Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Mahkota Bunga Seroja (Nelumbo nucifera G.) Pada Tikus Yang Di Induksi Karagenan
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Mahkota bunga seroja (Nelumbo nucifera Gaertn) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat. Mahkota bunga seroja mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkoloid dan tannin. Flavonoid senyawa yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol mahkota bunga seroja pada tikus yang diinduksikan karagenan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan. Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan terhadap hewan uji yang dibagi 5 kelompok, masing-masing berjumlah 3 ekor dengan kelompok uji suspensi Ekstrak Etanol Bunga Serjoa (EEBS) dosis 100, 150, 200 mg/kg bb, kelompok kontrol negatif adalah suspensi CMC Na 1% dan kontrol positif adalah Na diklofenak 2,25 mg/kg bb. Pengamatan dilakukan selama 6 jam kemudian data dianalisis dengan uji one way annalissys of variance (ANOVA). Hasil: ini menunjukkan aktivitas antiinflamasi EEBS dosis 100, 150 dan 200 mg/kg bb berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif CMC Na 1%, namun tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok kontrol positif Na diklofenak 2,25 mg/kg bb. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah dosis ekstrak etanol mahkota bunga seroja (Nelumbo nucifera gaertn) yang paling efektif dalam penurunan antiinflamasi pada tikus putih jantan adalah dosis ekstrak mahkota bunga seroja 200 mg/kg bb.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





