UJI EFEKTIVITAS FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG NANGKA PENETAPAN KADAR FOSFOR DALAM OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar02026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Muharni Saputri
Muhammad Gunawan
Maizatun Maghfirah

Abstrak

Okra hijau merupakan salah satu sayuran yang mengandung mineral cukup tinggi. Salah satu mineral tersebut adalah fosfor, yaitu mineral esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fosfor pada okra hijau mentah, kukusan, dan rebusan sebagaimana lazimnya dikonsumsi oleh masyarakat. Metode penelitian dengan menggunakan analisis destruksi basah dan pengukuran dengan spektrofotometri sinar tampak dengan penambahan pereaksi pengembang warna fosfor yaitu campuran amoniummolibdat 4%, asam askorbat 0,1 N, kalium antimonil tartrat, dan asam sulfat 5N menghasilkan warna biru dan diukur pada panjang gelombang 722,50 nm dengan waktu kerja pada menit ke-30 hingga menit ke-38. Kadar fosfor yang diperoleh dari okra hijau mentah 62,115 mg/100 g, kukusan 60,130 mg/100 g, dan rebusan 60,040 mg/100 g, dengan hasil validasi diperoleh persen perolehan kembali pada batas penerimaan yang baik sebesar 100,42% dengan presisi (RSD) 1,00%, dan batas deteksi (LOD) 0,0175 μg/ml dan batas kuantitasi (LOQ) 0,0584μg/ml.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

UJI EFEKTIVITAS FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG NANGKA PENETAPAN KADAR FOSFOR DALAM OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK. (2019). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 1(1), 39-44. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v1i1.6

Referensi

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum. Hal. 243, 245.

Ermer, J., dan Miller, J.H. (2005). Method Validation in Pharmaceutical Analysis. A Giude to Best Practice. Weinheim: Wiley-VCH. Hal. 89.

Gandjar, I.G., dan Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 223, 235-236, 240-243, 262, 464.

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metoda dan Cara Perhitungannya. Jakarta: Departemen Farmasi FMIPA UI. Hal. 119, 130, 131.

Khopkar, S.M. (2002). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI Press. Hal. 215.

Nadira, S. (2009). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculantus L. Moench) pada Pelakuan Pupuk Dekaform dan Defolias. Journal Agrisains. 10(1): 10 – 15.

Pudjiadi, S. (2000). Ilmu Gizi Klinik pada Anak. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit FK UI. Hal.197-198.

Raimon. (1993). Perbandingan Metoda Destruksi Basah dan Kering secara Spektrofotometri Serapan Atom. Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia.Jurnal.Lokakarya Nasional. Yogyakarta. Hal. 50-53.

Santoso, H.B. (2016). Halaman Organik Minimalis-Sehat dengan Menyulap Taman Sempit Jadi Taman Sayuran Organik. Yogyakarta: LilyPublisher. Hal. 76-81.

Vogel, A.I.(1989). Textbook of Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis. Penerjemah: Setiono,L.,dan Pudjaatmaka, A.H.(1985). Buku Teks Vogel Kimia Analisis Anorganik Kualitatif. Edisi kelima. Bagian I. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka. Hal.378-379.

Walpole, R.E. (1962). Introduction to statistics.Penerjemah: Bambang Sumantri.1995. Pengantar Statistika Edisi Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hal. 381-397.

Winarno, F.G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 154-158.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>