Pengaruh Keterbatasan Bahan Makanan Bergizi Pascabanjir Terhadap Status Gizi Dan Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6–24 Bulan

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar—Belum terverifikasi

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Regina Devi Putri Br. Sembiring
Debora Paninsari
Nina Misael Kabeakan
Novi Khairani
Nayshilla Fazrina

Abstrak

Latar belakang: Gangguan ketersediaan pangan akibat banjir berpotensi menurunkan kualitas asupan dan menghambat tumbuh kembang anak selama masa pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan: Menganalisis hubungan keterbatasan bahan makanan bergizi pascabanjir dengan status gizi dan hasil skrining perkembangan anak usia 6–24 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Desa Lalang. Metode: Penelitian potong lintang dengan penelusuran riwayat pangan secara retrospektif ini melibatkan 70 anak terdampak banjir melalui teknik sampel total. Data diperoleh melalui kuesioner keterbatasan pangan, pencatatan antropometri, dan skrining perkembangan. Analisis dilakukan secara deskriptif serta menggunakan uji chi-kuadrat Pearson, koefisien Cramér's V, dan uji eksak Fisher–Freeman–Halton. Hasil: Pascabanjir, keterbatasan pangan tergolong ringan pada 42 anak (60,0%) dan sedang pada 28 anak (40,0%). Status gizi tercatat baik pada 35 anak (50,0%), kurang pada 20 anak (28,6%), dan buruk pada 15 anak (21,4%). Keterbatasan pangan berhubungan dengan status gizi (χ²(2)=51,04; V=0,854; p eksak<0,001). Tabulasi silang skrining perkembangan juga menunjukkan hubungan (χ²(2)=15,61; V=0,472; p eksak<0,001). Kesimpulan: Keterbatasan pangan bergizi pascabanjir berhubungan dengan kategori status gizi dan hasil skrining perkembangan anak.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Pengaruh Keterbatasan Bahan Makanan Bergizi Pascabanjir Terhadap Status Gizi Dan Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6–24 Bulan. (2026). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(4), 3218-3226. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i4.1797

Referensi

Agabiirwe CN, Dambach P, Methula TC, Phalkey RK. Impact of floods on undernutrition among children under five years of age in low- and middle-income countries: a systematic review. Environ Health. 2022;21:98. doi:10.1186/s12940-022-00910-7.

World Health Organization. WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva: WHO; 2023. ISBN:9789240081864.

Rahman M, Sarkar P, Islam MJ, Adam IF, Duc NHC, Al-Sobaihi S. Factors mediating the association between recurring floods and child chronic undernutrition in northern Bangladesh. Nutrition. 2024;119:112300. doi:10.1016/j.nut.2023.112300.

Dewi P, Khomsan A, Dwiriani CM. The household food security and stunting of under-five children in Indonesia: a systematic review. Media Gizi Indones. 2024;19(1):17–27. doi:10.20473/mgi.v19i1.17-27.

Hussain D, Sharma S. Flood exposure and childhood malnutrition in India using composite index of anthropometric failure (CIAF). Environ Res. 2025;276:121527. doi:10.1016/j.envres.2025.121527.

Broyles LMT, Pakhtigian EL, Mejia A. Monsoon flooding and undernutrition among children in Bangladesh: a population-level analysis of the 2017 monsoon flood. J Acad Nutr Diet. 2026;126(6):156290. doi:10.1016/j.jand.2026.156290.

Petscavage K, Mutua MK, Wagner AL, Treleaven E. Associations between extreme weather events and child undernutrition: evidence from sub-Saharan Africa, 2010–2019. J Epidemiol Community Health. 2025;79(5):359–365. doi:10.1136/jech-2024-222748.

Gomula A, Nowak-Szczepanska N, Chakraborty R, Malina RM, Ignasiak Z, Koziel S. Fine and gross motor skills in 7–10 years old Indian children exposed to a natural disaster during early development. Dev Psychobiol. 2023;65(5):e22401. doi:10.1002/dev.22401.

Septiyanti, Seniwati. Nutrition status and psychosocial stimulation with the development of infants aged 6–12 months. J Ilm Kesehat. 2025;7(1):23–34. doi:10.36590/jika.v7i1.919.

World Health Organization. Malnutrition [Internet]. Geneva: WHO; 2024 [cited 2026 Oct 18]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition.

Ramadhanti AA, Rakhma LR. Hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi balita di wilayah rawan banjir Kota Surakarta. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2025;9(3):8375–8386. doi:10.31004/prepotif.v9i3.51843.

Kasim VNA, Karim CR, Yusuf ZK, Paramata NR, Ibrahim SA. Manajemen gizi dalam bencana alam: peningkatan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi kualitas gizi korban dan pengembangan strategi manajemen gizi yang efektif. J Kolaboratif Sains. 2024;7(11):3954–3959. doi:10.56338/jks.v7i11.6319.

Manik DPOB, Armansyah AS, Gulo NPB, Garamba IPS, Zai LA, Paninsari D. Pengaruh program pemberian makanan tambahan (PMT) berkelanjutan terhadap perbaikan gizi stunting di Kota Binjai. J Pharm Sci. 2025;8(3):2078–2087. doi:10.36490/journal-jps.com.v8i3.1016.

Pramono A, Hikmawati A, Hartiningtiyaswati S, Smith J. Breastfeeding support and protection during natural disaster and climate-related emergencies in Indonesia: policy audit. J Hum Lact. 2025. doi:10.1177/08903344251322770.

Haris IN, Yulianto AG, Rosti, Ernawati, Khartha A. Peran literasi fisik dalam pengembangan motorik anak usia dini. Biormatika. 2025;11(1):44–51. doi:10.35569/biormatika.v11i1.2274.

Wang X, Lan L, Xing X, Yang W, Zhu H, Ding R. Extreme weather events and early childhood growth in low- and middle-income regions: a systematic review and meta-analysis. Environ Res. 2025;286(Pt 2):122876. doi:10.1016/j.envres.2025.122876.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama