Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap bakteri Stapylococus epidermidis

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak23OJS
Unduhan artikel6OJS
Sitasi Crossref—Belum tersedia
Sitasi Google Scholar—Belum terverifikasi

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Ita Oktaviani
Zulmai Rani
Haris Munandar Nasution
Ainil Fitri Pulungan

Abstrak

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanaman penghasil umbi yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik simplisia, kandungan metabolit sekunder, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi porang terhadap Staphylococcus epidermidis secara in vitro. Penelitian eksperimental meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia kualitatif, serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 5%, 7,5%, dan 10%, dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan dimetil sulfoksida 5% sebagai kontrol negatif. Kadar abu total, abu tidak larut asam, air, sari larut air, dan sari larut etanol berturut-turut sebesar 5,30%; 0,78%; 6,00%; 32,63%; dan 5,01%. Skrining fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, dan saponin. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% masing-masing sebesar 7,93; 8,76; dan 10,40 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat rata-rata 25,90 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Hasil tersebut mengindikasikan aktivitas penghambatan pertumbuhan S. epidermidis secara in vitro yang meningkat seiring dengan konsentrasi ekstrak. Identifikasi senyawa aktif, penetapan potensi antibakteri, dan evaluasi keamanan lebih lanjut masih diperlukan.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap bakteri Stapylococus epidermidis . (2026). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(4), 3300-3308. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i4.1880

Referensi

[1] Hamsinah H, Purnamasari MV, Amelia M, Aminah A. Formulasi sediaan lotion ekstrak daun tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang stabil secara farmasetik. Pharmacoscript. 2023;6(2):139–151. doi:10.36423/pharmacoscript.v6i2.1277.

[2] Firmansyah W, Agustien GS, Fadilah NN. Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol umbi porang (Amorphophallus muelleri) sebagai antioksidan. Anestesi. 2023;1(4):40–59. doi:10.59680/anestesi.v1i4.510.

[3] Chandra D, Sinaga TR, Manik TRA, Aruan TK. Formulasi nanokrim ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) sebagai pelembap kulit. Tekesnos. 2021;3(1):374–385.

[4] Wulansari SA, Crisstuon P. Uji karakteristik fisik sediaan soothing gel ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) sebagai antibakteri. JMP Online. 2019;1(1):15–27.

[5] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Materia Medika Indonesia. Jilid V. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 1989.

[6] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Suplemen I Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 1995.

[7] Isnaeni D, Rasyid AUM, Rahmawati R. Uji aktivitas ekstrak daun opo-opo (Desmodium pulchellum Linn. Benth.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. J Sains Kesehat. 2021;3(2):278–289. doi:10.25026/jsk.v3i2.339.

[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia. Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

[9] Clinical and Laboratory Standards Institute. Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Tests. 14th ed. CLSI standard M02. Wayne (PA): CLSI; 2024.

[10] Reynolds RV, Yeung H, Cheng CE, Cook-Bolden F, Desai SR, Druby KM, et al. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. J Am Acad Dermatol. 2024;90(5):1006.e1–1006.e30. doi:10.1016/j.jaad.2023.12.017.

[11] Islam F, Emran TB, Tallei TE, Mitra S, et al. Genus Amorphophallus: A comprehensive overview on phytochemistry, ethnomedicinal uses, and pharmacological activities. Plants (Basel). 2023;12(23):3945. doi:10.3390/plants12233945.

[12] Isnaini H, Yuhana TM, Sholehah W, Jannah A. Pharmacological benefits of porang (Amorphophallus muelleri Blume): a review. Biota. 2024;10(2). doi:10.24002/biota.v10i2.10308.

[13] Severn MM, Horswill AR. Staphylococcus epidermidis and its dual lifestyle in skin health and infection. Nat Rev Microbiol. 2023;21:97–111. doi:10.1038/s41579-022-00780-3.

[14] Manurung THP, Sitohang IBS, Agustin T. Staphylococcus caprae and Staphylococcus epidermidis define the skin microbiome among different grades of acne vulgaris. Arch Dermatol Res. 2025;317(1):156. doi:10.1007/s00403-024-03581-1.

[15] Matuschek E, Brown DFJ, Kahlmeter G. Development of the EUCAST disk diffusion antimicrobial susceptibility testing method and its implementation in routine microbiology laboratories. Clin Microbiol Infect. 2014;20(4):O255–O266. doi:10.1111/1469-0691.12373.

[16] Webber DM, Wallace MA, Burnham C-AD. Stop Waiting for Tomorrow: Disk diffusion performed on early growth is an accurate method for antimicrobial susceptibility testing with reduced turnaround time. J Clin Microbiol. 2022;60(5):e03007-20. doi:10.1128/JCM.03007-20.

[17] Abass S, et al. Mechanism of antibacterial phytoconstituents: an updated review. Arch Microbiol. 2024. doi:10.1007/s00203-024-04035-y.

[18] Flavonoids as Antimicrobial Agents: A comprehensive review of mechanisms and therapeutic potential. 2025. PMID:40619652.

[19] Natural Alkaloids as Antimicrobial Agents: Mechanisms, potentials and challenges. 2026. PMID:41976243.

[20] A comprehensive review on plant-derived bioactive saponins as promising antimicrobial agents: from bioavailability challenges, molecular mechanistic insights to therapeutic applications. 2025. PMID:40839006.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4