai Variasi Komposisi Kitosan Dengan Metode Gelasi Ionik. JPSCR J Pharm Sci Clin Res 2020;5:61. https://doi.org/10.20961/jpscr.v5i1.39269.
Wulandari L, Nugraha AS, Himmah UA. Penentuan aktivitas antioksidan dan antidiabetes ekstrak daun matoa (Pometia pinnata JR Forst. & G. Forst.) secara In Vitro 2021.
Rossalinda R, Wijayanti F, Iskandar D. Effectiveness of Matoa Leaf (Pometia pinnata) Extract as an Antibacterial Staphylococcus epidermidis. Stannum J Sains Dan Terap Kim 2021;3:1–8. https://doi.org/10.33019/jstk.v3i1.2133.
Sidoretno WM, Gustari M. Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata JR & G. Forst) terhadap Pertumbuhan Jamur Trichophyton mentagrophytes. Phot J Nat Sci Technol 2021;11:137–48.
Hehakaya MO, Edy H, Siampa J. Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan body scrub ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pharmacon 2022;11.
Sutriningsih S. Formulasi Sediaan Kosmetik Krim dari Ekstrak Daun Matoa (Pometia Pinnata) dan Uji Aktivitas Antioksidan. Indones Nat Res Pharm J 2018;3:44–55.
Depkes RI. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta Dep Kesehat Republik Indones 2008.
Indonesia DK. Farmakope Indonesia Edisi III. 1979.
Hadiq S, Yulianti T. Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Daun Pandan Wangi ( Pandanus amarillyfolius Roxb ) 2023.
Dirjen POM. Farmakope Indonesia Edisi. IV. Jakarta: Depkes RI; 1995.
Depkes RI. Materia Medika Indonesia Jilid V. Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 1989.
Azzahra H, Shalihah F, Aeniah S, Rahmawati IP, Ningrum PTA, Wardani SF, et al. Anti-Dandruff Shampoo Formulation from Rambutan Leaf Extract (Nephelium lappaceum L.) as Antifungal Malassezia furfur. JKPK (Jurnal Kim Dan Pendidik Kim n.d.;8:114–27.
Firmansyah F. Isolasi Dan Uji Aktivitas Fungi Endofit Batang Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Dan Candida albicans. J Kesehat Yamasi Makassar 2019;3.
Natasya B. Pembuatan Nanopartikel dari Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli 2018.
KURNIASARI MDWI. Aplikasi Low Level Laser Therapy (LLLT) dengan gold nanoparticle sebagai Eksogen Fotosensitizer Untuk Menghilangkan Karies Gigi 2016.
Fahira N, Rahayu YP, Nasution HM, Nasution MP. Uji aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak etanol daun matoa ( Pometia pinnata J . R Forst & G . Forst ) terhadap bakteri Streptococcus mutans. J Ris Kefarmasian Indones 2023;5:100–19.
Sutthanont N, Attrapadung S, Nuchprayoon S. Larvicidal activity of synthesized silver nanoparticles from Curcuma zedoaria essential oil against Culex quinquefasciatus. Insects 2019;10:27.
Sari ZAA, Febriawan R. Perbedaan hasil uji aktivitas antibakteri metode Well Diffusion dan Kirby Bauer terhadap pertumbuhan bakteri. J Med Hutama 2021;2:1156–62.
Sari PE, Handayani IA, KF SL, Saranita A. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa acuminata x Musa balbisiana) dengan Metode Ekstraksi Sokhletasi. Maj Farm 2023;19:19–23.
Hudzicki J. Kirby-Bauer disk diffusion susceptibility test protocol. Am Soc Microbiol 2009;15:1–23.
Maryam F, Taebe B, Toding DP. Pengukuran parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata JR & G. Forst). J Mandala Pharmacon Indones 2020;6:1–12.
Sutomo S, Hasanah N, Arnida A, Sriyono A. Standardisasi simplisia dan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata JR Forst & G. Forst) asal Kalimantan Selatan. J Pharmascience 2021;8:101–10.
Depkes RI. Materia Medika. 1989.
Jeffrey B Harborne. Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern menganalisis tumbuhan 1987.
Harborne AJ. Phytochemical methods a guide to modern techniques of plant analysis. springer science & business media; 1998.
Robinson T. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. 1995. https://doi.org/10.1109/TKDE.2010.80.
