Profil Kepatuhan dan Hubungan Pemberian Allopurinol dengan Perubahan Kadar Asam Urat pada Pasien di Puskesmas Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan
Statistik artikel
Data OJS dan sumber sitasiTayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang dapat menyebabkan artritis gout dan komplikasi jika tidak ditangani optimal. Allopurinol adalah terapi lini pertama, namun keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dan pencapaian target kadar asam urat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kepatuhan dan hubungan pemberian allopurinol terhadap perubahan kadar asam urat pada pasien di Puskesmas Bandar Khalifah. Metode: Desain observasional deskriptif prospektif dilakukan terhadap 55 pasien yang menjalani terapi allopurinol periode Februari–April 2025. Data dikumpulkan dari rekam medis, pemeriksaan laboratorium, dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil: Sebagian besar pasien (96%) mengalami penurunan kadar asam urat, namun rerata pascaterapi (6,46 mg/dL) masih di atas target <6 mg/dL. Efek samping ringan dilaporkan pada 14,5% pasien, sedangkan 85,5% tidak mengalami keluhan. Tingkat kepatuhan tinggi tercatat pada 54,5% pasien, sedang 30,9%, dan rendah 14,6%. Kesimpulan: Terapi allopurinol menunjukkan efektivitas klinis dan keamanan yang baik, tetapi diperlukan optimalisasi dosis serta pemantauan rutin, terutama pada pasien dengan kepatuhan rendah atau komorbiditas, guna mencapai target kadar asam urat yang direkomendasikan
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
kemenkes, “pengerian penyakit asam urat, resiko penyakit asam urat,” https://www.alodokter.com/rematik-asam-urat, 2022. http://yankes.kemenkes.go.id.
G. Ruoff, N. L. Edwards, G. Ruoff, and N. L. Edwards, “Overview of Serum Uric Acid Treatment Targets in Gout : Why Less Than 6 mg / dL ?,” Postgrad. Med., vol. 128, no. 7, pp. 706–715, 2016, doi: 10.1080/00325481.2016.1221732.
Irma, Y. Ellen, L. O. Liaumin Azim, and K. Kamrin, “Faktor Genetik dan Konsumsi Purin sebagai Prediktor Asam Urat Pada Masyarakat Pesisir,” Wind. Heal. J. Kesehatan., vol. 6, no. VoL 6 No 3 (Juli 2023), p. 3, 2023. http://jurnal.fkmumi.ac.id/index.php/woh/article/view/woh6304.
A. Gunawan, D., Setiawan, “pengaruh obat asam urat pada pasien lansia di rs x: sebuah studi evaluasi,” J. Farm. Indones., vol. 12, no. 2, pp. 67–75, 2018.
P. Dellia, N. Mambu, N. Godiman, and M. Walean, “Evaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien arthritis gout di instalasi rawat inap Rumah Sakit Advent Manado periode Januari – Juni 2020,” Pharm. Res. J., vol. 1, no. 1, pp. 18–26, 2024.
Kemenkes RI, pengelolahan penyakit asam urat. Jakarta, 2020.
G. Ragab, M. Elshahaly, and T. Bardin, “Gout: An old disease in new perspective – A review,” J. Adv. Res., vol. 8, no. 5, pp. 495–511, 2017. https://doi.org/10.1016/j.jare.2017.04.008.
S. N. Manurung, H. Kuncoro, and J. Junaidin, “Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Artritis Gout di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang Periode 2022,” Proceeding Mulawarman Pharm. Conf., vol. 18, pp. 171–176, 2023, https://doi.org/10.25026/mpc.v18i1.722.
G. Hikmatyar and T. Larasati, “Penatalaksanaan Komprehensif Arthritis Gout dan Osteoarthritis pada Buruh Usia Lanjut Comprehensive Management of Arthritis Gout and Osteoarthritis in Old Age Workers,” J. medula unila, vol. 7, no. Vol 7, No 3 (2017), p. 29 halaman, 2018.
Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Rekomendasi Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout. 2020. https://reumatologi.or.id/wp-content/uploads/2020/10/Rekomendasi GOUT.
R. Mildawati, B. Prasetyo Nugroho, F. Prasetyawan, A. Kristjono, and Y. Saristiana, “Edukasi Swamedikasi Penggunaan Obat Asam Urat Pada Pemeriksaan Kesehatan Berkala,” J. LENTERA, vol. 4, no. 2, pp. 141–151, 2024, doi: 10.57267/lentera.v4i2.369.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Formularium Nasional. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2197/2023. Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/kepmenkes-2197-2023/.
H. Alatas, “Penatalaksanaan Hiperurisemia Pada Penyakit Ginjal Kronik (CKD),” Herb-Medicine J., vol. 4, no. 1, p. 1, 2021, doi: 10.30595/hmj.v4i1.5805.
J. A. Alshahrani et al., “Gouty Arthritis Across Ages: Understanding Disease Patterns and Predictors,” Cureus, vol. 16, no. 4, 2024. https://doi.org/10.7759/cureus.58873.
R. F. Abdillah, Allopurinol pada Pasien Gout Artritis di Puskes. 2022.
J. C. J. Spragg et al., “Optimizing adherence to allopurinol for gout: patients’ perspectives,” Br. J. Clin. Pharmacol., vol. 89, no. 7, pp. 1978–1991, 2023, doi: 10.1111/bcp.15657.
V. Agustira, D. Simbolon, and K. Kusdalinah, “Hubungan Kadar Asam Urat Dengan Tekanan Darah Pada Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Bengkulu,” Qual. J. Kesehat., vol. 17, no. 2, pp. 86–95, 2023, doi: 10.36082/qjk.v17i2.1288.





