PENGGUNAAN EKSTRAK BIJI BUAH KESUMBA (Bixa orellana L.) SEBAGAI PEWARNA LIPSTIK

Abstrak

Akhir-akhir ini terdapat ratusan kosmetik pewarna bibir yang beredar di pasaran dengan berbagai jenis warna. Akan tetapi, tidak semua pewarna bibir tersebut aman untuk digunakan. Tanpa disadari pewarna bibir ada yang mengandung pewarna yang berbahaya dan dilarang, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan, oleh karena itu, lebih baik digunakan bahan pewarna alami. Salah satu sumber pewarna alami adalah buah kesumba. Pembuatan ekstrak dari simplisia biji buah kesumba dilakukan secara perkolasi menggunakan penyari etanol 96%. Formula sediaan lipstik terdiri dari cera alba, vaselin alba, lanolin, carnauba wax, setil alkohol, oleum ricini, propilenglikol, titanium dioksida, butil hidroksi toluen, tween 80, minyak mawar (oleum rosae), dan nipagin serta penambahan ekstrak biji buah kesumba dengan konsentrasi 15%, 17,5%, 20%, 22,5% dan 25%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan titik lebur, homogenitas, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari pada suhu kamar, uji oles dan pemeriksaan pH, serta uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic test). Hasil penelitian ekstrak biji buah kesumba dapat diformulasi pada sediaan lipstik dengan warna kuning terang sampai merah maroon gelap. Formulasi ekstrak biji buah kesumba dalam sediaan lipstik menunjukkan sediaan yang dibuat cukup stabil, homogen, titik lebur 58°C, memiliki kekuatan lipstik yang balk, pH berkisar 6,3-5,7 (sesuai dengan pH kulit) mudah dioleskan dengan warna yang merata, tidak menyebabkan iritasi sehingga aman untuk digunakan, sediaan yang cukup disukai adalah sediaan 2, 3 dan 4 yaitu formula dengan ekstrak biji buah kesumba konsentrasi 17,5%, 20% dan 22,5%.

https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v4i2.76
pdf (English)

Referensi

Anonymousa. (2008). Lip balm. Retrieved 31 January, 2012. http://zeiraf.blogspot.com/lip coloring.

Anonymousb. (2010). Bixa Oreliana Linn or Kesumba. Accessed 31 January, 2012. http://ritarita.bloqspot.com/bixa-orellana-linn-kesumba.

Balsam, MS (1972). Cosmetic Science and Technology Second Edition. London. John Willy and Son, Inc. Case. 64, 209-371.

BPOM RI. (2003). Decree of the Head of the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Number. KH.00.05.4.1745 About Cosmetics.

Retrieved 10 September 2012. http://husinrm.files.wordpress.com./2008/02/kosmetik.pdf

BPOM RI. (2009). Public Warning / Warning Number. KH.00.01.43.2503 11 June 2009. Accessed September 15, 2012. http://www.pom.go. id/ public/public warning/default.asp

Directorate General of POM. (1979). Indonesian Pharmacopoeia. Third Edition. Jakarta: Indonesian Ministry of Health. Case. 7, 33.

Directorate General of POM. (1985). Indonesian Cosmetics Formulary. Jakarta: Indonesian Ministry of Health. Case. 83, 85,

-197.

Directorate General of POM. (2000). General Standard Parameters of Medicinal Plant Extracts. Jakarta: Indonesian Ministry of Health. Hal: 7.

Hariana, HA (2007). Medicinal Plants and Their Benefits Series 2. Jakarta: Self-help Disseminator, p. 32-33.

Harborne, JB (1987). Phytochemical Method. Determination of Modern Ways of Analyzing Plants. Translated by Kosasih Padmawinata. Bandung: ITB. Case. 76-78.

Keithler. (1956). Formulation of Cosmetic and Cosmetic Specialties. New York: Drug and Cosmetic Industry. Case. 153-155.

Mitsui, Takeo. (1997). New Cosmetic Science. Amsterdam: Elsveir Science. Case. 3, 19-21, 121, 386.

Poucher, WA (1979). Perfumes, cosmetics and soaps. 7th ed. London. Chapman an Hall. p.390

Rowe, CR, Paul JS, and Marian EQ (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients. Sixth Edition. Washington: Pharmaceutical Press. Case. 75, 378, 442, 592, 742.

Rawlins, EA (2003). Bentley's Text Book of Pharmaceutics. 18th Ed. London. Bailierre Tindall. Case. 355. Soekarto, ST, (1981). Organoleptic Assessment. Center for Food Technology Development. Bogor: IPB Press. Case. 45.

Tranggono, RI & Latifah, F. (2007). Cosmetic Science Handbook. Jakarta: PT. Main Library Gramedia. Case. 3, 6-8, 11, 19-20, 90.

Suharti, N., Salman, Muslim, S., Dwisari, D., Febriyenti, Idris, & Akmal, D. (2016). Coating of Urea Granules for Slow Release Fertilizer Using Bioblend Polystyrene/Polycaprolactone. Research Journal Of Pharmaceutical Biological And Chemical Sciences, 7(1), 1691-1699.

Vishwakarma, B., Dwivedi, S., Dubey, K., and Joshi, H. (2011). int. J. of Drug Discovery & Herbal

Research. Ujjain Institute of Pharmaceutical Sciences, Ujjain. (MP) - India. Case. 18-19.

Wasitaatmadja, SM (1997). Medical Cosmetic Science Guide. Jakarta: LA-Press. Case. 26, 28, 122, 124. Wibowo, DS (2005). Human Body Anatomy. Jakarta: Grasindo. Case. 165.

Winarto, WP (2007). Indonesian Medicinal Plants for Herbal Medicine Volume 1. Jakarta: Karyasari Herba Media. Case. 165-166.

Young, A. (1974). Practical Cosmetic Science. London: Mills & Boon Limited. Case. 8.

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##