The Effectiveness of a Combination of Kangaroo Mother Care (KMC) and Nesting on Weight, Body Temperature, and Sleep Quality in Low-Birth-Weight Infants
Article metrics
OJS usage and citation sourcesViews and downloads are recorded by OJS; statistics processing may be delayed. A dash means the source count is unavailable. Search Google Scholar
Main Article Content
Abstract
Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) rentan mengalami gangguan pertumbuhan, ketidakstabilan suhu tubuh, dan gangguan tidur akibat imaturitas fisiologis. Kangaroo Mother Care (KMC) memberikan dukungan termal melalui kontak kulit-ke-kulit serta memfasilitasi pemberian ASI, sedangkan nesting mempertahankan posisi fleksi dan membantu konservasi energi. Bukti mengenai penggunaan kedua intervensi secara bersamaan terhadap beberapa luaran neonatal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kombinasi KMC dan nesting terhadap kenaikan berat badan, suhu tubuh, dan luaran tidur pada bayi BBLR. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest dan kelompok kontrol dilaksanakan di Klinik Bidan Wanti, Medan, pada Februari-Mei 2026. Sebanyak 60 bayi BBLR dengan berat lahir <2.500 g dan usia gestasi <38 minggu diikutsertakan melalui total sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok intervensi KMC dan nesting (n=30) serta kelompok kontrol dengan perawatan standar (n=30). Berat badan diukur setiap hari, suhu aksila tiga kali sehari, dan indikator tidur diamati setiap shift. Normalitas diperiksa menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan antarkelompok dianalisis dengan uji t independen pada α=0,05. Hasil: Kenaikan berat badan kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (284,27 ± 42,82 vs 144,43 ± 47,27 g), dengan selisih rerata 139,83 g (IK95% 116,53-163,15; p<0,001). Rerata suhu tubuh sebesar 36,80 ± 0,02°C pada kelompok intervensi dan 36,56 ± 0,06°C pada kelompok kontrol (selisih rerata 0,24°C; IK95% 0,22-0,26; p<0,001). Luaran tidur yang dilaporkan juga lebih tinggi pada kelompok intervensi (3,62 ± 0,08 vs 2,68 ± 0,15 jam; selisih rerata 0,94 jam; IK95% 0,88-1,00; p<0,001). Kesimpulan: Kombinasi KMC dan nesting berasosiasi dengan kenaikan berat badan yang lebih besar, kestabilan suhu tubuh yang lebih baik, dan luaran tidur yang lebih baik dibandingkan perawatan standar pada bayi BBLR. Temuan ini mendukung kombinasi tersebut sebagai pendekatan perawatan neonatal nonfarmakologis dengan tetap mempertimbangkan desain kuasi-eksperimental nonrandomisasi
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
[1] World Health Organization. Global nutrition targets 2030: low birth weight brief. Geneva: World Health Organization; 2025.
[2] World Health Organization. WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. Geneva: World Health Organization; 2022.
[3] Martin RJ, Fanaroff AA, Walsh MC, editors. Fanaroff and Martin’s Neonatal-Perinatal Medicine: Diseases of the Fetus and Infant. 12th ed. Philadelphia: Elsevier; 2024. Available through ClinicalKey.
[4] Enzman-Hines MI, Carter BS, Niermeyer S, editors. Merenstein & Gardner’s Handbook of Neonatal Intensive Care: An Interprofessional Approach. 10th ed. Elsevier; 2025. Available through ClinicalKey.
[5] Sivanandan S, Sankar MJ. Kangaroo mother care for preterm or low birth weight infants: a systematic review and meta-analysis. BMJ Glob Health. 2023;8(6):e010728. doi:10.1136/bmjgh-2022-010728.
[6] Martínez-Rodríguez S, Hernández-Martínez A, Bermejo-Cantarero A, Gomes L, Lerma-García D, Luna P. Effect of kangaroo mother care initiated within the first 24 h in preterm or low birth weight infants: a systematic review and meta-analysis. Int J Nurs Stud. 2026;179:105533. doi:10.1016/j.ijnurstu.2026.105533.
