The Analisis Kesesuaian Terapi Skabies terhadap Panduan Praktik Klinis (PPK) di Puskesmas Songgon, Banyuwangi

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar—Belum terverifikasi

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Vika Habsari Budi Utami
I Gusti Ayu Kencana Wulan

Abstrak

Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit infeksi ektoparasit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Terdapat perbedaan pola peresepan atau terapi di berbagai fasilitas kesehatan.


Tujuan Penelitian: Mengetahui kesesuaian terapi skabies terhadap Panduan Praktik Klinis (PPK) di Puskesmas Songgon, Banyuwangi.


Metode: Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan studi retrospektif. Penelitian ini melihat data rekam medik pasien secara acak dengan diagnosis skabies dari bulan Februari sampai Mei 2021 di Puskesmas Songgon, Banyuwangi.


Hasil Penelitian: Secara keseluruhan, terdapat 7 terapi yang diberikan pada pasien dengan diagnosis skabies, yang sesuai dengan PPK hanya 2 jenis obat (28%), dengan penyimpangan dari PPK yaitu 5 jenis obat (72%). Didapatkan 22 responden (56%) mendapatkan terapi salep 2-4, 16 responden (41%) mendapatkan terapi permethrine 5%, 1 responden (3%) tidak mendapatkan terapi lini definitif untuk skabies. Angka ketidaksesuaian terapi sebesar 3% terkait terapi definitif skabies.


Kesimpulan: Terapi skabies di Puskesmas Songgon, Banyuwangi belum sesuai dengan Panduan Praktik Klinis (PPK).

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

The Analisis Kesesuaian Terapi Skabies terhadap Panduan Praktik Klinis (PPK) di Puskesmas Songgon, Banyuwangi. (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(1), 101-107. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i1.68

Referensi

Alamiah, D. B. (2020). Gambaran Pengetahuan Santri Tentang Penyakit Skabies Di Pondok Pesantren Sirojul Huda Pasir Biru Kecamatan Cibiru Kota Bandung Jawa Barat Tahun 2020. Jurnal Universitas Bhakti Kencana.

Aussy, A., Houivet, E., Hébert, V., Colas-Cailleux, H., Laaengh, N., Richard, C., Ouvry, M., Boulard, C., Léger, S., Litrowski, N., Benichou, J., Joly, P., Bechu, S., Mion-Mouton, N., Lafaurie, O., Barrel, A., Pulluard, M., Hamel, V., Dore, M. X., … Baricault, S. (2019). Risk factors for treatment failure in scabies: a cohort study. British Journal of Dermatology, 180(4), 888–893. https://doi.org/10.1111/bjd.17348

Bayar, S. (2018). Hubungan antara Sistem Pendidikan Pondok Pesantren dengan Angka Kejadian Skabies. Perpustakaan Universitas Sebelas Maret.

Kumarayanti, N. komang D., Hapsari, Y., & Kusuma, D. R. (2020). Penatalaksanaan Skabies Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Pada Pasien Dewasa. Jurnal Kedokteran, 9(2), 220–228.

Marminingrum, P. P. (2019). Analisis faktor scabies pada santri laki-laki di Pondok Pesantren Al Hasan Ponorogo. Perpustakaan Universitas Airlangga, 30(28), 5053156.

Marsha Kurniawan, V. C. T. (2021). Ivermektin: dari Antiparasit hingga Covid-19. Jurnal Medika Hutama, O3(01), 1252–1259.

Menteri Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.

Nashuha, R. A., Waspodo, S., & Triyani, Y. (2021). Scoping Review: Perbandingan Cure Rate Obat-obat Antiskabies di Formularium Nasional dengan Non formularium Nasional. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 3(2), 730–734. https://doi.org/10.29313/jiks.v3i2.7458

Pratama, T. S., Septianawati, P., & Pratiwi, H. (2017). Pengetahuan, Sikap, Kebersihan Personal dan Kebiasaan pada Santri Penderita Penyakit Skabies di Pondok Pesantren. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan, XV(3), 173–178. https://doi.org/10.5281/mds.v15i3.2082

Sandra, C. (2018). Kebutuhan (Need) Terhadap Pelayanan Kesehatan Pada Penderita Penyakit Scabies Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIa Jember. In Repository.Unej.Ac.Id. https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/87779

Sari, P. S. (2020). Penyuluhan, Pemeriksaan, dan Pengobatan Penyakit Skabies di Panti Asuhan Dharma Laksana Mataram. Prosiding PEPADU, 2, 2–3.

Shobirin, M. Y., Mayasari, D., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2017). Penatalaksanaan Skabies pada Anak Perempuan Usia Satu Tahun dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Management of Scabies in One Year Old Girl with Family Medicine Approach. J Medula Unila|Volume 7|Nomor 3|Juni 2017 |50.

Sumiatin, T., & Yunariyah, B. (2017). Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Mukhtariyah Syafi’iyah 1 Beji Tuban. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 4(3), 224–227. https://doi.org/10.26699/jnk.v4i3.art.p224-227

Tambunan, R. (2020). Estimasi Beban Global Skabies Berdasarkan Global Burden of Disease 2015. Majalah Ilmiah METHODA, 10(1), 16–30. https://doi.org/10.46880/methoda.v10i1.518

Trasia, R. F. (2020). Selection of Scabicide in Treating Scabies. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 3(2), 58–63.

Widaty, S., Darmawan, I., Dermatovenereologi, D., Universitas, F. K., Rsupn, I., & Mangunkusumo, C. (2020). Efektivitas Sulfur Topikal Dibandingkan Dengan Permetrin Dalam Tata Laksana Skabies : Laporan Kasus Berbasis Bukti Comparative Efficacy of Topical Sulphur and Permethrin in the Treatment of Scabies : an Evidence Based Case Report. MDVI, 47(4), 189–194.