IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN DARI EKSTRAK AKAR BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE GRAVIMETRI

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref32026-10-20
Sitasi Google Scholar102026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Yuska Noviyanty Noviyanty
Herlina Herlina
Cahyan Fazihkun

Abstrak

Tanaman biduri (Calotropis gigantea L) di manfaatkan sebagai tanaman obat yaitu sebagai obat batuk dan antialergi. Penelitian yang telah dilakukan oleh (Suchita Siggn .2014) menunjukan adanya senyawa glikosida, saponin, alkaloid, flavonoid, dan tanin. maka peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian tentang identifikasi dan penetapan kadar saponin dari ekstrak akar biduri (Calotropis gigantea L)  dengan metode Gravimetri. Dilakukan uji kualitatif dimasukan 500 mg ekstrak akar biduri (Calotropis gigantea L) kedalam tabung reaksi, tambahkan 10 ml air panas, kocok kuat selama 10 detik dan tambahkan HCL, selanjutya  dilakukan uji kuantitatif metode gravimetri. Dari hasil penelitian telah dilakukan bahwa pada ekstrak akar biduri (Calotropis gigante L) positif  mengandung senyawa saponin dengan kadar saponin adalah 2,6% dengan bobot saponin 1,16 gram dengan menggunakan metode gravimetri

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN DARI EKSTRAK AKAR BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE GRAVIMETRI. (2020). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 3(2), 100-105. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v3i2.52

Referensi

Anonim. 1989. Materia Medika Indonesia Edisi V cetakan VI Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV, Hal 413 Departemen Kesehatan Rupublik Indonesia. Jakarta .

Chadijah, sitti. Dasar-dasar Kimia Analitik Makasar. Alauddin university press. 2012.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat cetakan pertama, Jakarta hal 2-5

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Hanani E. 2014. Analisis fitokimia.Penerbit buku kedokteranECG. Jakarta.

Jaya Kumar, S., Jhancy, M., dan Jaya R. 2010. Evalution of antioksidant potential an antibacterial activity of Calotropis gigantea and Vinca rosea using in vitro model. Indian journal of Science and Technology. ISSN 0974-6864. Vol. 3. No.7.

Jovie, Mien Dumanau., Adeanne, Carolin Wullur., and Anindita, Firhani Poli. 2015. Penetapan Kadar Saponin Pada Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain varietas S. Laurentii). Manado: Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado.

Rahbiyatul Adawiyah. 2017. Analisis kadar saponin ekstrak metanol kulit batang kemiri (Aleurites moluccana (L) Willd) dengan metode Gravimetri. Fakultas kedokteran dan ilmu pengetahuan Universitas Islam Negri Alauddin Makasar.

Sirohi, S.K., Goel, N. and Singh, N,. 2014. Utilization of saponins, a plant secondary metabolite in enteric methane mitigation and rumen modulation. Annual Research & Review in Biology.

Syukur, C., Hernani, 2002. Budidaya tanaman obat komersial. Cetakan 2. Jakarta: Penebar Swadaya.

Yan, L,L, Y.J. Zhang, W.Y Gao, S.L Man, dan Y, Wang. In Vitro And In Vivo Anticancer Activity Of Steroid Saponins Of Paris Polyphylla Var. Yunnanensis. China: TUTCM. 2009.