PROFIL FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL BUNGA SENDUDUK (Melastoma malabathricum L)

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref22026-10-20
Sitasi Google Scholar232026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Yuska Noviyanty
Asri Mei Linda

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman obat didunia. Wilayah hutan tropis indonesia memiliki keanekaragaman hayati tettinggi ke-2 didunia setelah Brazil. Tanaman senduduk (Melastoma malabathricum L) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak etanol bunga senduduk (Melastoma malabathricum L). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi  menggunakan pelarut etanol 96% selama 7 hari. Ekstraksi yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator. kandungan metabolit sekunder diidentifikasi dengan reaksi warna flavonoid diuji dengan reagen Mg dan HCL, alkaloid diuji dengan mayer, dragendrof, dan wagner saponin diuji dengan reaksi busa, tanin diuji dengan reagen Fecl3 dan triterpenoid/steroid diuji dengan reaksi asam asetat anhidrat. Kemudian dilakukan uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan warna yang positif ditunjukkan dengan adanya mengandung flavonoid, tannin, dan saponin, dan berdasarkan hasil uji penegasan uji kromatografi lapis lipis (KLT) didapatkan hasil positif flavonoid, tannin, dan saponin.


 

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

PROFIL FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL BUNGA SENDUDUK (Melastoma malabathricum L). (2020). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 3(1), 1-6. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v3i1.34

Referensi

Andriyani, D., Utami, P I., Dhiani, B.A. 2010, Penetapan Kadar Tanin Daun Rambutan (Nephelium Lappaceum.L) Secara Spektrofotometri Ultraviolet Visibel. Pharmacy 07 (02): 1-11.

Arundina, I., Theresia, I. B. S., Muhammad, L., Dan Retno, I. 2015, Identifikasi Kromatografi Lapis Tipis Sudamala (Artemisia Vulgaris L.) , Maj Ked Gi Ind 1(2): 167 – 171.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979, Materia Medika Indonesia. Jilid Iii, Jakarta.

Fajrianty.I, Haryanto.I.H, Irfan.R.S, Monica.S, 2017,skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis dari ekstrak etanol buah lerak (spinduk rarak),jurnal pendidikan informatika dan sains, vol 6 (2).

Harbone, J. B. 1987, Metode Fitokimia: Penuntu Cara Modern Menganalisa Tumbuhan, Terjemahan Padmawinata, K. Dan Soediro, L, Edisi Ii, Penerbit Itb, Bandung.

Kumoro, A. C. 2015, Teknologi Ekstraksi Senyawa Bahan Aktif Dari Tanaman Obat. Plantaxia, Yogyakarta.

Marjoni, R. 2016, Dasar-Dasar Fitokimia Untuk Diploma Iii Farmasi, Trans Info Media, Jakarta.

Marliana, S. D., Suryanti, V., & Suyono. 2005, Skrining Fitokimia Dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium Edule Jacq. Swartz.) Dalam Ekstrak Etanol, Biofarmasi Vol 3(1), Hal 26-31.

Mustikasari, K & Ariyani, D. 2008. Studi Potensi Binjai (Mangifera caesia) dan Kasturi (Mangifera casturi) Sebagai Antidiabetes Melalui Skrining Fitokimia pada Akar dan Batang. Jurnal Sains dan Terapan Kimia 2 (2): 64-73.

Sangi, M., Max R.J.R., Herny E.I.S., Veronica M. A. 2008. Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat Di Kabupaten Minahasa Utara. Chem. Prog. Vol.