[7] Gong Z, He J, Zhang L. The effects of short- and long-duration Kangaroo Mother Care and conventional care on improving weight gain in low birth weight infants: a systematic review and meta-analysis. BMC Pediatr. 2025;25:918. doi:10.1186/s12887-025-06267-3.
[8] Carneiro MMC, Ribeiro SNS, Menegol NA, Okubo R, Montemezzo D, Sanada LS. Nest positioning on motor development, sleep patterns, weight gain in preterm infants: systematic review. Pediatr Res. 2024;96(1):57-63. doi:10.1038/s41390-023-02972-w.
[9] Yulianti DA, Purwati NH, Natashia D, Apriliwati A. Effect of upright nesting position with swaddling on physiological status, sleep duration, and feeding tolerance in preterm infants in Indonesia: a quasi-experimental study. Child Health Nurs Res. 2026;32(2):193-202. doi:10.4094/chnr.2025.042.
[10] Pratiwi EA, Romadonika F, Wasliah I, Putri N. Pengaruh nesting terhadap perubahan fisiologis dan perilaku bayi BBLR di ruang NICU. J Kedokt Unram. 2024;13(3):112-119. doi:10.29303/jk.v13i3.4576.
[11] Setyaningsih D, Maryatun, Prastiwi YI. Penerapan nesting terhadap kualitas tidur bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. J Anestesi. 2024;2(4):27-35. doi:10.59680/anestesi.v2i4.1299.
[12] Harahap RF, Simanuntak R, Silalahi RD, Marbun LR. Pengaruh Kangaroo Mother Care terhadap kualitas tidur BBLR di RS Elpi Al Aziz Rantau Prapat. J Ilm Univ Batanghari Jambi. 2023;23(1):595–600. doi:10.33087/jiubj.v23i1.3231.
[13] Wulaningsih I, Sari N, Rahayu H. Kangaroo Mother Care (KMC) sebagai upaya untuk meningkatkan berat badan bayi pada BBLR. J Kesehat Al-Irsyad. 2023;16(1):29-36. doi:10.36760/jka.v16i1.250.
[14] Agussafutri WD. Efektivitas Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap perubahan suhu dan berat badan BBLR di RSUD Pandan Arang. Photon J Sain Kesehat. 2022;13(1):9-14. doi:10.37859/jp.v13i1.3691.
[15] Panuluh SM, Pradana KA, Duarsa ABS, Muhajir A, Mubarok AS. Studi literatur: efektivitas Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap kenaikan dan kestabilan suhu tubuh pada bayi BBLR. Avicenna J Health Res. 2022;5(1):147-155. doi:10.36419/avicenna.v5i1.601.
[16] Suryani SI, Shifa NA, Yuliza E. Efektivitas terapi sentuhan dan penggunaan nesting terhadap suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah. Open Access Jakarta J Health Sci. 2023;2(3):623-630. doi:10.53801/oajjhs.v2i3.121.
[17] Hayati A, Sari IP, Murniasih E. Pengaruh nesting terhadap kualitas tidur bayi berat lahir rendah (BBLR) di ruang perinatologi RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau. J Ilmu Keperawatan Anak. 2023;6(2):48-59.
[18] Gajula R, Kankanala GR, Mutukulla R, Kotha R. Kangaroo Mother Care in term and late preterm neonates: a systematic review. Cureus. 2024;16(5):e60958. doi:10.7759/cureus.60958.
[19] Bharadwaj SK, Iqbal F. Role of kangaroo mother care in modulating microbiome and enhancing neonatal outcomes: a comprehensive review. J Neonatal Nurs. 2025;31(1):82-88. doi:10.1016/j.jnn.2024.11.003.
[20] Hurme E, Sankilampi U, Hintikka L, Kuitunen I. Kangaroo mother care is beneficial for both infants and parents: an umbrella review. Acta Paediatr. 2026;115(5):1077–1084. doi:10.1111/apa.70451.





