Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus) Terhadap Bakteri Streptococcus pneumoniae dan Bakteri Klebsiella pneumoniae

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar92026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Tetty Noverita Khairani
Khairani Fitri
Loura Novilla
Fahma Shufyani
Liza Fiska

Abstrak

Pendahuluan: Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Adapun gejala berupa panas tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi nafas >50 kali/menit), sesak, serta gejala lainnya (sakit kepala, gelisah dan nafsu makan berkurang). Tujuan: untuk mengetahui aktivitas anti bakteri dan konsentrasi yang paling baik dari ekstrak metanol bunga tapak dara terhadap bakteri Streptococcus pneumonia dan Klebsiella pneumoniae. Metode: pada penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental, yaitu kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui variable bebas, variabel terikat dan juga parameter dari penelitian. Tahap penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pengujian karateristik simplia dan ekstrak, uji daya hambat ekstrak bunga tapak dara terhadap bakteri patogen (Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae) dengan perbandingan antibiotik doksisiklin. Hasil: ekstrak metanol bunga tapak dara memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus pneumonia dan Klebsiella pneumonia. Dimana uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol bunga tapak dara pada bakteri Streptococcus pneumonia menunjukkan rata-rata zona hambat masing konsentrasi yaitu : 10% (12,6 mm), 15% (13,26 mm), 20% (15,26 mm). Dan pada bakteri Klebsiella pneumoniae menunjukkan rata-rata zona hambat masing konsentrasi yaitu 10% (12,86 mm), 15% (13,71 mm), 20% (15,86 mm). Kesimpulan: bahwa ekstrak metanol bunga tapak dara memiliki aktivitas antibakteri dan konsentrasi yang paling baik untuk menghambat bakteri Streptococcus pneumonia dan Klebsiella pneumonia adalah konsentrasi 20%.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus) Terhadap Bakteri Streptococcus pneumoniae dan Bakteri Klebsiella pneumoniae. (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(2), 438-450. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i2.162

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 > >>