Uji aktivitas antikolesterol ekstrak serta fraksi daun benalu cengkeh (Dendrophtoe pentandra (L.) Miq.) secara in vitro
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Peningkatan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Penggunaan obat golongan statin sebagai terapi hiperkolesterolemia diketahui efektif namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Daun benalu cengkeh (Dendrophtoe pentandra (L.) Miq.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid berpotensi sebagai antikolesterol. Metode: Proses ekstraksi dilakukan dengan metode sonikasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak difraksinasi menggunakan 3 pelarut yaitu air, etil asetat, dan n-heksan. Sampel diuji skrining fitokimia menggunakan uji tabung, kemudian diuji aktivitas antikolesterol secara in vitro menggunakan metode Liebermann-Burchard. Nilai IC50 dihitung menggunakan analisis regresi linier dari kurva hubungan konsentrasi versus persentase penurunan kolesterol. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 18,043 ppm, diikuti oleh fraksi air (22,910 ppm), ekstrak etanol (41,645 ppm), dan fraksi n-heksan (85,510 ppm). Nilai IC50 fraksi etil asetat ini adalah yang paling mendekati nilai IC50 simvastatin (7,703 ppm) sebagai kontrol positif. Kesimpulan: Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol tertinggi dengan IC50 18,043 ppm dan fraksi n-heksan memiliki aktivitas antikolesterol paling rendah dengan IC50 85,510 ppm
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] Aini, R. N. U. R. (2023). Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Infusa Daun Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Dengan Metode Abts. Skripsi. Duta Bangsa Surakarta. Surakarta.
[2] Alya, R., Sholih, M. G., & Fadhilah, N. Y. (2025). Literature Review: Efektivitas Tanaman Herbal Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Penyakit Hiperkolesterolemia. Jurnal Surya Medika (JSM), 11(1), 228-234.
[3] Andriani, S., & Anggraini, D. I. (2023). Uji aktivitas antikolesterol variasi ekstrak etanol sawi pakcoy (Brassica chinensis) secara in vitro. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice), 10(1), 44-50.
[4] Aprilianti, N. M., Purgiyanti, P., & Barlian, A. A. (2023). Penentuan kadar total fenol fraksi n-heksan, etil asetat, dan air herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban). Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 12(1), 77-85.
[5] Fatimah, O. N. (2025). Analisis Kadar Fenolik, Flavonoid Dan Aktivitas Inhibisi Enzim Α-Amilase Dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.). Skripsi. Duta Bangsa Surakarta.
[6] Hasanah, R. (2023). Uji aktivitas ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk (Musa acuminata x Musa balbisiana) sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Skripsi. Universitas dr. Soebandi. Jember.
[7] Ilyas, A. N., Rahmawati, R., & Widiastuti, H. (2020). Uji aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot (L.) Medik) secara in vitro. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 057-064.
[8] Laksono, S., & Afiyani, N. (2023). Farmakoterapi pasien hiperkolesterolemia familial: Suatu tinjauan narasi. Farmasains, 10(1),9-18.
[9] Lindawati, N. Y., Ningsih, D. W., Tinggi, S., Kesehatan, I., & Tengah, J. (2020). Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Etanol Buah Kiwi Hijau (Actinidia deliciosa). Ilmiah Manuntung, 6(2), 183-191.
[10] Nafiah, A. (2025). Studi In Vitro Antikolesterol Dan Flavonoid Total Dari Ekstrak Etanol Bawang Putih, Bawang Hitam Dan Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum L.). Skripsi. Duta Bangsa Surakarta. Surakarta.
[11] Nola, F., Putri, G. K., Malik, L. H., & Andriani, N. (2021). Isolasi senyawa metabolit sekunder steroid dan terpenoid dari 5 tanaman. Syntax Idea, 3(7), 1612-1619.
[12] Prasetyo, V. (2024). Fraksinasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Pada Ekstrak Etanol Selada Air (Nasturtium offcinale W. T. Aiton). Skripsi. Universitas Pakuan. Bogor.
[13] Qhoir, F. (2023). Skrining fitokimia metabolit sekunder ekstrak mahoni (Swietenia mahagony) potensial sebagai medikasi virus covid-19. Skripsi. Universitas Medan Area. Medan.
[14] Sari & Susilowati. (2020). Perbandingan Kadar Flavonoid Total Seduhan Daun Benalu Cengkeh (Dendrophthoe petandra L.) pada Bahan Segar dan Kering. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 9(2), 33-40.
[15] Vifta, R. L., Mafitasari, D., & Rahman, E. (2020). Skrining Antioksidan Dan Aktifitas Antidiabetes Ekstrak Terpurifikasi Etil Asetat Kopi Hijau Arabika (Coffea arabica L.) Secara Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Zarah, 8(2), 62-68.
[16] Fitrilia, T. (2015). Ekstrak Daun Benalu Cengkeh (Dendrophthoe Pentandra (L.) Miq) Sebagai Agen Antioksidan Dan Antidiabetes Secara In Vitro. Doctoral dissertation. Bogor Agricultural University (IPB). Bandung.
[17] Fitrilia, T. (2017). Inhibisi Enzim α-Glukosidase Menggunakan Ekstrak Daun Benalu Cengkeh (Dendrophthoe pentandra (L.) Mic). Jurnal Agroindustri Halal, 3(1), 041-047.





