Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref32026-10-20
Sitasi Google Scholar52026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Nur Khofifah
Yayuk Putri Rahayu
Haris Munandar Nasution
Dikki Miswanda

Abstrak

Salah satu penyakit kulit yang sering terjadi adalah jerawat (Acne vulgaris). Jerawat disebabkan oleh aktivitas bakteri Cutibacterium acnes. Pengobatan jerawat saat ini masih tergantung pada penggunaan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi bakteri. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengobatan jerawat yang efektif dan aman, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak daun pepaya serta Pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Variabel bebas yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya (Konsentrasi 6,25%, Konsentrasi 12,5%, Konsentrasi 25% dan Konsentrasi 50%), dan konsentrasi nanopartikel ekstrak daun pepaya (Konsentrasi 0,625%, Konsentrasi 1,25%, Konsentrasi 2,5% dan Konsentrasi 5%). Variabel terikat yaitu aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya terhadap Cutibacterium acnes. Karakterisasi ukuran nanopartikel ekstrak menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil karakteristik ukuran ekstrak 2203,45 nm sedangkan ukuran nanopartikel ekstrak yaitu 330,27 nm. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 1,25% lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun pepaya 12,5%, dan nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM) nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% lebih baik daripada ekstrak etanol daun pepaya 50% terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% memiliki kemampuan antibakteri yang sama dengan ekstrak etanol daun pepaya 50% dengan kategori sensitif terhadap bakteri Cutibacterium acnes, sehingga dapat dikatakan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% dapat menurunkan konsentrasi dosis senyawa antibakteri hingga sepersepuluh kali lipat dibandingkan ekstrak etanol daun pepaya 50% (1:10).

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes. (2025). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 8(1), 51-66. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.720

Referensi

Fitri D, Kiromah NZ, Widiastuti TC. Formulasi dan karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) pada berbagai variasi komposisi kitosan dengan metode gelasi ionik. J Pharm Sci 2019;1:61–9.

Fikriana NA, Chusniasih D, Ulfa AM. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sediaan Krim Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. J Ilmu Kedokt Dan Kesehat 2021;8.

Ina RMT, Kurniawan TD. Rim ekstrak daun ubi jalar merah (Ipomoea batatas Poir) dengan variasi konsentrasi asam stearat 2018.

Peristiowati Y, Puspitasari Y. Potensi Daun Pepaya. Pertama, Indomedia Pustaka Pertama Ed by Y Puspitasari Sidoarjo Indomedia Pustaka 2018.

Fitri. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya) terhadap Propionibacterium Acnes. Poltekkes Jurusan Farmasi Bandung, 2015.

Nugrahani R, Andayani Y, Hakim A. Antioxidant activity of fruit extract powder beans (Phaseolus vulgaris L.) using DPPH method. J Penelit Pendidik IPA 2020;6:194–8.

Indonesia DK. Farmakope Indonesia Edisi III. 1979.

Inguva P, Grasselli S, Heng PWS. High pressure homogenization–an update on its usage and understanding. Chem Eng Res Des 2024;202:284–302.

Nidayanti N. Sintesis nanopartikel hematit (a-Fe₂O₃) dengan variasi konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L) 2024.

Gredi J, Taurina W, Andrie M. Analgesic Effectivty Of Nanoparticles Chitosan-Ethanol Leaf Extract Papaya (Carica Papaya L.) In White Male Mice (Mus Mucculus). J ILMU KEFARMASIAN Indones 2017;15:228–35.

Natasya B. Pembuatan Nanopartikel dari Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli 2018.

Sari WP, dr. Meligasari L Gaya SD, dr. M Galih Irianto SF, Karima N. Managemen Topikal Anti-Aging pada Kulit. Medula 2019;9:233.

Purniasih NKP, Ginting EL, Wullur S, Mangindaan REP, Rumampuk NDC, Pratasik SB. Antibacterial activity of endophytic bacteria of seagrass symbiont Enhalus acoroides from Tiwoho Waters, North Minahasa. J Ilm PLATAX 2022;10:402–14.

Safiera A. Pengaruh kecepatan high-speed homogenizer hsh pada ukuran partikel poly lactic acid pla= Effect of high-speed homogenizer hsh speed to poly lactic acid pla particle size 2016.

Khidin F. Sintetis Nanopartikel Maghemit ( γ-Fe2O3) Dari Limbah Besi Bubut Dengan Variasi Prekursor Menggunakan Metode Sonifikasi -Kalsinasi. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, 2019.

Kumowal S, Fatimawali F, Jayanto I. Uji aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak lengkuas putih (Alpinia galanga (L.) Willd) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pharmacon 2019;8:781–90.

Mursal ILP. Karakterisasi XRD Dan SEM Pada Material Nanopartikel Serta Peran Material Nanopartikel Dalam Drug Delivery System. Pharma Xplore J Sains Dan Ilmu Farm 2018;3.

Sutomo S, Hasanah N, Arnida A, Sriyono A. Standardisasi simplisia dan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata JR Forst & G. Forst) asal Kalimantan Selatan. J Pharmascience 2021;8:101–10.

