Uji Daya Hambat Salep Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Uji Daya Hambat Salep Kombinasi Ekstrak Kalanchoe Pinnata Leaf Dan Ekstrak Aloe Vera Leaf

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar02026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Agusriani Agusriani
Halimatussa'diyah Halimatussa'diyah

Abstrak

Penelitian yang menggunakan kombinasi dua tanaman masih jarang dilakukan. Penelitian ini menguji daya hambat salep kombinasi ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera) yang dibudidayakan di lingkungan Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol yang tidak sepenuhnya dapat mengendalikan variabel luar, serta metode difusi cakram. Rata-rata zona bening terhadap bakteri Staphylococcus aureus untuk formula F1, F2, F3, F4, dan F5 berturut-turut adalah 29,6 mm; 30,2 mm; 30,8 mm; 31,6 mm; dan 33,8 mm.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Uji Daya Hambat Salep Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera): Uji Daya Hambat Salep Kombinasi Ekstrak Kalanchoe Pinnata Leaf Dan Ekstrak Aloe Vera Leaf. (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(2), 240-249. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i2.117

Referensi

Agromedia. (2008). Buku Pintar Tanaman Obat : 431 Jenis Tanaman Penggempur Aneka Penyakit.

Bashir, A., Saeed, B., Mujahid, T. Y., & Jehan, N. (2011). Comparative study of antimicrobial activities of Aloe vera extracts and antibiotics against isolates from skin infections. 10(19), 3835–3840. https://doi.org/10.5897/AJB07.572

Depkes RI. (1989). Materia Medika.

Dewi, R. S., Wahyuni, Pratiwi, E., & Septi Muharni. (2019). Penggunaan Obat Tradisional Oleh Masyarakat di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 8(1), 41–45. https://doi.org/10.51887/jpfi.v8i1.781

Entjang, I. (2003). Mikrobiologi & Parasitologi untuk Akademi Keperawatan dan sekolah tenaga kesehatan yang sederajat.

hartawan. (2012). Senjata Khasiat lidah buaya.

Hasyim, N., Pare, K., Junaid, I., & A Kurniati. (2012). Formulasi dan Uji Efektivitas Gel Luka Bakar Ekstrak Daun cocor /bebek (Kalanchoe pinnata L.) pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus).

Hermanto, F., Yun, Y. F., Aisyah, L. S., Saputra, T. R., Hakim, A. R., Ningsih, A. K., Supratman, U. (2014). Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 54–58. https://doi.org/ 10.26874/kjif.v2i2.18

HS, A., A, M., HS, A., & kaswanto RL. (2009). Pemanfaatan Pekarangan di Perdesaan.

Jawetz, Melnick, & Adelberg. (2010). Mikrobiologi Kedokteran.

Jeffrey B Harborne. (1987). Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern menganalisis tumbuhan.

K.Sahu, P., Girl, D. D., Singh, R., Pandey, P., Gup+ta, S., Shrivastava, A. K.Pandey, K. D. (2013). Therapeutic and Medicinal Uses of Aloe Vera : A Review.

N Faulina. (2013). Kajian Jenis Tumbuhan Obat Hipertensi yang digunakan oleh Masyarakat di Permukiman Lancok Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya.

Pramuningtyas, R., & Rahadiyan, W. B. (2004). Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Atcc 6538 dan Escherichia coli Atcc 11229 Secara Invitro. Biomedika, 1(2), 43–50.

Soekardjo Siswandono. (2008). Kimia Medisinal edisi 2.

Ansel, H. C. (2011). Pengantar bentuk Sediaan Farmasi (Diterjemahkan oleh Ibrahim (ed.); ke-4). Universitas Indonesia Press.

Dasopang, E. S., & Simutuah, A. (2016). Formulasi Sediaan Gel Antiseptik Tangan dan Uji Aktivitas dari Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.). Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan, 3(1), 81–91.

Hastuti, R., Endah, S. R. N., & Nofriyaldi, A. (2020). formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun alpukat (Persea americana. Mill). Pharmacoscript, 3(2), 150–161. https://doi.org/10.36423/ pharmacoscript.v3i2.390

Hermanto, F., Yun, Y. F., Aisyah, L. S., Saputra, T. R., Hakim, A. R., Ningsih, A. K., Herlina, T., Julaeha, E., Zainuddin, A., & Supratman, U. (2014). UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 54–58. https://doi.org/10.26874/kjif.v2i2.18

Khristantyo, Y., Astuti, I. Y., & Suparman. (2011). Profil Sifat Fisik Gel Antioksidan Ekstrak Buncis (Phaseolus vulgaris L) Dengan Basis CMC Na. Yohanes Khristantyo, Ika Yuni Astuti, Suparman, 08(20), 125–139.

Rowe, R. C. (2006). Handbook of Pharmaceutical Excipient. In P. J. S. and S. C. O. Raymond C Rowe (Ed.), Pharmaceutical Press and American Pharmasist Association, Washington USA (KE-5, Issue 1).

Sugiharto, R., & Safitri, C. I. N. H. (2020). Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Lotion Ekstrak Kunyit ( Curcuma domestica Val .). Arikerl Pemakalah Paralel, 296–305. http://hdl.handle.net/11617/12274

Syaiful, S. D. (2016). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Sebagai Sediaan Hand Sanitizer. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.11(9),141–156. http://biblioteca.ibge.gov.br/visualizacao/monografias/GEBIS- J/RBG/RBG 1995.v57_n1.pdf%0Ahttps://periodicos.ufpe.br/revistas/rbgfe/article/view/234295

Utami, D., & Yessi. (2014). Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan , Volume 1 , Nomor 1 , Januari 2014 35 Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan , Volume 1 , Nomor 1 , Januari 2014 36. 1(L), 35–42.

Widia, W. (2012). Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun lidah buaya (Aloe vera (L.) Webb) Sebagai Anti Jerawat dengan Basis Sodium Alginat Dan aktivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus epidermidis. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 66, 37–39.

Wijaya, J. I. (2013). Formulation of hand sanitizer gel formulation with triclosan 1.5% and 2% active ingredients. University of surabaya student scientific journal. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Uiversitas Surabaya Vol.2 No 1, 2(1), 1–14.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama