Determinan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di UPTD Puskesmas Uluidanotae Kabupaten Nias Selatan Tahun 2025

Bagikan artikel ini Bagikan via WhatsApp

Statistik artikel

Data OJS dan sumber sitasi
Tayangan abstrak0OJS
Unduhan artikel0OJS
Sitasi Crossref02026-10-20
Sitasi Google Scholar02026-10-20

Tayangan dan unduhan adalah aktivitas yang tercatat di OJS; pemrosesan statistik dapat tertunda. Tanda — berarti angka dari sumber tersebut belum tersedia. Cari di Google Scholar

Isi Artikel Utama

Kristian Laia
Agnes Purba
Laura M Siregar
Kesaktian Manurung
Tarulia Rohana Sinaga

Abstrak

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) <–2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di UPTD Puskesmas Uluidanotae, Kabupaten Nias Selatan, yang merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi di kabupaten tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 162 ibu yang memiliki anak balita usia 24–59 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting di lokasi penelitian mencapai 24,3%. Berdasarkan analisis bivariat, ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan ibu (p=0,029), pemberian ASI (p=0,000), dan status imunisasi (p=0,025) dengan kejadian stunting. Namun, pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,624). Hasil uji regresi logistik berganda menyimpulkan bahwa pemberian ASI merupakan faktor paling dominan yang bersifat protektif terhadap stunting (p=0,000; Exp(B)=0,142), diikuti oleh status imunisasi (p=0,027; Exp(B)=0,325). Variabel pendidikan ibu menjadi tidak signifikan dalam model multivariat setelah dikontrol oleh variabel perilaku kesehatan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah praktik pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dasar merupakan penentu utama status pertumbuhan linear anak di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uluidanotae. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat konseling laktasi sejak masa kehamilan serta meningkatkan jangkauan layanan imunisasi dasar lengkap sebagai strategi prioritas penurunan angka stunting.

Rincian Artikel

Bagian

Original Articles

Cara Mengutip

Determinan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di UPTD Puskesmas Uluidanotae Kabupaten Nias Selatan Tahun 2025. (2026). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(3), 2911-2922. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i3.1814

Referensi

WHO Multicentre Growth Reference Study Group. WHO child growth standards: length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: methods and development. Geneva: World Health Organization; 2006. https://www.who.int/publications/i/item/924154693X (accessed September 15, 2026).

Black RE, Victora CG, Walker SP, Bhutta ZA, Christian P, de Onis M, et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet 2013;382:427–451. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X.

Victora CG, de Onis M, Hallal PC, Blössner M, Shrimpton R. Worldwide timing of growth faltering: revisiting implications for interventions. Pediatrics 2010;125:e473–e480. https://doi.org/10.1542/peds.2009-1519.

Victora CG, Adair L, Fall C, Hallal PC, Martorell R, Richter L, et al. Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. Lancet 2008;371:340–357. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(07)61692-4.

UNICEF, World Health Organization, World Bank Group. Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: key findings of the 2025 edition. Geneva: World Health Organization; 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240112308 (accessed September 15, 2026).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2025.

Wicaksono F, Harsanti T. Determinants of stunted children in Indonesia: a multilevel analysis at the individual, household, and community levels. Kesmas 2020;15:48–53. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i1.2771.

Siramaneerat I, Astutik E, Agushybana F, Bhumkittipich P, Lamprom W. Examining determinants of stunting in Urban and Rural Indonesian: a multilevel analysis using the population-based Indonesian family life survey (IFLS). BMC Public Health 2024;24:1371. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18824-z.

Beal T, Tumilowicz A, Sutrisna A, Izwardy D, Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia. Matern Child Nutr 2018;14:e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617.

Masdalena. Factors affecting stunting in Indonesia: a study PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review & Meta-Analysis). Journal of Pharmaceutical and Sciences 2024;7:159–174. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v7i2.504.

Azriani D, Masita, Qinthara NS, Yulita IN, Agustian D, Zuhairini Y, et al. Risk factors associated with stunting incidence in under five children in Southeast Asia: a scoping review. J Health Popul Nutr 2024;43:174. https://doi.org/10.1186/s41043-024-00656-7.

UNICEF. Improving Child Nutrition: The achievable imperative for global progress. New York: UNICEF; 2013.

World Health Organization. Global nutrition targets 2025: stunting policy brief. Geneva: World Health Organization; 2014.

Mosley WH, Chen LC. An analytical framework for the study of child survival in developing countries. Popul Dev Rev 1984;10:25–45. https://doi.org/10.2307/2807954.

Smith LC, Haddad L. Reducing child undernutrition: past drivers and priorities for the post-MDG era. World Dev. 2015;68:180–204. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2014.11.014.

Solar O, Irwin A. A conceptual framework for action on the social determinants of health. Geneva: World Health Organization; 2010.

Victora CG, Bahl R, Barros AJD, França GVA, Horton S, Krasevec J, et al. Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. Lancet 2016;387:475–490. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01024-7.

Pérez-Escamilla R, Tomori C, Hernández-Cordero S, Baker P, Barros AJD, Bégin F, et al. Breastfeeding: crucially important, but increasingly challenged in a market-driven world. Lancet 2023;401:472–485. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(22)01932-8.

UNICEF. Fed to fail? The crisis of children’s diets in early life. 2021 Child Nutrition Report. New York: UNICEF; 2021.

World Health Organization. WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age. Geneva: World Health Organization; 2023. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864 (accessed September 15, 2026).

Surmita S, Sekartini R, Kekalih A, Chandra DN. The role of dietary diversity and other factors to stunting among infants and toddlers in West Java, Indonesia. Egypt Pediatric Association Gaz 2025;73:71. https://doi.org/10.1186/s43054-025-00415-1.

Engle PL, Menon P, Haddad L. Care and nutrition: concepts and measurement. World Dev. 1999;27:1309–1337. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(99)00059-5.

Ruel MT, Alderman H. Nutrition-sensitive interventions and programmes: how can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition?. Lancet 2013;382:536–551. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0.

Purwanti ED, Masitoh S, Ronoatmodjo S. Association between basic immunization status and stunting in toddlers aged 12-59 months in Indonesia. J Prev Med Public Health 2025;58:298–306. https://doi.org/10.3961/jpmph.24.230.

Kliegman RM, St. Geme JW III, editors. Nelson textbook of pediatrics. 22nd ed. Philadelphia: Elsevier; 2025. https://www.clinicalkey.com/dura/browse/bookChapter/3-s2.0-C2020103101X (accessed September 15, 2026).

Beaton GH, Ghassemi H. Supplementary feeding programs for young children in developing countries. Am J Clin Nutr 1982;35:863–916. https://doi.org/10.1093/ajcn/35.4.864.

Wamani H, Åstrøm AN, Peterson S, Tumwine JK, Tylleskär T. Boys are more stunted than girls in Sub-Saharan Africa: a meta-analysis of 16 demographic and health surveys. BMC Pediatr. 2007;7:17. https://doi.org/10.1186/1471-2431-7-17.

Danaei G, Andrews KG, Sudfeld CR, Fink G, McCoy DC, Peet E, et al. Risk factors for childhood stunting in 137 developing countries: a comparative risk assessment analysis at global, regional, and country levels. PLoS Med 2016;13:e1002164. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002164.

Indonesia KKR. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021 / Petunjuk Teknis Pencegahan Stunting. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.

Azriani. Determinants of Stunting in Children: A Global Perspective and Linear Growth Delay. Int. J. Public Health 2024.

Shinta. Faktor Dominan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat 2022.

Manuaba IAC. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC; 2010.

Bobak IM. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Maternity Nursing). Jakarta: EGC; 2010.

Cunningham FG. Obstetri Williams (Williams Obstetrics 24th ed.). Jakarta: EGC; 2014.

Rahmawati A. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Samigaluh I Kulon Progo. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak 2022.

Handayani S. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24–60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selopampang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia 2021.

Asprika D. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2023;11.

Marliani L. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6–59 Bulan di Kabupaten Bogor. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia 2024.

Imelda S. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan 2020.

Rindani F. Evaluasi Praktik Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI terhadap Pertumbuhan Anak. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2020.

Alifah S. Hubungan Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2021.

Wati L, Prasetyo B. Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo. Jurnal Ilmu Kesehatan 2023.

Sari D, Zelharsandy R. Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Bansari Kabupaten Temanggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2022.

Lubis Z. Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Desa Panyabungan Jae. Jurnal Gizi dan Kesehatan 2019.

Sari. Analisis Hubungan Pendapatan dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Komunitas 2024.

Khairani N, Effendi R. Hubungan Status Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Jurnal Kesehatan Medika Saintika 2020.

Maysyura. Hubungan Status Imunisasi dengan Risiko Stunting pada Balita. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat 2023.

Imuni.id. Analisis Hubungan Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Anak Indonesia. 2024.

Trisnawati. Analisis Faktor-Faktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2023.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>