Perbandingan Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref12026-10-20
Sitasi Google Scholar52026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Nisrina Fauziyah Sholihah
Lely Sulfiani Saula
Mally Ghinan Sholih

Abstrak

Daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun kemangi (Ocimum sanctum) merupakan tumbuhan alternatif yang dapat digunakan dalam pengobatan sebagai zat antibakteri. Staphylococcus aureus dapat menjadi bakteri patogen bagi tubuh manusia, pengobatannya dapat diberikan antibiotik. Namun resisten antibiotik dapat terjadi bila penggunaannya tidak tepat. Sehingga digunakan alternatif pengobatan dengan tanaman sebagai bahan dasar terapi yang memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisa kombinasi antibakteri dari ekstrak daun sambiloto dan daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan berbagai konsentrasi dari 6,25% hingga 100%, serta diujikan pada kombinasi konsentrasi dengan perbandingan (50% 50%), (75%:25%), dan (25%:75%). Hasil zona hambat optimum yang terbentuk pada ekstrak yaitu konsentrasi daun sambiloto 80% dan daun kemangi 6,25%. Pada pengujian kombinasi kedua ekstrak konsentrasi 75%:25% dengan rata-rata diameter yaitu 26,80.  Hasil p-value pengujian One-Way ANOVA yaitu 0,001, dapat disimpulkan terdapat pengaruh setiap konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun sambiloto dan daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Perbandingan Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. (2022). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(2), 279-285. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i2.140

Referensi

Ariani, N., Febrianti, D. R., & Niah, R. (2020). Uji Aktivitas Ekstrak Etanolik Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro. Jurnal Pharmascience, 7(1), 107. https://doi.org/10.20527/jps.v7i1.8080

Detami, N., Ballo, S., Indriarini, D., Lidesna, A., & Amat, S. (2021). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Cendana Medical Journal, 21(1), 85–93.

Dolinsky, A. L. (2017). M100 Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing. In Journal of Services Marketing (Vol. 8, Issue 3). http://www.emeraldinsight.com-/doi/10.1108/08876049410065598

Hidayah, S. N. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis [Univeristas Negeri Surakarta]. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/42010/MTQxMzAx/Partisipasi-Pemuda-Dalam-Musyawarah-Perencanaan-Pembangunan-Kelurahan-Musrenbangkel-Tahun-2013-Di-Kelurahan-Semanggi-Kecamatan-Pasar-Kliwon-Kota-Surakarta-cover.pdf

Lestari, Y., Ardiningsih, P., & Nurlina. (2016). Aktivitas Antibakteri Gram Positif dan Negatif dari Ekstrak dan Fraksi Daun Nipah (Nypa Fruticans Wurmb.) Asal Pesisir Sungai Kakap Kalimantan Barat. JKK, 5(4), 1–8.

Mardiana, R. N., & Handayani, N. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Biofarmasi, 14(1), 19–24. https://doi.org/10-.13057/biofar/f140103

Miranti, E. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.

Nurhayati. (2011). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.), Cultivar Umbi Putih Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Universitas Islam Negeri Alauddin.

Permatasari, D. A. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi DaunJambu Mete (Anacardium occidentale Linn.) Terhadap Propionibacterium acnes menggunakan Metode Difusi Sumuran. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Prayoga, E. (2013). Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Difusi Disk dan Sumuran terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Romadhani, D. F., Fahmy, A. H., Alam, I. P., & Salim, H. M. (2020). Bactericidal Effects of Extract Basil Leaves in In-vitro Study of Pseudomonas aeruginosa. Biomolecular and Health Science Journal, 3(2), 105. https://doi.org/10.20473/bhsj.v3i2.22090

Sari, Y. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi dan Senyawa Aktif Daun Kardia (Bellucia pentamera Naudin ) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Universitas Sriwijaya.

Sikumalay, A., Suharti, N., & Masri, M. (2016). Efek Antibakteri dari Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dan Produk Herbal Sambiloto Terhadap Staphylococcus Aureus. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(1), 196–200. https://doi.org/10.25077/jka.v5i1.468

Suaib, S. L. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Universitas Negeri Gorontalo.

Sunata, A. (2018). Uji Perbandingan Pemberian Kombinasi Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Simvastatin terhadap Kadar Apolipoprotein-B (Apo-B) pada Pasien Dislipidemia [Universitas Sumatera Utara]. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8336

Wardiatini, N. K., Larasanty, L. P. F., Widjaja, I. N. ., Juniari, N. P. M., Nugroho, A. E., & Pramono, S. (2014). Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak Terpurifikasi Herba Sambiloto. Jurnal Farmasi Udayana, 22–25. https://ojs.-unud.ac.id/index.php/jfu/article/view/10797

Worth Health Organization. (2021). Antimicrobial resistance. https://www.who.int/news-room/-fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance

Wulandari, A., Farida, Y., & Taurhesia, S. (2020). Perbandingan Aktivitas Ekstrak Daun Kelor Dan Teh Hijau Serta Kombinasi Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(2), 23–29. https://doi.org/10.33096/jffi.v7i2.535

Yanti, Y. N., & Mitika, S. (2017). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(1), 158–168. http://jiis.akfar-isfibjm.ac.id/index.php/JIIS/article/view/93

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama