Abstrak
Diltiazem adalah obat yang dikenal sebagai derivat benzothiazepin yang termasuk dalam kelompok antagonis kalsium, digunakan dalam pengobatan hipertensi, angina pektoris dan aritmia. Tujuan dari penetian ini adalah mengaplikasikan metode spektrofotometri dan menentukan kadar diltiazem dalam sedian tablet generik dan nama dagang yang terdapat di pasaran. Metode yang digunakan yaitu secara spektrofotometri ultraviolet dalam pelarut HCI 0,1 N pada panjang gelombang 236 nm. Metode ini memiliki beberapa keuntungan antara lain dapat digunakan untuk analisis suatu zat dalam jumlah kecil, pengerjaannya cepat dan relatif lebih murah dibandingkan dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Dan hasil penentuan kadar tablet yang ferdapat di pasaran diperoleh kadar untuk tablet diltiazem generik (Kimia Farma) 107,69 ± 0,31%, tablet diltiazem generik (Indofarma) 96,97 ± 0,26%, tablet nama dagang Farmabes®(Fahrenheit) 92,20 ± 0,86%., Herbesser®(Tanabe)gg 06 $, 0,33% dan Dilmen® (Sanbe) 100,96± 0,52%. Semua tablet yang ditentukan memenuhi persyaratan kadar menurut Farmakope Indonesia edisi IV tahun 1995 yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera pada etiket.
Referensi
Anonymous. (2010). High blood pressure.
Takenfrom:http://id.wikipedia.orq/wiki/High blood
pressure Dachriyanus. (2004). Spectroscopic Structural Analysis of Organic Compounds. Padang: Andalas University Press. Case. 1.
Day, RA, and Underwood, AL (1999). Quantitative Chemical Analysis. Translator: Pujaatmaka, AH 5th Edition. Jakarta: Erlangga. Case. 393, 396-403.
Indonesian Ministry of Health. (2009). RI Law No. 36 About Health. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Case. 40.
Dibbern, HW, Miller, RM, and Wirbitzki, E. (2002). UV and IR Spectra. Germany: Editio Cantor Verlag. electronic version.
Directorate General of POM. (1995). Indonesian Pharmacopoeia. Edition IV. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Case. 322-323, 1133.
DOI. (2008). Drug Data in Indonesia. XI edition. Jakarta: PT. Mulia Puma Jaya is published. Case. 359-360.
Katzung, BG (2004). Basic and Clinical Pharmacology. Translator: Agoes, HA 6th Edition. Jakarta: EGC Medical Book. Case. 332-340.
Moffat, AC, Osselton, MD, and Widdop, B. (2004). Clarke's Analysis Of Drugs And Poisons. Thirth edition London: Pharmaceutical Press. electronic version.
Nafrialdi. (2007). Antihypertensives, in Pharmacology and Therapy. Editor: Gunawan, SG, Edition V. Jakarta: UI Press. Case. 359.
Rohman, A. and Gandjar, IG (2007). Analytical Pharmaceutical Chemistry. First Printing. Yogyakarta: Student Library. Case. 381.
Satiadarma, K. (2004). Principles of Development of Analytical Procedures. Surabaya: Airlangga University Press. Case. 87-91.
Setiawati, A., and Bustami, ZS (2005). Antihypertensives, in Pharmacology and Therapy. Editor: Ganiswara, SG, Edition IV. Jakarta: Ill-Press. Case. 316.
Tjay, TH and Rahardja, K (2007). Panting Drugs Efficacy, Use, and Side Effects. VIth Edition. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Case. 528, 565.
United States Pharmacopoeia. (2007). The National Formulary. 30th Edition. The United States Pharmacopoeia Convention. Page 1952.
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##
##plugins.generic.usageStats.downloads##
##plugins.generic.usageStats.noStats##