POTENSI ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) DENGAN METODE INDUKSI KIMIA

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref12026-10-20
Sitasi Google Scholar12026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Sister Sianturi
Maria Elvina Tresia Butarbutar
Servis Simanjuntak

Abstrak

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan salah satu tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai tanaman obat, seperti mengobati sakit kepala. Tujuan penelitian ini untuk menguji efek analgetik ekstrak etanol daun karamunting diperoleh dari desa Batunabolon,Toba Samosir, Sumatera Utara. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi serbuk daun karamunting dalam etanol 70%. uji analgetik ekstrak daun karamunting dilakukan dengan metode induksi kimia pada 25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif menggunakan CMC 0,5%, kontrol positif diberikan asetosal dengan dosis 1,3 mg/20 g BB mencit dan kelompok perlakuan ekstrak daun karamunting dengan variasi dosis sebesar 200, 400, dan 800 mg/20 kg BB mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak etanol daun karamunting pada mencit dengan dosis 200, 400, dan 800 mg/20 kg BB mencit mempunyai daya analgetik sebesar 46,87 %, 54,54 %, dan 64,20 %.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

POTENSI ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) DENGAN METODE INDUKSI KIMIA. (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(1), 86-93. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i1.104

Referensi

Anonim. 1992. Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. In Verheij, E.W. and Coronel, R. E (Editors), Plant Resources of South-East Asia No.2, Edible Fruits and Nuts, PROSEA, Bogor Indonesia.

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Jilid IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal 63.

Anonim. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Dapartemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal 3-11, 14-17.

Annuryanti, F., Moechtar, J., Darmawati, A. 2013. Kandungan Salisilat Bebas Dalam Tablet Asetosal Yang Beredar Di Surabaya. Berkala Ilmiah Kimia Farmasi, Vol. 2(2). Hal 1-5.

Astuti, P. 2010. Peranan Asetosal Sebagai Anti-Trombotik Terhadap Metabolisme Tromboksan A2 (Txa2) Dan ProstasiklinPgi2). Stomatognatic (J.K.G. Unej) Vol. 7(1). Hal 51-55.

Dewoto, H. R. (2007). Analgesik Opioid dan Antagonis. Farmakologi dan Terapi, Ed. 5. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Hal 210-211.

Harborne, J.B., 1984, Phytochemical Methods, diterjemahkanoleh Padmawinata,K. Dan Soediro, (1987), Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, terbitankedua, 84-92, 147-151, Penerbit ITB, Bandung.

Hasanah, U.,, Rusny., Masri, M. 2015. Analisis Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Inbreeding Dengan Pemberian Pakan AD1 dan AD2. Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan. Hal 140-145

Irianty, C.R., Posangi, J., Wowor, PM. 2014. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.) Pada Mencit Swiss (Mus musculus). Jurnal e-Biomedik. Vol. 2(2), Hal 1-6.

Juniar, E., Harlia.,Alimudin, A.H. 2017. Aktivitas Sitotoksik Dan Antioksidan Ekstrak Batang Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk). JKK.Vol 6(2), Hal 37-43.

Kamienski, M. 2015. Farmakologi. Yogyakarta, Hal: 338-339.

Kurniawati, E. 2015. Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Tunas Bambu Apus Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcu saureus Secara In Vitro. Jurnal Wiyata. Vol 2(2), Hal 193-199.

Mustika, I. (2021). AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) SECARA IN VIVO. Journal of Pharmaceutical And Sciences, 4(1), 12-20.

Nafsiah, L., Sudrajat.,Sudiastuti. 2015. Pengaruh Ekstrak Batang Karamunting (Melastoma malabathricum Linn.) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pada Kulit Mencit (Mus musculus L) Prosiding Seminar Sains dan Teknologi FMIPA Unmul. Vol. 1(1), 1-11.

Octavianus, S. Fatimawali, Lolo, W.A. 2014. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Pepaya) Pada Mencit Jantan (Mus musculus). Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT. Vol.3(2), 87-92.

Prastiwi, R., Siska., Marlita, N. 2017. Parameter Fisikokimia Analisis Kadar Ally Disulfide dalam Ekstrak Etanol 70% Bawang Putih (Allium sativum L.) dengan Perbandingan Daerah Tempat Tumbuh Parameter.Pharm Sci Res.Vol.4(1), Hal 32-47.

Puspitasari, A.D., Wulandari, R. L. 2017. Aktivitas Antioksidan, Penetapan Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Pharmaciana. Vol 7(2), Hal 147-158.

Satrana, D.K. 2017. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol 70% DaunTegining-Ganang (Cassia planisiliqua Burn.f) Pada Mencit Jantan (Mus musculus L.) Dengan Metode Writhing Reflex. (Skripsi). Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi ISTN, Depok, Jawa Barat.

Sentat, T., Pangestu, S. 2016. Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L .) Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Dengan Induksi Nyeri Asam Asetat .Jurnal Ilmiah Manuntung. Vol.2(2), 147-153.

Sukandar,E.Y., Andrajati, R., Sigit , J. I., Adnyana, I.K., Setiadi, A.P., Kusnandar. (2009). Iso Farmakoterapi. Jakarta: ISFI, Hal 517.

Syamsianah, A., Anggraini, H. 2015.Efektivitas Vitaral Mix Terhadap Kadar HDL dan LDL. The 2nd University Research Coloquium. Hal 349-354.

Syamsul, E.S., Andani, F., Soemarie Y.B. 2016. Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanolik Daun Kerehau (Callicarpa longifolia Lamk.) Pada Mencit Putih.Traditional Medicine Journal. Vol 21(2), 99- 103.

Tolistiawaty, I., Widjaja, J., Pamela, P. 2014. Gambaran Kesehatan pada Mencit (Mus musculus) di Instalasi Hewan Coba. Jurnal Vektor Penyakit. Vol. 8(1), Hal 27 – 32.

Wilmana, P. F & Gan, S. (2007). Analgesik- Antipiretik Anagesik Anti-Inflamasi Nonsteroid dan Obat Gangguan Sendi Lainnya. Farmakologi dan Terapi, Ed. 5. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Hal 230,231 & 233