Sastrohamidjojo H. Sintesis bahan alam. UGM Yogyakarta 1996.

Robinson T. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. 1995. https://doi.org/10.1109/TKDE.2010.80.

Warokka KE, Wuisan J, . J. Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Steenis) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. E-GIGI 2016;4. https://doi.org/10.35790/eg.4.2.2016.13766.

Juariah S, Yusrita E, Susi A. Uji efektivitas ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus L) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro. Jur Anal Kesehat 2021;4.

Johnson AKL, Anokwuru, C.P. , Anyasor, G.N., Ajibaye , Fakoya OP, Etsion I. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu ( morinda citrifolia,linnaeus) Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Proc R Soc London Ser A Math Phys Sci 2020;11:531–48.

Saputera MMA, Marpaung TWA, Ayuchecaria N. Konsentrasi hambat minimum (KHM) kadar ekstrak etanol batang bajakah tampala (Spatholobus Littoralis Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli melalui metode sumuran. J Ilm Manuntung 2019;5:167–73.

Zanuary AR. Efektifitas daya antibakteri ekstrak daun matoa Pometia (Pinnata JR & G. Fors) dalam berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan Streptococcus Mutans (secara in vitro) 2014.

Muharni M, Fitrya F, Farida S. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol tanaman obat suku Musi di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. J Kefarmasian Indones 2017:127–35.

Wirawan D, Rahmat D. Formulasi Nanopartikel Ekstrak Temu Lawak Berbasis Kitosan Sebagai Antijerawat. Med Sains J Ilm Kefarmasian 2019;3:153–8.

Wang L, Hu C, Shao L. The antimicrobial activity of nanoparticles: present situation and prospects for the future. Int J Nanomedicine 2017:1227–49.

Jeevanandam J, Barhoum A, Chan YS, Dufresne A, Danquah MK. Review on nanoparticles and nanostructured materials: history, sources, toxicity, and regulations. Beilstein J Nanotechnol 2018;9:1050–74.

Ahmed S, Ahmad M, Swami BL, Ikram S. A review on plant extract mediated synthesis of silver nanoparticles for antimicrobial applications: A green expertise. J Adv Res 2016;7:17–28. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jare.2015.02.007.

Li X, Robinson SM, Gupta A, Saha K, Jiang Z, Moyano DF, et al. Functional Gold Nanoparticles as Potent Antimicrobial Agents against Multi-Drug-Resistant Bacteria. ACS Nano 2014;8:10682–6. https://doi.org/10.1021/nn5042625.

Rai M, Yadav A, Gade A. Silver nanoparticles as a new generation of antimicrobials. Biotechnol Adv 2009;27:76–83.

Sirelkhatim A, Mahmud S, Seeni A, Kaus NHM, Ann LC, Bakhori SKM, et al. Review on zinc oxide nanoparticles: antibacterial activity and toxicity mechanism. Nano-Micro Lett 2015;7:219–42.

Zhao L, Seth A, Wibowo N, Zhao C-X, Mitter N, Yu C, et al. Nanoparticle vaccines. Vaccine 2014;32:327–37.

Khan I, Saeed K, Khan I. Nanoparticles: Properties, applications and toxicities. Arab J Chem 2019;12:908–31.

Octaviani M, Syafrina S. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Batang Sawo (Manilkara zapota (L.) Van Royen). J Ilmu Kefarmasian Indones 2018;16:131–6.

Chandra MA, Pambudi DR, Kholilah S, Jamaludin W Bin. Pengaruh Perbedaan Pelarut dan Optimasi Waktu Inkubasi Bakteri Propionibacterium acnes Terhadap Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.). J Ilm Farm 2023:65–75.

Pelczar MJ. Dasar-dasar mikrobiologi 2019.

Dewi MK, Ratnasari E, Trimulyono G. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Majapahit (Crescentia cujete) terhadap pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu. LenteraBio 2014;3:51–7.

Ayen RY, Rahmawati M. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun sembung rambat (mikania micrantha hbk) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus ihb b 379 dan shigella flexneri. Protobiont 2017;6.

Gunawan H, Rahayu YP. Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) Terhadap Streptococcus mutans. FARMASAINKES J Farm Sains, Dan Kesehat 2021;1:56–67.

Rahayu YP, Lubis MS, Mutti-in K. Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Dan Uji Efektivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus aureus. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 4, 2021, p. 373–88.

Rahayu YP, Sirait US. Formulasi Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Dan Uji Antibakterinya Terhadap Streptococcus mutans Secara In Vitro. Pros. Semin. Nas. Has. Penelit., vol. 5, 2022, p. 370–9.

Fahira N, Rahayu YP, Nasution HM, Nasution MP. Uji aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak etanol daun matoa ( Pometia pinnata J . R Forst & G . Forst ) terhadap bakteri Streptococcus mutans. J Ris Kefarmasian Indones 2023;5:100–19.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 2 3 4 5 6 7