Hanani E. Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC; 2015.
Depkes RI J. Farmakope Indonesia Edisi III 1979.
Bhumkar DR, Pokharkar VB. Studies on effect of pH on cross-linking of chitosan with sodium tripolyphosphate: a technical note. Aaps Pharmscitech 2006;7:E138–43.
Martien R, Adhyatmika A, Irianto IDK, Farida V, Sari DP. Perkembangan teknologi nanopartikel sebagai sistem penghantaran obat. Maj Farm 2012;8:133–44.
Kafshgari MH, Khorram M, Khodadoost M, Khavari S. Reinforcement of chitosan nanoparticles obtained by an ionic cross-linking process. Iran Polym J 2011;20:445–56.
Putri AI, Sundaryono A, Chandra IN. Karakterisasi nanopartikel kitosan ekstrak daun ubijalar (Ipomoea batatas l.) menggunakan metode gelasi ionik. Alotrop 2018;2.
Saputera MMA, Marpaung TWA, Ayuchecaria N. Konsentrasi hambat minimum (KHM) kadar ekstrak etanol batang bajakah tampala (Spatholobus Littoralis Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli melalui metode sumuran. J Ilm Manuntung 2019;5:167–73.
Gunawan H, Rahayu YP. Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) Terhadap Streptococcus mutans. FARMASAINKES J Farm Sains, Dan Kesehat 2021;1:56–67.
Rahayu YP, Lubis MS, Mutti-in K. Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Dan Uji Efektivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus aureus. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 4, 2021, p. 373–88.
Humphries R, Bobenchik AM, Hindler JA, Schuetz AN. Overview of changes to the clinical and laboratory standards institute performance standards for antimicrobial susceptibility testing, M100. J Clin Microbiol 2021;59:10–1128.
Muharni M, Fitrya F, Farida S. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol tanaman obat suku Musi di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. J Kefarmasian Indones 2017:127–35.
Wirawan D, Rahmat D. Formulasi Nanopartikel Ekstrak Temu Lawak Berbasis Kitosan Sebagai Antijerawat. Med Sains J Ilm Kefarmasian 2019;3:153–8.
Suryani N, Nurjanah D, Indriatmoko DD. Aktivitas antibakteri ekstrak batang kecombrang (Etlingera elatior (Jack) RM Sm.) terhadap bakteri plak gigi Streptococcus mutans. J Kartika Kim 2019;2:23–9.
Pelczar MJ. Dasar-dasar mikrobiologi 2019.
Pelczar MJ, Chan ECS. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.; 1988.
Rahayu YP, Sirait US. Formulasi Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Dan Uji Antibakterinya Terhadap Streptococcus mutans Secara In Vitro. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 5, 2022, p. 370–9.
Sudarmi K, Darmayasa IBG, Muksin IK. Uji fitokimia dan daya hambat ekstrak daun juwet (Syzygium cumini) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus ATCC. J Simbiosis 2017;5:47–51.
Putra SHJ, Sawu E. Mortalitas Kutu Rambut (Pediculus humanus) Pasca Treatment Larutan Daun Kirinyuh (Chromolena odorata). Justek J Sains Dan Teknol 2022;5:442–9.
Dwidjoseputro D. Dasar-dasar mikrobiologi 2019.
Madduluri S, Rao KB, Sitaram B. In vitro evaluation of antibacterial activity of five indigenous plants extract against five bacterial pathogens of human. Int J Pharm Pharm Sci 2013;5:679–84.
Sapara TU. Efektivitas antibakteri ekstrak daun pacar air (impatiens balsamina l.) terhadap pertumbuhan porphyromonas gingivalis. Pharmacon 2016;5.
Smułek W, Kaczorek E. Factors influencing the bioavailability of organic molecules to bacterial cells—a mini-review. Molecules 2022;27:6579.
Wan X-F, Wang S, Kang C-Z, Lyu C-G, Guo L-P, Huang L-Q. Chinese medicinal materials industry during the 14th Five-Year Plan period: Trends and development suggestions. Zhongguo Zhong Yao Za Zhi= Zhongguo Zhongyao Zazhi= China J Chinese Mater Medica 2022;47:1144–52.
Jing W, Xiaolan C, Yu C, Feng Q, Haifeng Y. Pharmacological effects and mechanisms of tannic acid. Biomed Pharmacother 2022;154:113561. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2022.113561.





